Dari 112 wilayah layanan siaran yang menjadi target Analog Switch Off (ASO) di seluruh Indonesia, terdapat 90 wilayah atau sebanyak 80,63% telah memiliki infrastruktur multipleksing dengan jumlah yang memadai untuk implementasi ASO.
Untuk daerah-daerah pada tahap ASO pertama, persentase kesiapan infrastuktur multipleksing sudah 100%. Sehingga dari sisi infrastruktur untuk ASO tahap pertama sudah siap, yaitu jumlah minimal slot multipleksing yang dibutuhkan untuk menampung peralihan setiap siaran televisi analog telah tersedia.
Demikian jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI dan Rapat Dengar Pendapat dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama LPP TVRI mengenai Pelaksanaan Digitalisasi Penyiaran, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/01/2022).
Sedangkan untuk daerah pada tahap ASO kedua dan ketiga, menurut Menkominfo, seluruh pembangunan infrastruktur ditargetkan akan selesai selambat-lambatnya dua bulan menjelang pelaksanaan masing-masing tahapan ASO.
“Per hari ini, kami mencatat terdapat 291 lembaga penyiaran atau 41,75% dari total Lembaga Penyiaran yang sudah menyediakan siaran secara digital. Sedangkan untuk 406 lembaga penyiaran lainnya akan menyusul dan harus melakukan peralihan ke siaran digital sebelum setiap tahapan ASO yang telah ditentukan,” tegasnya.
Kepada Pimpinan dan Anggota Komisi I DPR RI, Menteri Johnny berharap kolaborasi dan kerjasama antar semua pihak berjalan dengan baik dalam menyukseskan program Analog Switch Off. “Kami tentu berharap bahwa kerjasama yang kuat antara Kementerian Kominfo, LPP, LPS dan lembaga-lembaga penyiaran lokal, secara khusus bersama Komisi I akan membantu kelancaran penyelenggaraan dan penyelesaian Analog Switch Off Indonesia,” tuturnya.
Baca: Terapkan ASO, Pemerintah Bagi 112 Wilayah Layanan Siaran di 341 Daerah
Baca: Lembaga Penyiaran Swasta Jadi Penyelenggara MUX Harus Lewati Uji Laik Operasi
Baca: Tahap Pertama Kebutuhan Set Top Box Terpenuhi, Tahap Kedua dan Ketiga?
Baca: Anggaran Pengadaan Set Top Box Tahap 2 dan 3 untuk Masyarakat Masih Kurang














