Jakarta, ItWorks-Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan indeks literasi keuangan Indonesia, BCA dan AIA berikan edukasi literasi keuangan bagi tenaga Pendidikan melalui kegiatan webinar. Mengangkat tema “Cerdas Kelola Keuangan Guru”, kegiatan ini diikuti para guru dari berbagai wilayah di Indonesia.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan di Indonesia masih relatif rendah, yakni 38,03 persen. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak khususnya insan perbankan pun sangat diperlukan agar bisa mencapai target indeks literasi keuangan sebagaimana yang ditargetkan pemerintah.
Mencermati hal ini, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) bersama dengan AIA dan Putera Sampoerna Foundation menggelar webinar sekaligus untuk memberikan apresiasi bagi guru yang juga pahlawan pendidikan ini. Webinar yang dihelat bersamaan dengan bersamaan Hari Guru Nasional (25/11) ini, juga dihadiri oleh EVP Divisi Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra, EVP CSR BCA Inge Setiawati, Direktur Distribusi Kemitraan IAI, Phung Magdalena, influencer dan Principal Consultant @Zapfinance Prita Ghozie, beserta segenap guru dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Sebagai insan perbankan nasional, menjadi kewajiban dan komitmen dari BCA untuk hadir memberikan edukasi literasi keuangan. Kita semua tahu bahwa guru merupakan ujung tombak yang menjadi jembatan antara pelajar dengan pendidikan di sekolah. Maka dari itu kami berinisiatif untuk memberikan edukasi literasi keuangan bagi tenaga pendidik. Tidak hanya seputar keuangan in general melainkan juga pengelolaan keuangan untuk rumah tangga,” ujar EVP CSR BCA, Inge Setiawati dalam rilis persnya, baru-baru ini.
Pada kegiatan webinar ini, Putera Sampoerna Foundation menjadi jembatan yang menghubungkan kegiatan dengan 25 ribu guru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Materi yang dibawakan oleh Prita Ghozie pun menarik karena berbeda dengan apa yang biasa disampaikan dalam pengajaran di sekolah. Ada pun beberapa topik serius namun tetap ringan yang dibawakan antara lain memahami keuangan yang sehat, pentingnya pencatatan keuangan, mengelola anggaran rumah tangga dan pengelolaan simpanan, investasi dan proteksi.
Dalam siaran pesnya, Phung Magdalena, Direktur Distribusi Kemitraan, PT AIA Financial mengatakan, di AIA perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama literasi tentang asuransi jiwa. “Kami melihat pentingnya peran guru dalam mendorong pemahaman masyarakat akan pentingnya proteksi terutama dalam situasi pemulihan pandemi seperti saat ini. Edukasi adalah pilar utama untuk keberlangsungan kehidupan. Dalam momentum Hari Guru Nasional 2021 ini, AIA sangat menyambut baik program “Cerdas Kelola Keuangan Guru” bersama BCA. Kami berterima kasih atas jasa yang telah diberikan oleh Bapak Ibu guru, semoga dengan upaya pembekalan finansial yang diberikan dapat bermanfaat untuk generasi penerus bangsa dan membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik,” ujarnya.
EVP Divisi Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra, menambahkan, sebagai upaya peningkatan edukasi literasi keuangan, BCA pun telah melaksanakan beberapa program yang terkait literasi keuangan. Tercatat lebih dari 500 ribu penerima manfaat dengan fokus program antara lain edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, edukasi kepada keluarga pekerja migran Indonesia (Program Saba Desa), edukasi literasi keuangan dengan memanfaatkan Mobile Literasi Keuangan (SiMOLEK) yang diprakarsai OJK, dan peningkatan produk LAKU BCA kepada masyarakat. Kegiatan edukasi tersebut hampir sebagian besar dilakukan di berbagai daerah yang masih memiliki indeks literasi keuangan rendah.
“Kami berharap berkat adanya kegiatan positif ini dapat memberikan dampak yang baik bagi seluruh tenaga pengajar dan alangkah baiknya materi yang disampaikan hari ini juga bisa menjadi bahan pembelajaran siswa. Hal itu tentunya untuk semakin meningkatkan indeks literasi keuangan di Indonesia. Semoga ke depannya semakin banyak kegiatan seperti ini yang menyasar publik yang lebih luas,” tutup Yovvy. (AC)














