Lima BUMN holding industri pertahanan DEFEND ID yaitu PT Len Industri (Persero), PT Dahana, PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia melaksanakan rapat koordinasi (rakor) pertama yang dihadiri seluruh direksi, setelah diresmikan pada April 2022 lalu oleh Presiden Joko Widodo.
Rapat dilakukan untuk mendalami sinergi merealisasikan program strategis DEFEND ID yang dilakukan oleh empat tim integrasi, yaitu tim integrasi keuangan, manajemen risiko, SDM dan general fuction; tim integrasi marketing dan kerja sama; tim Integrasi operasi di bidang manufaktur dan proses bisnis; dan tim integrasi di bidang IT, teknologi, kualifikasi & sertifikasi SDM, supply chain.
“Industri pertahanan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kekuatan pertahanan negara, terlebih dalam era modern seperti sekarang ini,” ujar Wakil Menteri Pertahanan RI M. Herindra, dalam keterangannya, Rabu, 29/06/2022.
Direktur Utama Len Bobby Rasyidin dalam sambutannya mengatakan bahwa agenda rakor ini untuk berdiskusi bagaimana melakukan langkah konkret terhadap delapan program strategis DEFEND ID, antara lain meningkatkan EBITDA holding secara fundamental, serta memperbaiki cashflow agar dapat landing di akhir tahun sesuai RKAP.
Ia mengungkapkan bahwa kontrak on-hand Defend ID sudah mencapai Rp 48,7 triliun. Sehingga tantangannya saat ini adalah mempercepat delivery produk dengan tepat waktu.
“Len dan DI kini telah selesai melakukan program restrukturisasi utang perbankan, diikuti PAL yang masih dalam proses. DEFEND ID juga akan melakukan restrukturisasi keuangan holding DEFEND ID. Juga terdapat dari potensi kontrak yang sinergi dan beririsan antar anggota holding yang nilainya bisa mencapai Rp 15,6 triliun,” imbuhnya.
Nilai kotrak tersebut meliputi motor listrik, kendaraan Anoa, ICCS Kavaleri, Radar GCI, prasarana perkeretaapian, refurbishment KRI Sigma & Bung Tomo, kapal LPD (Landing Platform Dock), Datalink TNI AU, drilling & blasting service, pengembangan sistem rudal nasional, roket R-Han 122B, reverse engineering rudal, dll.
Program strategis DEFEND ID ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia perlu melakukan penguatan pertahanan dengan alutsista yang modern dan bersandar pada kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Hadir rakor tersebut Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur Kementerian BUMN Liliek Mayasari secara online. Serta lima direktur utama yaitu, Direktur Utama Len Bobby Rasyidin, Direktur Utama Dahana Wildan Widarman, Direktur Utama Pindad Abraham Mose, Direktur Utama DI Gita Amperiawan, Direktur Utama PAL Kaharuddin Djenod, jajaran Direksi DEFEND ID, serta tim Keasdepan Industri Manufaktur Kementerian BUMN.
Baca: PT Len Mulai Produksi Ventilator Rancangan BPPT dan ITB
Baca: PT Pindad Adakan Kelas Kreatif BUMN untuk Edukasi Industri 4.0
Baca: BUMN Sektor Pertahanan, Pindad dan PT DI Produksi Ventilator














