Saat ini Indonesia kini telah memasuki era digital yang diwarnai perkembangan teknologi yang pesat. Hal itu telah membawa perubahan yang signifikan dalam setiap sisi kehidupan masyarakat, umat manusia.
“Termasuk didalamnya pengembangan ilmu dan pengetahuan, sosial bermasyarakat dan kehidupan beragama. Perubahan yang masif ini tentu menuntut kita untuk memiliki perspektif baru yang kreatif, yang inovatif, dan produktif,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate a usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kyai Haji Yahya Cholil Staquf dan KH Mustofa Bisri dalam Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2022, di Yuan Garden Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (20/05/2022).
Menkominfo pun mendorong PBNU untuk aktif memanfaatkan paket kebijakan dalam akselerasi transformasi digital yang meliputi pembangunan infrastruktur, pengembangan sumberdaya manusia, usaha mikro kecil dan menegah serta aplikasi untuk pendidikan. Lebih dari itu, Menteri Johnny mendorong semua pihak untuk ikut aktif dalam kerja kolaboratif dalam mewujudkan ekosistem digital yang solid.
Guna menyambut perubahan teknologi digital, Pemerintah berupaya melakukan akselerasi transformasi digital di Indonesia melalui berbagai paket kebijakan seperti infrastruktur digital hulu, infrastruktur digital hilir, e-Commerce dan lain sebagainya.
“Pemerintah telah melaksanakan dan membangun High Throughput Satellite, satu satelit besar, berukuran twin (kembar), 2 x 150 Gbps yang diletakkan dengan jarak 36.000 KM di angkasa. HTS itu nantinya akan melayani 150.000 titik layanan pemerintahan,” jelas Menkominfo.
“Termasuk di dalamnya 93.700 sekolah. Massa dalam jumlah sebesar itu NU tidak kebagian? Tetapi tentu saya harapkan hal-hal yang teknis, detail, spesifik, itu perlu betul-betul dielaborasi. Mari kita usakan bersama-sama secara serius, dimana pada tahun ini kami masih mengumpulkan usulan dari Kementerian kementerian/lembaga dan diharapkan akses internet tersebut dapat on air pada tahun 2023,” kata Menkominfo.
Keahlian dan Aplikasi Digital
Menkominfo juga mengharapkan kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia bidang digital khususnya di tingkat dasar. Secara khusus, Menteri Johnny mengharapkan peran NU untuk bersama-sama melaksanakan kolaborasi melalui Gerakan Nasional Literasi Digital.
“Program GNLD ini mencakup 4 kurikulum kecakapan yakni kecakapan digital, budaya digital, etika digital, serta keamanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh para santri dan warga NU pada umumnya,” jelasnya.
Melalui program GNLD, Pemerintah juga menyasar dan menargetkan untuk mengajak 64 juta UMKM dan Ultra Mikro nasional untuk ikut ambil bagian dalam pengembangan ekonomi digital.
“Termasuk nanti ada 10.000 UMKM yang akan dibangun oleh NU untuk digitally onboarding, scale up, dibangun tidak saja untuk subtitusi impor di dalam negeri,” ujar Menkominfo.
Menkominfo menyatakan untuk pengembangan sumberdaya manusia bidang digital tingkat menengah ada program Digital Talent Scholarship yang menyediakan pelatihan jenjang keahlian level sedang yang mencakup tema-tema pelatihan seperti Artificial Intelligent, Big Data Analytics, Cloud Computing, Coding, Machine Learning, dan Cyber Security.
Menteri Johnny mengharapkan pelatihan itu bisa dimanfaatkan oleh para santri, tenaga pendidikan pesantren dan para penyuluh agama di bawah naungan NU.
Sedangkan di tingkat kecakapan mahir, Menteri Johnny menyatakan keinginan bisa menjalin kerja sama dengan NU untuk coaching pengembangan berbagai aplikasi digital seperti Tata Surat Digital, Learning Management System dan pengembangan aplikasi lain.
Baca: Kementerian Kominfo Kerja Sama dengan PB Nahdlatul Ulama














