Banyak perusahaan semakin dimintai pertanggungjawabannya agar mencapai target nol emisi karbon untuk memenuhi harapan para pemangku kepentingan, klien, pemegang saham, investor institusi, karyawan, mitra bisnis, dan komunitas.
Dalam satu survei terkini, 58% perusahaan Fortune 500 berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca dan menargetkan nol emisi karbon pada 2050 atau lebih cepat. Mereka yang berkomitmen pada target tersebut sering dihadapkan dengan tantangan tambahan berupa kekurangan sumber daya dan kekurangan dana, atau tidak dapat secara konsisten menangkap data yang akurat sesuai dengan target.
Selain itu, McKinsey telah memperkirakan bahwa dibutuhkan US$ 9,2 triliun dari agregat biaya modal tahunan yang diperlukan untuk mencapai target nol emisi karbon tahun 2050.
Menanggapi tantangan ini, NTT Ltd., perusahaan infrastruktur dan layanan TI global, mengumumkan penawaran inovatif Net-Zero Action full-stack. Solusi yang berfokus pada iklim ini memanfaatkan infrastruktur dan kemampuan layanan NTT yang luas untuk membantu klien mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan bisnis.
“Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan penawaran Sustainability as a Service full-stack pertama di industri pada saat industri mencari cara yang efektif untuk memenuhi komitmen mereka dalam mencapai target nol emisi karbon,” kata Devin Yaung, Group Senior Vice President of Enterprise IoT Products and Services at NTT Ltd, dalam rilis 28/09/2022.
Arsitektur Sustainability as a Service full-stack pertama di industri ini menggabungkan teknologi yang dapat diperluas dan memanfaatkan sederet solusi NTT meliputi IoT, Private 5G, Komputasi Edge, Platform NTT Smart Solutions, Digital Twins, dan Machine Learning.
Penawaran full-stack bersama layanan konsultasi dirancang dapat disesuaikan berdasarkan target nol emisi karbon serta jejak produksi karbon rantai pasokan.
Teknologi ini membantu perusahaan membangun gambaran komprehensif tentang status target iklim dengan merampingkan pemantauan, pengukuran, dan pelaporan emisi serta mempercepat waktu respons insiden untuk mengetahui akar penyebab masalah. Semua ini berlaku untuk industri seperti manufaktur, transportasi dan logistik, serta penyedia layanan kesehatan.














