PT Xynexis International diketahui merupakan salah satu perusahaan lokal yang bergerak di layanan cyber security. Establish sejak tahun 2003, Xynexis pun menegaskan bahwa perusahaan ini merupakan pioner di industri cyber security Tanah Air.
“Jadi, dari 2003 kita membangun perusahaan cyber security di Indonesia, yang kala itu memang fokus terhadap jasa keamanan siber/digital atau Information Security, waktu itu untuk lokalnya hanya Xynexis,” ujar Eva Noor, SEO PT Xynexis International saat sesi penjurian Top Digital Awards 2022 yang digelar secara virtual, Senin (10/10/2022).
Bila saat ini layanan keamanan siber sudah menjadi kebutuhan, di mana banyak perusahaan yang sudah aware dengan pentingnya hal tersebut, beda kondisinya pada tahun 2003, di mana Xynexis mulai mengawali langkahnya. Tak heran bila, pada saat awal berdirinya perusahaan, Xynexis sempat mengalami kesulitan untuk menjual layanannya.
“Xynesis sendiri pada waktu itu kesulitan sekali untuk penetrasi pasar. Karena orang belum kenal, boro-boro ngomongin cyber security,” ujar Eva Noor.
Kendati demikian, Eva Noor merasa bersyukur sekali di mana pada waktu di awal-awal bisnisnya, Xynexis berhasil mengedukasi pasar/industri dan juga memberi advice kepada pemerintahan untuk membangun keamanan siber di Indonesia. ”Jadi, karena kita termasuk early adopter, jadi kita dapat kesempatan untuk itu,” singkatnya.
Pada presentasi penjurian TOP Digital Awards 2022 ini, Xynexis mengangkat tema ‘A year of transformation to enable growth’. Dipilihnya tema ini oleh Xynexis tak lepas dari 2022 yang disebut Eva Noor sebagai tahun yang unpredictable, yang diliputi oleh krisis ekonomi global dan terjadi perang juga di sisi geo-politiknya.
”Kombinasi ini membuat semua semangat strategi yang kita buat di tahun 2021 ternyata tidak bisa semuanya kita implementasikan di 2022. Jadi, transformasi itu harus terus dilakukan bukan hanya digital transformasinya saja, tetapi secara keseluruhan harus dilakukan terus menerus, mengingat dunia ini sekarang tidak jelas. Jadi, kitaharus tetapi bisa beradaptasi cepat. Jadi, ini tema yang dipilih oleh Xynexis untuk merefleksikan tahun 2022,” jelasnya.
Cyber Security adalah Aset
Masih dari paparannya, Eva Noor mengungkap sebuah sorotan menarik seputar keamanan siber dengan mengatakan bahwa ‘cyber security is as an asset for society’.
“Kenapa saya highlight, karena di tahun 2022 ini kita dibombardir dengan berita kebocoran data. Hampir tiap hari ada saja berita kebocoran data. Terus dengan fenomena hacker yang mempublish data-data pejabat di Indonesia. Walaupun kita tidak tahu tujuannya untuk apa, tapi data-data tersebut ter-publish di internet/dunia maya,” ungkapnya.
Eva Noor menilai bahwa fenomena yang terjadi saat ini seperti munculnya hacker seperti Bjorka, sejatinya sudah terjadi jauh sebelum fenomena itu terjadi. Hanya saja, fenomena yang baru-baru ini muncul itu terjadi lantaran data yang bocorkan adalah data pejabat, bukan data rakyat biasa.
”Inilah kenapa saya menjadi concern sekali, baik untuk Xynexis maupun saya pribadi bahwa cyber security itu aset untuk society, untuk masyarakat kita. Dan Covid-19 ini membuat semua ke arah digital, mau tidak mau data kita itu tersimpan di sistem digital di berbagai perusahaan, berbagai aplikasi, berbagai solusi yang kita gunakan untuk mempermudah kehidupan kita masa pandemi kemarin. Jadi, data kita sudah masuk ke sana,” tandasnya.
Lebih lanjut Eva Noor mengatakan bahwa dirinya sangat percaya bahwa data pribadi itu adalah hak asasi. Dia pun merasa miris di tengah banyaknya perusahaan menjual layanan cyber security, namun masih saja ada orang atau perusahaan yang belum mengerti bahwa data pribadi user (pengguna) merupakan hak asasi si pemilik data tersebut.
”Jadi, di sini Xynexis berusaha sekali bagaimana supaya kita tidak hanya mengedukasi perusahaan-perusahaan atau institusinya, tetapi kita juga mengedukasi masyarakatnya dan society-nya,” ujarnya.
Seiring dengan itulah, setelah berdiri di tahun 2003, pada tahun 2010 Xynexis berekspansi dan memiliki layanan Security Operation Center (SOC) dan Managed Service dengan nama NOOSC Security Operation Centre. Tidak berhenti di tahun 2010 saja, Xynexis juga sudah melakukan banyak hal di industri keamanan siber.
100% Didukung Talenta Lokal
Menjalankan bisnis di ranah cyber security, Xynexis memiliki visi menjadi perusahaan cyber security yang dominan di Indonesia. Bukan tanpa alasan, tekad Xynexis yang ingin dominan di pasar Tanah Air, didorong oleh keyakinan bahwa yang namanya cyber security harus ada rasa kepemilikan.
”Jadi, kalau kita berbicara cyber security di ranah Indonesia, tentunya Xynexis adalah perusahaan yang 100% dimiliki oleh lokal. Dan kenapa ini penting sekali, karena kalau kita lihat (umpamanya) perang di Ukraina dan Rusia, mereka tidak hanya perang fisik saja, tapi perang cyber nya pun terjadi,” ujar Eva Noor.
“Bayangkan kalau itu terjadi di Indonesia, apa yang terjadi, kita minta tolong sama siapa. Jadi, Xynexis itu merasa ingin harus jadi dominan, karena kita ingin bukan hanya perusahaan-perusahaannya saja yang mengerti security, tapi masyarakatnya juga harus mengerti, punya risk mindset, kalau ada hal itu terjadi, apa yang harus kita lakukan,” lanjutnya.
Hal penting lain yang juga disoroti oleh Xynexis adalah mengenai talen, di mana disebutkan bahwa talent merupakan salah satu masalah yang juga dihadapi di industri ini. “Karena kita kekurangan talent khususnya untuk cyber security. Dan saya yakin untuk di teknologi IT kita juga kekurangan. Jadi, kita ingin jadi dominan karena kita sudah jadi early adopter di sisi ini dan kita ingin menjadi dominan sebagai perusahaan lokal yang memang 100% orang Indonesia di bidang ini,” jelasnya.
Layanan Lengkap
Seiring perjalanannya di industry cyber security, Xynexis pun kian berkembang dan menjadi perusahaan cyber security dengan layanan yang lengkap, mencakup Xynexis International (cyber strategy & Architecture), NOOSC (Security Operations), HAXTech (Digital Engagement), IGNITE (Cyber Analytic), dan Expertise Now (Cyber Contracting).
“Xynexis itu full service, kalau ngomongin cyber security. Jadi, institusi apa saja yang menjadi kliennya Xynexis, banyak, semua industri sebenarnya (bisa) jadi klien kita, ada financial dan insurance, ada telecomuncation, ada government, ada lembaga-lembaga, ada manufacturing, ada media, ada health care, infrastructure dan sekarang ada juga e-commerce atau kita menyebutnya digital native itu juga mulai berkembang,” kata Eva Noor.
Adapun solusi yang diberikan Xynexis kepada para klien yang dari berbagai industri tadi mencakup tiga pilar. “Tiga pilar ini adalah Informartion Security, Application Security, dan Infrastructure & Manage Security Service,” tandas Eva Noor.
Tidak ketinggalan dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Eva Noor juga mengenalkan layanan terbaru Xynexis, bgernama Data Privacy Practice. ”Ini yang pertama di Indonesia fully end-to-end solutions untuk perusahaan-perusahaan yang kemarin ini mengalami banyak kebocoran. Dan kita ada solusinya di sini,” ujarnya.
Selain itu, gebrakan yang dilakukan Xynexis lainnya adalah perusahaan telah melebarkan sayap dengan melakukan ekspansi ke pasar Australia. “Bulan September kita signed an agreement dengan perusahaan Australia untuk menjajaki usaha patungan, untuk ekspansi ke Australian market,” tutupnya.














