Data dari Kepolisian Republik Indonesia, dikutip dari kominfo.go.id, mengungkap bahwa salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu-lintas di Tanah Air adalah faktor manusia (61%).
Faktor manusia ini pun memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan menyetir dan juga karakter dari pengemudi itu sendiri
Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) dalam acara OLX Autos, di Jakarta, 5/06/2022, menjelaskan bahwa karakter pengemudi merupakan salah satu faktor yang mendorong pengemudi untuk melakukan aggressive driving.
“Pengemudi dengan sifat agresif seperti ini dapat menciptakan pertikaian di jalan, dan juga bisa menjadi pemicu atau penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya, dalam keterangan tertulis, 08/06/2022.
Lebih lanjut Sony pun membagikan ciri-ciri dari seorang aggressive driver sebagai berikut:
Pindah lajur asal-asalan: Seorang aggressive driver selalu menginginkan perjalanannya untuk terus berjalan tanpa ada halangan macet. Pada saat lajur yang diikuti oleh sang pengemudi melambat, seorang aggressive driver kerap akan memilih untuk langsung memindah lajurnya dan biasanya langsung berpindah tanpa mengikuti aturan berpindah lajur yang baik dan benar.
Tidak Toleran dengan pengguna jalan: Seorang aggressive driver biasanya memiliki sifat egois yang lebih tinggi dan selalu ingin menang sendiri pada saat di jalan. Bentuk-bentuk dari keegoisan ini seperti tidak mau memberi kesempatan pengemudi lain untuk berpindah atau masuk ke lajur jalan dan menggunakan bahu jalan tol agar tidak terjebak macet.
Akselerasi kasar dan lebih memilih untuk menghindar daripada menginjak rem: pengemudi yang agresif akan melakukan akselerasi yang kasar dimana mereka tidak mempedulikan jarak aman antar kendaraan dan oleh karena akselerasinya yang tidak teratur, pengemudi agresif akan lebih memilih untuk menghindar jika kendaraan di depannya melamban. Hal ini sangat membahayakan para pengemudi lainnya.
Overspeeding: seorang aggressive driver kerap untuk berkendara dengan kecepatan yang melebihi batas kecepatan yang ada terutama di jalan tol. Digabungkan dengan sifat-sifat lainnya, hal ini akan sangat meningkatkan resiko terjadinya sebuah kecelakaan lalu lintas.
Lalu apa yang harus kita lakukan jika menemui seorang aggressive driver? Sony menyarankankan bahwa yang paling penting adalah untuk tidak terpancing oleh pengemudi tersebut dan selalu memilih untuk menjauh atau mengalah dari pengemudi tersebut.
“Ini agar kita juga bisa mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang dapat menimpa kita ataupun pengemudi lainnya,” harapnya.














