ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Waspada, Ini Prediksi Lanskap Siber Asia Tenggara 2022

Ahmad Churi
13 January 2022 | 08:39
rubrik: Research
Waspada, Ini Prediksi Lanskap Siber Asia Tenggara 2022
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Dua tahun setelah pandemi, Asia Tenggara (SEA) dan belahan dunia lainnya, kini bersiap untuk pemulihan pada tahun 2022. Perusahaan dan individu dari berbagai bidang, siap untuk kembali ke keadaan normal, dengan memulai kebijakan bekerja dari kantor, sekolah tatap muka, dan berbagai aturan perjalanan yang diterapkan.

Seperti yang disaksikan saat pandemi, di tengah meningkatnya transformasi digital yang terus meningkat hingga saat ini, para pelaku kejahatan siber juga gencar menargetkan serangan ke berbagai industri. Mulai dari maskapai penerbangan, rumah sakit, situs web pemerintah, bank, perusahaan telekomunikasi, universitas, e-commerce, dan bahkan raksasa media sosial melalui berbagai cara canggih.

Guna memandu organisasi dan individu menavigasi lanskap ancaman siber yang telah berubah dan mengamankan fase pemulihan negara-negara di kawasan ini, para ahli dari Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky, mengungkapkan empat tren teratas kejahatan siber yang harus diwaspadai tahun ini di Asia Tenggara. di antaranya sebagai berikut:

  1. Penurunan Serangan Ransomware yang Ditargetkan
    Masa pandemi bertepatan dengan munculnya serangan ransomware yang ditargetkan di seluruh dunia yang berfokus pada sektor paling kritikal serta bisnis yang sensitif terhadap gangguan.

Beberapa perusahaan dari Asia tenggara termasuk di antara korban serangan tersebut. Namun, dengan kerja sama internasional yang kuat dan beberapa gugus tugas untuk melacak kelompok ransomware, para ahli Kaspersky percaya bahwa jumlah serangan semacam itu akan berkurang selama tahun 2022.

“Inisiasi awal dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), yang melibatkan FBI, dan bahkan keapabilitas ofensif Komando Siber AS. Kaspersky mengantisipasi bahwa serangan tersebut mungkin dapat muncul sewaktu waktu, dengan fokus untuk menyerang negara-negara berkembang dengan kemampuan investigasi siber minimal atau negara-negara yang bukan sekutu AS,” kata Vitaly Kamluk, Direktur Global Research & Analysis Team (GReAT) untuk Asia Pasifik di Kaspersky dalam rilis pers (12/01/2022).

BACA JUGA:  Meningkat 22,9%, Total Pendapatan Global Layanan Cloud Publik Tembus US$545,8 Miliar di 2022

Mengingat sikap geopolitik beberapa negara di Asia Tenggara, kemungkinan akan ada lebih sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali serangan semacam itu di negara-negara pada kawasan tersebut di tahun 2022.

Namun, layanan hosting yang tersedia secara luas yang ditawarkan oleh negara-negara seperti Singapura dan Malaysia, layanan dan infrastruktur pusat data masih dapat disalahgunakan oleh kelompok ransomware bertarget.

  1. Penipuan Online Tingkat Lanjut dan Rekayasa Sosial
    Salah satu karakteristik warga negara berkembang adalah keingingan untuk mendapatkan perasaan yang aman. Investasi yang besar untuk teknologi, termasuk keamanan siber, dapat menghasilkan perasaan aman secara online dalam jangka panjang.

Sehingga, populasi umum dapat lebih terhindar dari ancaman siber tradisional- hanya saja lebih sulit untuk menemukan infrastruktur yang tidak terlindungi atau pengguna yang terinfeksi. Inilah sebabnya mengapa penyerang lebih mengutamakan serangan yang berfokus pada non-teknologi, eksploitasi kerentanan manusia, melibatkan segala jenis macam rekayasa sosial melalui SMS, panggilan telepon otomatis, pengirim pesan populer, jejaring sosial, dan lainnya.

Jumlah laporan scam terus meningkat dari tahun ke tahun menurut Kepolisian Singapura: +16% (2021), +108,8%(2020), +27,1% (2019), +19,5% (2018).

Ini juga relevan dengan negara-negara lain di kawasan ini. Di Thailand, hampir 40.000 orang menjadi korban penipuan online ditunjukkan dengan transasksi tidak dikenal dari rekening bank dan kartu kredit mereka. Scammers juga menggunakan situs bank palsu untuk mencuri rincian perbankan Malaysia tahun lalu. Peniruan identitas terhadap platform e-commerce teratas di Vietnam juga digunakan untuk mengelabui pengguna untuk mengirimkan sejumlah uang.

“Tren ini didorong oleh otomatisasi beberapa layanan, seperti panggilan otomatis dan pengiriman pesan awal otomatis dengan harapan dapat memicu operasi penipuan manual yang digerakkan oleh manusia. Kami percaya tren ini akan berkembang lebih jauh di masa depan, termasuk produksi dokumen yang disesuaikan dengan korban, gambar, video deep fake, hingga sintesis suara. Ada kemungkinan bahwa akan ada pergeseran kembali dari skema ancaman dengan bantuan komputer (penipuan) ke kejahatan dunia maya murni berdasarkan kompromi lengkap aset digital (akun pengguna, telepon pintar, komputer pribadi). Kami memprediksi bahwa penipuan teknis nan canggih seperti itu kemungkinan mulai terjadi pada tahun 2022,” terangnya.

BACA JUGA:  Waspada Grup Mata-Mata Siber Hantui Asia Tenggara


3.Lebih Banyak Terjadi Pelanggaran Data oleh Penyerang Tak Dikenal

Dengan berkurangnya serangan ransomware yang ditargetkan secara terbuka mengekspos data curian, kita akan melihat munculnya data curian yang diperjual-belikan di pasar gelap.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami mengamati bahwa dalam banyak kasus pelanggaran data, para korban tidak dapat mengidentifikasi penyerang, atau mengetahui bagaimana skema yang menyebabkan data pribadi mereka dicuri. Meskipun selalu ada tantangan untuk mengidentifikasi penyerang dan mencari tahu sumber pelanggaran, persentase kasus tersebut telah meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir mencapai lebih dari 75% menurut penelitian Kaspersky,” jelas Kamluk.

Para ahli dari Kaspersky melihat hal tersebut bukan lagi sekedar tantangan, melainkan juga sinyal yang mendorong para pelaku kejahatan siber pasif untuk meluncurkan ancaman mereka melalui pencurian data dan perdagangan ilegal.

Sehingga, mungkin akan dihadapkan dengan lebih banyak jumlah database yang dicuri, komunikasi internal, dan berbagai detail pribadi yang dicuri dari berbagai perusahaan untuk diperdagangkan di pasar gelap.

  1. Serangan Industri Cryptocurrency dan NFT

Dengan mengamati penyerang canggih dengan sumber daya manusia yang mumpuni, seperti grup Lazarus dan sub-grupnya, BlueNoroff, peneliti Kaspersky menyimpulkan bahwa kita akan dihadapkan dengan gelombang serangan yang lebih signifikan terhadap bisnis cryptocurrency.

Bahkan industri NFT (non-fungible token) yang berkembang tidak luput dari sasaran para pelaku kejahatan siber. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa negara-negara di Asia Tenggara memimpin dalam hal kepemilikan NFT, dengan Filipina menduduki puncak daftar dengan 32% mengatakan mereka memiliki aset digital tersebut.

Di antara 20 negara yang disurvei, Thailand (26,2%) menempati peringkat kedua diikuti oleh Malaysia (23,9%). Vietnam berada di peringkat ke-5 (17,4%) dan Singapura di peringkat 14 (6,8%).

BACA JUGA:  Waspada Penjahat Siber Incar Media QR Code

Selain itu, para ahli dari perusahaan keamanan siber global memperkirakan bahwa serangan ini tidak hanya akan berdampak pada pasar cryptocurrency global tetapi juga harga saham masing-masing perusahaan, yang juga akan dimonetisasi oleh penyerang melalui perdagangan wawasan ilegal pasar saham. (AC)

Tags: waspada kejahatan siber QR Code
Previous Post

Data Pelamar PT Pertamina Diduga Bocor, Ini Sikap Kominfo

Next Post

Telah Hadir Lenovo Smart Clock Essential dengan Alexa Built-in

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intel Integrasikan Agentic AI dengan Intel Xeon 6+, Teknologi Jaringan, dan Sistem AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Termasuk Monitor QD-LED, Ini Deretan Produk Visual Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto