Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia, sebagai salah satu follow up atau tindak lanjut dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi Presidensi G20 di Bali khususnya di sektor transformasi digital.
“Survei IMDI pertama kalinya menggunakan toolkit yang direkomendasikan atau diadopsi pada saat G20 Summit,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate usai meluncurkan IMDI 2022 di Jakarta Pusat, 20/12/2022.
Menurutnya, IMDI terdiri atau diukur dalam empat pilar penting yaitu pilar yang pertama infrastruktur dan ekosistem, kedua keterampilan digital, ketiga pemberdayaan dan pilar yang keempat adalah pilar pekerjaan.
“Dari survei di 514 kabupaten dan kota, Kementerian Kominfo menemukan indeks masyarakat digital di Indonesia dengan disparitas cukup tinggi antara wilayah satu dengan lainnya. Sehingga tantangan berikutnya adalah bagaimana mengupayakan agar indeks masyarakat digital Indonesia itu lebih merata di Indonesia,” ungkap Menkominfo.
Menteri Johnny menjelaskan capaian tahun pertama survei IMDI, indeks masyarakat di Indonesia sebesar 37,8 dari skala 1 sampai 100.
“Karena memang ini sudah dibangun secara besar-besaran baik itu fiber optic, fiber link, microwave link, satelit maupun saat ini Base Transceiver Station. Tapi pembangunan di sektor infrastruktur hulu digital harus diimbangi dengan hilirisasi atau pemanfaatan dan pengembangan digital Indonesia,” tandasnya.
Menkominfo mengakui salah satu tantangan Indonesia sesuai hasil IMDI 2022 berkaitan dengan pilar pemberdayaan. Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan hilirisasi agar pemanfaatan teknologi digital makin meningkat dan lebih produktif.
“Pilar pemberdayaan ditemukan yang paling rendah. Ini menjadi tantangan ke depan untuk terus ditingkatkan dari hilirisasi, mengingat upaya itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo,” katanya.
Menurut Menteri Johnny, saat ini Pemerintah telah berupaya mengimbangin pembangunan infrastruktur digital dengan hilirisasi berupa pemberdayaan dan pelibatan masyarakat.
“Ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong Bangga Buatan Indonesia, Berwisata di Indonesia Saja dan semua kebijakan-kebijakan pemberdayaan dan pemanfaatan infrastruktur digital yang kita telah bangun,” ujarnya.














