
Jakarta, Itech- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah memasang enam Radiation Portal Monitor (RPM) di Pelabuhan Belawan, Bitung, Makasar, Tanjung Priok, Batu Ampar (Batan) dan Tanjung Perak, serta Bandara Soekarno Hatta.
Pemasangan RPM di seluruh pelabuhan internasional tersebut sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan zat radioaktif atau nuklir masuk dan keluar wilayah Indonesia secara ilegal.
“Saat ini, Bapeten sedang memasang RPM di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang yang rencananya akan diresmikan pada Juli mendatang. Selain itu, Bapeten akan memasang RPM di lingkungan Istana Negara yang juga direalisasikan pada Juli mendatang. Perangkat tersebut akan bisa mendeteksi nuklir dan zat radioaktif,” kata Deputi Perizinan dan Inspeksi Bapeten, Khoirul Huda di sela-sela Konferensi Informasi Pengawasan (Korinwas) BAPETEN dengan topik “Membangun Sinergi Sistem Keamanan Nuklir Nasional untuk Menghadapi Aksi Kriminal dan Terorisme yang Melibatkan Zat Radioaktif dan Bahan Nuklir” di Jakarta (12/5).
Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto, mengatakan, pemasangan RPM memiliki kelebihan. Dibandingkan mesin pemindai menggunakan X-Ray yang hanya bisa melihat barang dalam isi kemasan, namun dengan RPM bisa mengungkap adanya bahan radioaktif atau nuklir. Kondisi ini membuat banyak daerah di Indonesia yang belum terpasang RPM, rentan terhadap bahaya nuklir karena bahan radioaktif tidak bisa dilihat. (red/ju)














