PT Solusi Sinergi Digital Tbk (kode saham: WIFI), juga dikenal dengan nama Surge, berhasil meraih pertumbuhan pendapatan selama semester I-2022. Mengutip laporan keuangan perseroan, pendapatan WIFI naik tipis 2,6% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 205,55 miliar per Juni lalu.
Pendapatan usaha tersebut berasal dari pendapatan produk digital yang berkontribusi sebesar Rp 141,44 miliar dari total pendapatan selama enam bulan pertama 2022. Kemudian dari pendapatan periklanan dan telekomunikasi yang masing-masing senilai Rp 61,09 miliar dan Rp 3,07 miliar.
“Pertumbuhan kinerja perseroan di tahun 2022 masih didukung dari sektor bisnis periklanan dan produk digital. Pihaknya menyebut, pertumbuhan bisnis tersebut mulai nampak di kuartal kedua tahun ini dengan perbandingan dari kuartal sebelumnya,” jelas Corporate Secretary Solusi Sinergi Digital Gilman Pradana, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media nasional, Jumat, 09 September 2022.
“Pendapatan dari produk digital di kuartal II-2022 tumbuh 294% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan pendapatan lini bisnis periklanan tumbuh 57% dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba perseroan tumbuh 436% dibandingkan kuartal sebelumnya,” imbuhnya.
Baca: Dipimpin Surge, Grupin Umumkan Pendanaan Sebesar Rp42 Miliar
Lebih lanjut dijelaskan Gilman bahwa WIFI juga tercatat mendapatkan pendapatan dari bisnis telekomunikasi pada semester pertama lalu. Di mana, pada semester pertama tahun sebelumnya perseroan belum meraih kontribusi dari segmen bisnis tersebut.
“Pendapatan dari segmen telekomunikasi dikontribusikan dari jaringan fiber optik yang sudah mulai beroperasi sejak kuartal II-2022, baik pada penjualan bandwidth kepada ISP (internet service provider) maupun pendapatan penyewaan core serat optik,” ungkapnya.
Hasil positif tersebut, menurut Gilman, membuat WIFI melihat peluang besar dari segmen telekomunikasi atau konektivitas sebagai penopang pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.
“Perseroan tidak hanya bertumpu kepada bisnis penjualan bandwidth dan penyewaan core, tetapi perseroan juga telah mengembangkan Edge Data Center di berbagai lokasi dan perseroan juga sudah memulai Joint Operation untuk Content Delivery Network (CDN) untuk pengembangan ekosistem digital Indonesia ke depan,” tuturnya.
Berikutnya, infrastruktur konektivitas juga akan turut mendukung sinergi pertumbuhan pendapatan pada segmen periklanan dan produk digital perseroan.
WIFI tercatat membukukan laba neto tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 17,63 miliar per semester I-2022. Angka ini turun tipis dari sebelumnya Rp 17,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, PT. Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) didirikan dengan nama PT. Lucaffe Indonesia pada tanggal 6 September 2012. Perusahaan bergerak dalam bidang periklanan dan sebagai perusahaan holding yang melakukan investasi dalam bidang periklanan, produk dan layanan digital, dan jaringan serat optik melalui anak usahanya.
Baca: BNI Gandeng Surge Salurkan KUR bagi UMKM di Seluruh Jawa














