Jakata, Itech- Sebagai bentuk kemitraan dan kerjasama terhadap pendanaan riset dan inovasi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bersama Pemerintah Inggris meresmikan UK-Indonesia Science & Technology Fund. Inggris melalui British Council memberikan dana USD2 juta guna mendukung program riset tersebut.
Sedangkan target yang diharapkan pada UK-Indonesia Science & Technology Fund adalah bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga inovasi.Selain pendanaan kegiatan riset, UK-Indonesia Science & Technology Fund juga mengalokasikan pendanaan untuk peningkatan kapasitas di bidang riset dan inovasi dalam bentuk pelatihan, lokakarya, dan pertukaran peneliti.
Menristekdikti, Mohamad Nasir mengungkapkan, kemitraan antara Inggris dan Indonesia bertujuan membawa kegiatan riset Tanah Air di tataran internasional, sekaligus memperkuat peran sains dan teknologi dalam menunjang pembangunan ekonomi. Selain itu, juga sebagai tindak lanjut terhadap MoU Indonesia-Inggris, khusunya di bidang pengembangan riset dan inovasi.
Dalam peluncuran tersebut, terdapat tujuh kemitraan riset yang mendapat dana hibah Institutional Links, serta lima institusi pada pendanaan bidang Researcher Links.
Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik pada kesempatan yang sama mengatakan pemerintahan Inggris berkomitmen untuk menganggarkan 10 juta poundsterling sampai 2021 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan penguatan riset dan inovasi di Indonesia.
“Inggris memiliki budaya riset dan inovasi yang sudah mengakar. Sementara Indonesia memiliki potensi penelitian yang besar,” tuturnya. Untuk itu, lanjut Moazzam, program ini juga dimaksudkan sebagai pemerkuat hubungan peneliti Indonesia dan Inggris supaya bisa membuat inovasi bersama sehingga merupakan kemitraan dan kerjasama antarkedua Negara.n”Saya harap kerjasama ini mampu memberikan dampak signifikan pada pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan berbasis sains dan teknologi,” pungkas Moazzam.(red)














