Jakarta, ItWorks- Di tengah pandemi covid-19, jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat dan industri secara maksimal, serta bertanggungjawab penuh dalam mengelola dan menjaga keuangan negara.
Optimalisasi ini bisa terwujud berkat akselerasi implementasi teknologi informasi (TI) sebagai tuntutan adaptasi pola kerja baru. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi justru menjadi kesempatan untuk mengubah cara kerja menjadi berbasis output dan hasil yang maksimal dengan memanfaatkan teknologi digital.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja Jajaran Kementerian dengan Komisi XI DPR RI, (08/09/2022), di Jakarta. Menkeu menyebut bahwa Kementerian Keuangan dengan cepat dapat mengakselerasi adaptasi pola kerja baru. Pandemi justru menjadi kesempatan untuk mengubah cara kerja.
“Tadinya Kemenkeu memang sudah mulai mendesain sebuah pola kerja baru dengan transformasi teknologi digital. Namun, waktu itu timeline-nya sebetulnya dalam waktu di atas 3 (tiga) tahun. Begitu pandemi itu, kita dipaksa berubah hanya dalam waktu beberapa hari untuk masuk ke dalam perubahan cara kerja kita, dari mulai hybrid working, activity based workplace, co-working space, satelite office, itu kita bangun sehingga fungsi-fungsi Kementerian Keuangan tidak terdisrupsi meskipun cara kerjanya berbeda namun result dan outputnya tetap,” terangnya, dilansir pada portal web Kemenkeu.
Menkeu mengatakan bahwa dari 33 unit kerja di tahun 2020 yang menggunakan activity based workplace, meningkat menjadi 84 unit di tahun 2021. Sementara untuk tahun 2023 mendatang diperkirakan akan meningkat menjadi 231 unit, dan meningkat lagi 178 unit di tahun 2024. “Co-working space kita sudah bangun 2 unit kerja (tahun 2020), sekarang sudah meningkat ke 21 unit kerja (tahun 2021. Kita meng-establish satelite office yang bisa dipakai oleh unit eselon I mana saja, tahap 1 (1 unit) dilakukan tahun 2020 dan 3 unit dibangun di tahun 2021,” lanjut Menkeu Sri Mulyani.
Menurutnya, cara atau pola kerja baru ini sangat mengandalkan penggunaan teknologi digital. Saat ini, Kemenkeu sudah menggunakan digitalisasi mulai dari naskah dinas, presensi pegawai, aplikasi untuk pengisian tugas/pekerjaan, serta penggunaan email dan drive Kemenkeu. “Itu semua ada dalam aplikasi office automation Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Dengan pola baru ini lanjutnya, mampu meningkatkan produktivitas namun cost-nya bisa terjaga karena mengandalkan banyak sekali teknologi. Mulai rapat, sharing file hingga dalam pembahasan dan cara kerja lainnya yang kolaboratif dengan dukungan sistem TI. (AC)














