Jakarta, Itech- General Elektric salah perusahaan Global yang berbasis di Amerika yang biasa kita kenal dengan GE, merupakan mitra industri pada sector Energi, Transportasi, Aviasi dan Kesehatan. GE sebagai perusahaan dunia yang unggul serta inovasi dalam penyediaan berbagai kebutuhan dalam seluruh kepembangkitan tenaga listrik baik itu dalam teknologi gas (PLTGU), air(PLTA-Hidro), angin (PLTB), matahari (solar), maupun dalam biomassa (sampah) dan panas bumi (PLTPB).
Inovasi GE tidak hanya membangun pembangkit dan boiler yang unggul dengan teknologi akan tetapi GE memberikan solusi kepada operator pembangkit listrik dalam menekan biaya operasional, menekan resiko seminimal mungkin.
Teknologi Predix yang ditawarkan kepada seluruh operator kepembangkitan listrik ini lebih berbasiskan kepada keungulan teknologi digital Information Commucation Technology (ICT), dimana pengoperasian pembangkit listrik memanfaatkan big data cloud yang berbasiskan pengoperasian dengan aplikasi internet.
Predix yang ditawarkan GE ini akam memberikan solusi kepada seluruh operator pembangkit listrik dapat menghemat biaya operasional, meningkatkan kemampuan peningkatan kinerja asset, optimalisasi opersional dan bisnis serta system pengendalian yang lebih mutakhir dan cerdas. Predix juga menyediakan perlindungan yang dirancang untuk mengevaluasi kesengan system, mendeteksi kelemahan dan melindungi infrastruktur penting sesuai dengan peraturan keamanan siber.
CEO GE Indonesia Handry Satriago, menyatakan kepada insan pers di Jakarta, Kamis, (12/5), pada tahun 2014 yang lalu melalui pengunaan solusi pembangkit listrik digital Predix GE ini dapat menghemat biaya operasional operator pembangkit listrik sebesar USD 70 juta dalam setahun melalui kemampuan prediktif. Dapat mendeteksi kerusakan lebih awal, perangkat lunak analisis Predix GE telah berhasil menghemat biaya sekaligus mengoptimalkan kinerja asset, tegas Handry. /albarsah













