Penulis: Nurdian Akhmad
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) alias Jakpro tidak sekadar perusahaan yang berorientasi pada profit, tapi juga cekatan dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat, terutama saat puncak pandemi Covid-19 pertengahan 2021 lalu. Pada Juni 2021, seperti diketahui, angka kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi dengan kasus aktif mencapai 100 ribu jiwa dan angka kematian lebih dari 200 jiwa per hari.
Dampak dari kenaikan kasus covid ini adalah terjadinya lonjakan kebutuhan oksigen medis, terutama untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit (RS) dan pasien covid yang isolasi mandiri.
Jakpro kemudian ditunjuk sebagai salah satu anggota dalam Satuan Tugas (Satgas) Pemenuhan Kebutuhan Oksigen di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 890 Tahun 202. Tugasnya adalah mengembangkan sistem monitoring stok dan demand oksigen yang bersifat realtime.
“Hal pertama yang kita lakukan adalah kita mengidentifikasi problem yang terjadi, poin-poin apa yang dialami stakeholders. Ada tiga stake holder utama yang masing-masing tidak memiliki data. Pertama distributor oksigen tidak memiliki data RS, kedua RS tidak memiliki data distributor oksigen dan ketiga Pemprov DKI yang juga tidak memiliki data kondisi stok oksigen di distributor satu sama yang lain,” ujar Melisa Sjach, Corporate Secretary PT Jakpro dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, Jumat (26/11/2021).
Tim Jakpro yang juga hadir dalam penjurian tersebut antara lain Surjorimba Suroto ( Senior Manager Tata Kelola & Management Risiko Risiko), Hendri S (Senior Management Project Management), Gunadya Nugraha (Manager TI), M Reza Huzain (Manager Managament Mutu & K3), dan Putri Pandora (Manager Project Management Office/PMO).
Akibat tidak adanya data distribusi dan stok oksigen tersebut, pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Berangkat dari permasalahan yang dihadapi para stakeholder tersebut, Jakpro membuat satu solusi yang diberi mana Oxy Apps. Konsep utamanya adalah pertama kolaborasi lintas stakeholder, kedua keputusan decision making yang cepat, dan ketiga data accuracy. “Distributor oksigen juga akan saling mengetahui status kritis dari rumah sakit dan rumah sakit pun mengetahui status dari distributor yang berada di antrean,” ujar Melisa.
Oxy Apps merupakan sebuah Online Dashboard Monitoring Real Time yang dapat memonitor stok dan demand oksigen di DKI Jakarta dari sisi, supplier, distributor, rumah sakit (RS), Pemprov DKI Jakarta. Solusi digital ini bisa diakses oleh seluruh pihak melalui oxy.jakpro.co.id.
Selain Oxy Apps, mekanisme pengumpulan informasi dan pemantauan supply dan demand oksigen di DKI Jakarta juga menggunakan Jakpro Control Tower.
Melisa menjelaskan proses yang terjadi dalam Oxy Apps. Hal pertama yang dilakukan ialah mengumpulkan data-data terkait ketersediaan oksigen di DKI Jakarta untuk proses pengambilan keputusan. Kemudian membikin mekanisme koordinasi yang membuat setiap pihak mengetahui kondisi ketersediaan oksigen secara real time.
Lalu dilanjutkan dengan proses mekanisme bagaimana oksigen didistribusikan dari produsen hingga kepada konsumen melalui distributor dengan mempertimbangkan wujud oksigen dan waktu yang diperlukan untuk siap digunakan.
Informasi terkait keadaan oksigen di DKI Jakarta awalnya dikumpulkan dan disajikan ke dalam dashboard monitoring yang kemudian digunakan oleh Pemprov DKI untuk melakukan penyesuaian supply oksigen ke RS di Jakarta.
Kemudian dilakukan pengembangan lebih lanjut serta sosialisasi untuk mendapatkan data oksigen dari produsen, distributor dan pihak rumah sakit secara real time dengan menggunakan Oxy Apps. Solusi digital ini menyatukan pihak produsen, distributor, konsumen (rumah sakit) ke dalam satu platform yang kemudian proses ketersediaan Oxygen dapat dipantau oleh Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Melisa, proses input data keadaan oksigen dari pihak produsen dan RS dikumpulkan ke dalam satu platform yang secara otomatis akan melakukan proses kalkulasi terkait urgensi kebutuhan oksigen dari suatu RS yang ditunjukkan dengan indikator angka yang berwarna merah.
“Oxy Apps dan Dashboard Oxygen menampilkan status urgensi oksigen dari setiap rumah sakit yang ada di Jakarta sehingga distributor dapat memprioritaskan pengiriman oksigen kepada rumah sakit yang lebih membutuhkan,” kata dia.
Pengembangan Dashboard Oxygen dan Oxy Apps DKI Jakarta sebagai dukungan Jakpro kepada Pemprov DKI Jakarta hanya dilakukan dalam waktu 15 hari.
Digitalisasi Pemantauan Anggaran
Selain Oxy Apps, inovasi unggulan lainnya dari PT Jakpro adalah digitalisasi proses pemantauan anggaran perusahaan dengan sistem pemantauan kolaborasi bernama E-Pantau.
“E-Pantau ini adalah sebuah aplikasi pemantauan berbasis web hasil kolaborasi internal dalam pemantauan capaian sasaran rencana kerja anggaran (RKA) berbasis risiko pada masing-masing divisi, SBU (strategic business unit) maupun proyek,” kata Melisa.
Aplikasi digital yang go live pada September 2021 ini dapat diakses melalui handphone maupun PC dengan link http://epantau.jakpro.co.id/Login.
Manfaat dan dampak untuk perusahaan dari implementasi E-Pantau adalah, pertama adanya integrasi dan kolaborasi untuk mewujudkan one single truth of data. Kedua, early warning system karena adanya pemantauan berkala untuk mengawal capaian sasaran. Dan, manfaat ketiga adalah knowledge management. “E-Pantau ini juga menjadi wadah komunikasi internal divisi, antardivisi, maupun direktorat, sekaligus juga menjadi data historis untuk evaluasi,” kata Melisa.
Ada beberapa fitur unggulan E-Pantau, antara lain pertama adalah sistem yang berbasis cloud, sehingga lebih aman dan dari sisi maintenance lebih mudah. Sistemnya juga fleksibel, mudah digunakan dan dapat kustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan.
“User dapat mengakses dashboard untuk mengetahui profil risiko, pencapaian sasaran & mutu, hingga detail pelaporan. Sistem di E-Pantau dapat terintegrasi dengan produk microsoft lainya,” ujar Melisa.
PT Jakpro merupakan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Portofolio bisnis Jakpro berbasis properti, infrastruktur, utilitas, serta TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang berdampak signifikan terhadap livability Jakarta. Total aset Jakpro per 31 Desember 2020 mencapai Rp 20,4 triliun.
Proyek-proyek Jakpro tersebar di beberapa lokasi di DKI Jakarta, baik itu proyek terkait Kegiatan Strategis Daerah (KSD) maupun proyek komersial. KSD adalah proyek yang dimonitor langsung perkembangannya sesuai penugasan dari Pemprov DKI Jakarta
Beberapa proyek yang sedang dikerjakan Jakpro antara lain Formula E (event contract based 5 tahun), Pantai Kita Maju Bersama, Land Mark Pluit, Pluit Junction Mall, Fave & Aston Pluit Hotel, Marina Apartment, Riverside Apartment, Paradiso Apartment, Gudang DHI & Muara Baru II, Kamal Muara, Jakarta Elevated Toll Road sepanjang 69,77 Km (Fase 1: Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang beroperasi pada 2020).
Selain itu, proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (operasional pada 2021), proyek pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter dan ITFs 2-4 dengan kapasitas 8.000 ton per hari yang akan beroperasi pada 2023, serta Jakarta International Stadium (operasional 2022).














