Bangsa Indonesia harus menciptakan teknologi secara jangka panjang, tidak terpengaruh politik kata Rudy Breighton, CEO and Chairman of BR Strategic Seattle, Amerika Serikat dalam Jakarta Geopolitical Forum V secara daring, Kamis, 21/10/2021.
“Tidak hanya lima atau 10 tahun. Kita harus menciptakan kebijakan jangka panjang yang tidak dipengaruhi oleh partai politik yang sedang menjabat,” saran Breighton.
Teknologi, masa depan budaya, dan geopolitik sangat berkaitan. Penting bagi berbagai negara mempersiapkan sumber daya manusia. “Hal paling penting yaitu infrastruktur untuk mendukung kebijakan tersebut,” kata Breighton.
“Alasan dari dibutuhkannya infrastruktur tersebut adalah karena kita membutuhkan sistem data yang baik. Jika kita tidak memiliki sistem data yang baik, kita akan menghasilkan data yang tidak layak. Garbage in garbage out. Kita harus berinvestasi pada infrastruktur dan pengelolaan sumber daya manusia,” jelas Breighton.
Pendidikan dalam bidang teknologi, teknik, dan matematika dan ilmu komputer, lanjutnya, sangatlah penting karena jika tidak memiliki orang-orang yang pandai, maka kita tidak akan memiliki orang yang mahir dalam memprogram komputer.
“Investasi dalam bidang infrastruktur dapat menghasilkan sistem data yang baik. Sistem data yang baik tersebut akan diolah oleh sumber daya manusia yang baik untuk mengolah data tersebut yang kemudian dapat mendorong terciptanya alat yang dapat membantu kerja manusia” tegasnya.
Contoh Pesatnya Perkembangan Teknologi
Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan berdampak kepada perkembangan budaya secara global. “Kecepatan pemrosesan pada kecerdasan buatan lebih baik dari otak manusia,” kata Rudy Breighton
Ia mengatakan saat ini, komputer tercepat yang bisa menandingi otak manusia adalah Fugaku dari Jepang yang punya 7,6 juta inti dan kecepatan pemrosesan data 442 peta flops dan 87 miliar transistor.
Breighton mengungkapkan saat ini pun sudah terdapat human exoskeleton yang digunakan oleh militer Amerika Serikat. Breighton menjelaskan bahwa seorang prajurit diperkirakan dapat membawa 22 kg beban. Pada kenyataannya, mereka membawa sekitar 63 kg beban.
Sementara, human exoskeleton yang disebut juga dengan HULC (Human Unversal Load Carrier) dapat mengangkat beban hingga 90 kg, membantu prajurit untuk berlari dengan kecepatan 11 km/jam hingga 16 km/ jam dengan durasi lama. Breighton adalah satu dari sepuluh pembicara yang diundang oleh Lembaga Ketahanan Nasional RI dalam acara tahunan Jakarta Geopolitical Forum V tahun 2021 ini. Forum yang kedua kalinya diangkat secara daring ini mengangkat tema Culture And Civilization: Humanity at the Crossroads. Jakarta Geopolitical Forum (JGF) merupakan session sharing bagi para pakar geopolitik dunia dalam menelaah situasi kawasan di dunia.
Baca: Adopsi Superkomputer Fugaku, Hexagon Hadirkan Revolusi Penggunaan Simulasi dalam Inovasi Produk














