Jakarta, Itech- Dalam rangka peningkatan kualitas layanan publik sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merancang rekayasa identifikasi elektronik yang terwujud dalam inovasi Otoritas Sertifikat (CA) digital berserver lokal.
“Tujuan CA tak lain adalah untuk pengamanan data, serta informasi dalam transaksi elektronik yang terjadi melalui jaringan internet publik,” ujar Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) BPPT, Hammam Riza,dalam pemaparannya di acara media gathering di Gedung BPPT, Jakarta, (19/4)
Hammam melanjutkan inovasi CA dapat digunakan secara nasional dan dioperasikan oleh lembaga pemerintah yang berkompeten di bidang infrastruktur TIK dan keamanan cyber. “Dengan begitu maka kementerian teknis dapat fokus pada proses bisnis layanan publik yang menjadi wewenangnya. Publik pun akan merasa tenang dalam mengakses internet setiap layanan pemerintah maupun swasta,” kata Hammam.
Sementara itu, Herry Abdul Aziz, perekayasa TIK BPPT, menuturkan bahwa saat ini inovasi CA yang dibuat oleh BPPT adalah yang pertama di Indonesia, meskipun novasi CA masih dalam tahap audit oleh Kementerian Kominfo. “Secara resmi dari Kominfo belum dapat pengakuan, tapi Kominfo memberi wewenang BPPT untuk mengelola CA,” ujar Herry.
Ditempat yang sama, BPPT juga telah berhasil megembangkan teknologi navigasi pemantauan di bandara, ADS-B. Teknologi ini mampu memantau pergerakan pesawat dan kendaraan bergerak lainnya di bandara, baik ketika pesawat sedang melakukan approach pendaratan, ketika sudah mendarat, maupun ketika bergerak di sekitar terminal.
“Inovasi tersebut telah mencapai desain purwarupa dan akan uji fungsi di lapangan dan laboratorium sebagai bagian dari proses sertifikasi,” tambah Hammam seraya menambahkan, teknologi ADS-B ini telah dipasang di Bandara Semarang sejak 2012 dan di Bandung pada 2014. (red/ju)














