ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fortinet ISFWs Lindungi Segmen Jaringan

Ahmad Churi
17 March 2016 | 10:22
rubrik: Digital, Indeks
Fortinet ISFWs Lindungi Segmen Jaringan
Share on FacebookShare on Twitter

foto okeJakarta, Itech- Lanskap ancaman terus berkembang. Metode baru pun berkembang karena beberapa vektor telah terpapar dan ternetralisir. Gelombang ancaman canggih semakin handal menembus perimeter keamanan untuk masuk ke dalam jaringan internal yang tidak terlindungi. Meskipun firewall di bagian tepi bekerja efektif melindungi perbatasan jaringan, namun firewall tepi tersebut tidak dapat membantu bila perimeter keamanan telah ditembus.

Mungkin terdapat kode berbahaya yang terlihat tidak berbahaya selama berbulan-bulan sebelum akhirnya meluncurkan serangan oportunistik pada infrastruktur kritis. Atau bisa juga retasan yang diam-diam menyusup pada data sensitif dan hak kekayaan intelektual. Jika sesuatu berhasil menjangkau interior jaringan, maka jarang ada pengamanan tradisional yang dapat mendeteksi keberadaan atau kegiatan serangan tersebut – apalagi menghentikannya. Inilah alasan mengapa beberapa serangan yang mungkin pernah Anda dengar tidak terdeteksi selama beberapa periode waktu, hingga kerugian yang dialami dapat mencapai angka jutaan dolar.

Semakin meningkatnya ancaman canggih merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan jumlah serangan high profile, hal ini juga memperluas kesempatan untuk lanskap terbaru. Lingkungan jaringan saat ini menjadi sangat kompleks – dan kompleksitas tersebut mendatangkan resiko. Maraknya penggunaan perangkat mobile dan konektivitas wifi menyebakan luasnya penerapan kebijakan BYOD, pergeseran cepat menuju aplikasi berbasis cloud, dan hadirnya Internet of Things (IoT) semakin mengikis perimeter jaringan, sehingga ancaman lebih mudah menyusup masuk ke bagian dalam jaringan.

Jaringan inti dirancang mendatar dan terbuka agar memudahkan kecepatan dan ketangkasan. Kecepatan multi-gigabit yang diperlukan untuk lalu lintas jaringan menyebabkan firewall tradisional menjadi tidak praktis dan juga membuat jenis perimeter keamanan lainnya beroperasi secara internal (satu hal yang pasti, kondisi ini segera menciptakan hambatan). Pada saat yang bersamaan, sebuah jaringan internal yang mendatar dan terbuka meninggalkan segala sesuatu yang disimpan di dalam lingkungan yang relatif tidak aman – termasuk rahasia dagang, data pribadi, aplikasi hak kepemilikan, dan aset sensitif lainnya.

BACA JUGA:  Studi Traveloka Ungkap Pergeseran Tren Pariwisata di Asia Pasifik

Jadi, meskipun firewall tradisional yang memperkuat perlindungan di perbatasan masih penting untuk keamanan jaringan, upaya ini saja tidak cukup untuk perlindungan bagi bisnis, pemerintah, dan organisasi lain di masa kini. Perlu ada upaya tambahan untuk melindungi data dan sistem yang kritis karena upaya serangan semakin banyak terjadi.

Jaringan internal memerlukan jenis keamanan tersendiri, dirancang untuk kebutuhan lingkungan berkecapatan tinggi. Dan ada kebutuhan mendesak untuk memiliki jenis keamanan khusus jaringan internal sebelum jumlah jaringan dan perangkat menjadi terlalu kompleks untuk menempatkan komponen keamanan baru, atau untuk membangun arsitektur keamanan baru.

Munculnya kelas perangkat baru menghilangkan kendala dan batasan terhadap apa yang dapat dilakukan oleh firewall bagi perusahaan. Internal Segmentation Firewalls (ISFWs) dirancang untuk melindungi segmen jaringan dari ancaman yang menembus jaringan internal.

ISFW ditempatkan pada titik-titik strategis di dalam jaringan untuk mengontrol akses atas potensi ancaman terhadap sumber daya penting melalui segmentasi, agar dapat menawarkan visibilitas yang lebih luas pada lalu lintas jaringan dan aliran data, serta membatasi kerusakan dalam hal masuknya serangan. Arsitektur ISFW memberikan performa dan keamanan maksimal, sekaligus menawarkan fleksibilitas untuk ditempatkan di mana saja di dalam perusahaan. ISFW menawarkan cara sederhana untuk mengelola seluruh kebijakan untuk berbagai perangkat dan mengamankan jaringan internal perusahaan.

Sampai saat ini, segmentasi yang efektif masih belum praktis. Dahulu, kinerja, harga dan upaya adalah faktor-faktor yang menjembatani pelaksanaan strategi segmentasi yang baik.

ISFW dapat mengelola segmentasi tradisional “north-south” sekaligus segmentasi “east-west”. Karena ketika ISFW diletakan dalam sebuah jaringan, ia dapat fokus untuk melihat dan mendeteksi hal-hal yang melintasi bagian internal jaringan perusahaan. Para peretas berupaya untuk mencari lokasi aset dan data yang berharga, menyebarkan upayanya dari satu host ke host lain terkompromi. ISFW dapat mengsegmentasi jaringan internal dan membatasi pergerakan lateral dan penyebaran kode berbahaya.

BACA JUGA:  Fortinet: Kejahatan Siber Berbasis AI Dorong Kenaikan 389% Korban Ransomware

ISFW juga dapat mengelola seluruh kebijakan untuk berbagai perangkat, sehingga dapat melindungi keamanan jaringan perusahaan. Berbagai tingkatan visibilitas, kontrol dan mitigasi dapat dimanfaatkan di beberapa tempat di dalam jaringan. Serupa dengan firewall bagian tepi, tidak semua kebijakan ISFW membutuhkan level inspeksi yang sama. Kemampuan untuk menempatkan perlindungan dimana saja di tempat yang Anda inginkan adalah salah satu manfaat terbesar dari ISFW.

Dengan lebih banyaknya titik penegakan keamanan di dalam jaringan, manajemen perangkat, maka manajemen kebijakan juga menjadi semakin penting. Segmentasi berbasis – kebijakan mengontrol akses ke jaringan, aplikasi dan sumber daya dengan otomatis menghubungkan identitas pengguna dengan kebijakan keamanan yang membatasi vektor serangan potensial dan ancaman yang dibawa oleh pengguna tersebut.

Identitas pengguna dapat didefinsikan sebagai serangkaian atribut – seperti lokasi fisik, jenis perangkat yang digunakan untuk mengakses jaringan, atau aplikasi yang digunakan. Penegakan kebijakan keamanan harus secara otomatis mengikuti identitas pengguna karena konteksnya akan terus mengalami perubahan yang dinamis.

Asosiasi antara profil pengguna dimana kebijakan keamanan khusus diberlakukan harus tejadi sedekat mungkin dengan sumber atau akses poin. Oleh karena itu, seluruh firewall yang digunakan pada berbagai tingkat organisasi harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi pengguna secara dinamis, dan memberlakukan kebijakan yang tepat di seluruh organisasi. Akibatnya, seluruh infrastruktur firewall berubah menjadi bahan segmentasi pengendali-kebijakan yang cerdas.

Untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana solusi ISFW dapat membantu memecahkan masalah dan mengamankan jaringan di era saat ini, silahkan merujuk kepada white paper teknis kami yang berjudul Security Where You Need It, When You Need It. White paper ini mengulas pendekatan rancangan dan referensi arsitektur untuk mengimplementasikan strategi ISFW di perusahaan Anda. (red/ju)

BACA JUGA:  Multipolar Technology Tawarkan Lembaga Pendidikan Solusi Halau Kejahatan Siber
Tags: Fortinet
Previous Post

Aplikasi varietas padi 3S Hasil Inovasi IPB

Next Post

Ciptakan Game Berbasis VR Lewat ajang Lenovo VRC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Load More

TERPOPULER

  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Hadirkan Layanan Car EV di Jabodetabek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Honda & Sony Jalin Kerjasama Perkuat Penjualan Kendaraan Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX 50 Series Goes To Campus, Dorong Kreatifitas Mahasiswa Kembangkan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto