ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2022: Xynexis, ‘Cyber Security adalah Aset bagi Masyarakat’

Fauzi
15 October 2022 | 10:00
rubrik: Digital, Event
TOP Digital Awards 2022: Xynexis, ‘Cyber Security adalah Aset bagi Masyarakat’
Share on FacebookShare on Twitter

PT Xynexis International diketahui merupakan salah satu perusahaan lokal yang bergerak di layanan cyber security. Establish sejak tahun 2003, Xynexis pun menegaskan bahwa perusahaan ini merupakan pioner di industri cyber security Tanah Air.

“Jadi, dari 2003 kita membangun perusahaan cyber security di Indonesia, yang kala itu memang fokus terhadap jasa keamanan siber/digital atau Information Security, waktu itu untuk lokalnya hanya Xynexis,” ujar Eva Noor, SEO PT Xynexis International saat sesi penjurian Top Digital Awards 2022 yang digelar secara virtual, Senin (10/10/2022).

Bila saat ini layanan keamanan siber sudah menjadi kebutuhan, di mana banyak perusahaan yang sudah aware dengan pentingnya hal tersebut, beda kondisinya pada tahun 2003, di mana Xynexis mulai mengawali langkahnya. Tak heran bila, pada saat awal berdirinya perusahaan, Xynexis sempat mengalami kesulitan untuk menjual layanannya.

“Xynesis sendiri pada waktu itu kesulitan sekali untuk penetrasi pasar. Karena orang belum kenal, boro-boro ngomongin cyber security,” ujar Eva Noor.

Kendati demikian, Eva Noor merasa bersyukur sekali di mana pada waktu di awal-awal bisnisnya, Xynexis berhasil mengedukasi pasar/industri dan juga memberi advice kepada pemerintahan untuk membangun keamanan siber di Indonesia. ”Jadi, karena kita termasuk early adopter, jadi kita dapat kesempatan untuk itu,” singkatnya.

Pada presentasi penjurian TOP Digital Awards 2022 ini, Xynexis mengangkat tema ‘A year of transformation to enable growth’. Dipilihnya tema ini oleh Xynexis tak lepas dari 2022 yang disebut Eva Noor sebagai tahun yang unpredictable, yang diliputi oleh krisis ekonomi global dan terjadi perang juga di sisi geo-politiknya.

”Kombinasi ini membuat semua semangat strategi yang kita buat di tahun 2021 ternyata tidak bisa semuanya kita implementasikan di 2022. Jadi, transformasi itu harus terus dilakukan bukan hanya digital transformasinya saja, tetapi secara keseluruhan harus dilakukan terus menerus, mengingat dunia ini sekarang tidak jelas. Jadi, kitaharus tetapi bisa beradaptasi cepat. Jadi, ini tema yang dipilih oleh Xynexis untuk merefleksikan tahun 2022,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mudahkan Pasien Dapatkan Layanan Kesehatan, Transformasi Digital RSUD dr. Iskak Tulungagung Tuai Pujian Dewan Juri TOP Digital Awards 2022

Cyber Security adalah Aset
Masih dari paparannya, Eva Noor mengungkap sebuah sorotan menarik seputar keamanan siber dengan mengatakan bahwa ‘cyber security is as an asset for society’.

“Kenapa saya highlight, karena di tahun 2022 ini kita dibombardir dengan berita kebocoran data. Hampir tiap hari ada saja berita kebocoran data. Terus dengan fenomena hacker yang mempublish data-data pejabat di Indonesia. Walaupun kita tidak tahu tujuannya untuk apa, tapi data-data tersebut ter-publish di internet/dunia maya,” ungkapnya.

Eva Noor menilai bahwa fenomena yang terjadi saat ini seperti munculnya hacker seperti Bjorka, sejatinya sudah terjadi jauh sebelum fenomena itu terjadi. Hanya saja, fenomena yang baru-baru ini muncul itu terjadi lantaran data yang bocorkan adalah data pejabat, bukan data rakyat biasa.

”Inilah kenapa saya menjadi concern sekali, baik untuk Xynexis maupun saya pribadi bahwa cyber security itu aset untuk society, untuk masyarakat kita. Dan Covid-19 ini membuat semua ke arah digital, mau tidak mau data kita itu tersimpan di sistem digital di berbagai perusahaan, berbagai aplikasi, berbagai solusi yang kita gunakan untuk mempermudah kehidupan kita masa pandemi kemarin. Jadi, data kita sudah masuk ke sana,” tandasnya.

Lebih lanjut Eva Noor mengatakan bahwa dirinya sangat percaya bahwa data pribadi itu adalah hak asasi. Dia pun merasa miris di tengah banyaknya perusahaan menjual layanan cyber security, namun masih saja ada orang atau perusahaan yang belum mengerti bahwa data pribadi user (pengguna) merupakan hak asasi si pemilik data tersebut.

”Jadi, di sini Xynexis berusaha sekali bagaimana supaya kita tidak hanya mengedukasi perusahaan-perusahaan atau institusinya, tetapi kita juga mengedukasi masyarakatnya dan society-nya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Penggunaan Layanan Keamanan Terkelola Makin Meningkat

Seiring dengan itulah, setelah berdiri di tahun 2003, pada tahun 2010 Xynexis berekspansi dan memiliki layanan Security Operation Center (SOC) dan Managed Service dengan nama NOOSC Security Operation Centre. Tidak berhenti di tahun 2010 saja, Xynexis juga sudah melakukan banyak hal di industri keamanan siber.

100% Didukung Talenta Lokal
Menjalankan bisnis di ranah cyber security, Xynexis memiliki visi menjadi perusahaan cyber security yang dominan di Indonesia. Bukan tanpa alasan, tekad Xynexis yang ingin dominan di pasar Tanah Air, didorong oleh keyakinan bahwa yang namanya cyber security harus ada rasa kepemilikan.

”Jadi, kalau kita berbicara cyber security di ranah Indonesia, tentunya Xynexis adalah perusahaan yang 100% dimiliki oleh lokal. Dan kenapa ini penting sekali, karena kalau kita lihat (umpamanya) perang di Ukraina dan Rusia, mereka tidak hanya perang fisik saja, tapi perang cyber nya pun terjadi,” ujar Eva Noor.

“Bayangkan kalau itu terjadi di Indonesia, apa yang terjadi, kita minta tolong sama siapa. Jadi, Xynexis itu merasa ingin harus jadi dominan, karena kita ingin bukan hanya perusahaan-perusahaannya saja yang mengerti security, tapi masyarakatnya juga harus mengerti, punya risk mindset, kalau ada hal itu terjadi, apa yang harus kita lakukan,” lanjutnya.

Hal penting lain yang juga disoroti oleh Xynexis adalah mengenai talen, di mana disebutkan bahwa talent merupakan salah satu masalah yang juga dihadapi di industri ini. “Karena kita kekurangan talent khususnya untuk cyber security. Dan saya yakin untuk di teknologi IT kita juga kekurangan. Jadi, kita ingin jadi dominan karena kita sudah jadi early adopter di sisi ini dan kita ingin menjadi dominan sebagai perusahaan lokal yang memang 100% orang Indonesia di bidang ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hadapi Pesta Demokrasi Kominfo Dorong Pers Sajikan Informasi Akurat

Layanan Lengkap
Seiring perjalanannya di industry cyber security, Xynexis pun kian berkembang dan menjadi perusahaan cyber security dengan layanan yang lengkap, mencakup Xynexis International (cyber strategy & Architecture), NOOSC (Security Operations), HAXTech (Digital Engagement), IGNITE (Cyber Analytic), dan Expertise Now (Cyber Contracting).

“Xynexis itu full service, kalau ngomongin cyber security. Jadi, institusi apa saja yang menjadi kliennya Xynexis, banyak, semua industri sebenarnya (bisa) jadi klien kita, ada financial dan insurance, ada telecomuncation, ada government, ada lembaga-lembaga, ada manufacturing, ada media, ada health care, infrastructure dan sekarang ada juga e-commerce atau kita menyebutnya digital native itu juga mulai berkembang,” kata Eva Noor.

Adapun solusi yang diberikan Xynexis kepada para klien yang dari berbagai industri tadi mencakup tiga pilar. “Tiga pilar ini adalah Informartion Security, Application Security, dan Infrastructure & Manage Security Service,” tandas Eva Noor.

Tidak ketinggalan dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Eva Noor juga mengenalkan layanan terbaru Xynexis, bgernama Data Privacy Practice. ”Ini yang pertama di Indonesia fully end-to-end solutions untuk perusahaan-perusahaan yang kemarin ini mengalami banyak kebocoran. Dan kita ada solusinya di sini,” ujarnya.

Selain itu, gebrakan yang dilakukan Xynexis lainnya adalah perusahaan telah melebarkan sayap dengan melakukan ekspansi ke pasar Australia. “Bulan September kita signed an agreement dengan perusahaan Australia untuk menjajaki usaha patungan, untuk ekspansi ke Australian market,” tutupnya.

Tags: TOP Digital Awards 2022Xynexis International
Previous Post

TOP Digital Awards 2022: Ini Terobosan dan Inovasi Baru Digitalisasi BPKN RI

Next Post

SAS dan Universitas Bakrie Berkolaborasi Kembangkan Program Data Science Academic

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto