Layanan pesan antar makanan online atau online food delivery (OFD) di proyeksikan tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia pasca pandemi COVID-19, sehingga industri OFD di tanah air akan terus bertumbuh.
Demikian salah satu hasil riset bertajuk “Survei Persepsi & Perilaku Konsumsi Online Food Delivery (OFD) di Indonesia” yang dilakukan oleh Tenggara Strategics Tenggara Strategics, badan riset bagian dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Universitas Prasetiya Mulya.
Riset digelar guna mendalami perilaku konsumen Indonesia dalam menggunakan layanan OFD. Berdasarkan riset tersebut, Tenggara Strategics juga melaporkan bahwa di tengah pandemi COVID-19, GoFood adalah pemimpin layanan pesan antar makanan di Indonesia dengan nilai transaksi terbesar.
Pada 2021, Tenggara mengestimasi nilai transaksi pesan-antar makanan (GMV) yang terjadi di sektor OFD sebesar Rp 78.4 triliun, dan nilai transaksi di platform GoFood – bagian dari ekosistem GoTo, menurut hitungan Tenggara mencapai Rp 30,65 triliun atau lebih tinggi dari penyedia layanan OFD lainnya seperti GrabFood dan Shopee Food.
Dalam rilisnya, Rabu (15/06/2022), Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics mengutarakan bahwa layanan pesan-antar makanan secara online atau online food delivery merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital dan penggerak perekonomian di tengah masyarakat. Di tengah pandemi, layanan OFD terbukti menjadi penyelamat masyarakat yang harus beraktivitas dari rumah dan penyelamat UMKM untuk bisa tetap berbisnis.
“Kami kemudian melakukan riset untuk mengetahui, apakah pasca pandemi layanan OFD akan tetap diminati mengingat ada perubahan perilaku di mana masyarakat sudah mulai kembali bekerja di kantor, beraktivitas di luar rumah serta adanya relaksasi regulasi dalam bepergian. Jawaban yang kami dapat dari riset ini adalah masyarakat tetap meminati layanan OFD karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan,” jelasnya.
Menanggapi hasil penelitian ini, Dr. Handyanto Widjojo selaku Research Fellow, Tenggara Strategics mengatakan, sekalipun penelitian dilakukan di masa pandemi, beberapa hal yang tadi disebutkan seperti kenyamanan dan kemudahan, diperkirakan akan tetap menjadi pertimbangan konsumen di periode berikutnya karena kebiasaan tersebut sudah terbentuk, apalagi untuk hal yang ada hubungannya dengan makanan.
Adapun, riset mengenai layanan OFD ini menggunakan metode wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih, dengan jumlah responden mencapai 1200 yang tersebar di enam kota yang dilakukan pada 10 hingga 14 Januari 2022. Riset juga memiliki tingkat kepercayaan 95%, dengan batas kesalahan atau MoE +/- 2.8%.
Baca: Wajar, Saling Untung Jadi Model Kerja Sama di Industri Pesan-antar Makanan Online
Baca: Ini 2 Fokus Komunitas Partner GoFood Bantu UMKM Kuliner














