ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Melambat, Ini Indeks Kepercayaan Industri Nasional

Ahmad Churi
5 June 2023 | 07:39
rubrik: Event
Melambat, Ini Indeks Kepercayaan Industri Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Perlambatan ekonomi global yang terjadi sejak akhir tahun 2022, kenaikan suku bunga, dan penurunan harga komoditas produk utama ekspor, mulai berdampak pada daya beli konsumen dalam negeri. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Indeks Ekspektasi Penjualan tiga bulan ke depan (triwulan kedua).

Hasil Survei Penjualan Eceran BI bulan April 2023 hanya sebesar 129,8, lebih rendah 24,38 poin dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Kondisi tersebut mempengaruhi nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2023 yang ekspansinya semakin melambat.

“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2023 mencapai 50,9. Masih tetap ekspansi, meskipun melambat 0,48 poin dibandingkan April 2023,” ungkap Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif saat menyampaikan rilis IKI Mei 2023 akhir bulan lalu, di Jakarta.

Perlambatan IKI bulan Mei 2023 ini dipengaruhi oleh penurunan IKI beberapa subsektor industri, dari semula ekspansi menjadi kontraksi. Hal tersebut antara lain terjadi pada subsektor Industri Pengolahan Tembakau, Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Farmasi, Obat Kimia, dan Tradisional, dan Industri Logam Dasar. Akibatnya, share subsektor ekspansi terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas triwulan pertama tahun 2023 menurun menjadi 70,6%. Share tersebut berasal dari 12 subsektor yang mengalami ekspansi.

Febri menjelaskan, penurunan IKI disebabkan oleh kontraksi beberapa subsektor yang memiliki share PDB cukup besar, setelah sebelumnya mengalami ekspansi. Misalnya seperti Industri Logam Dasar dan Industri Pengolahan Tembakau.
Kedua, melandainya ekspor karena penurunan harga komoditas dan melemahnya nilai tukar rupiah. “Ketiga, masih terdapatnya stok persediaan dari bulan April karena terjadinya penurunan daya beli masyarakat selama Lebaran, tidak seperti pada tahun sebelumnya,” ujar Febri dilansir dalam siaran pers.

BACA JUGA:  BNI Sekuritas Pasarkan ORI029 Lewat Aplikasi Digital, Jadi SBN Ritel Pertama di 2026

Meskipun demikian, beberapa subsektor dengan share PDB terbesar masih mengalami ekspansi, yaitu Industri Makanan, Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dan Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer. “Untuk Juni 2023, Kemenperin optimis IKI akan naik kembali,” kata Febri .

Jika dilihat lebih detail, penurunan nilai IKI Mei 2023 terjadi karena penurunan nilai variabel Pesanan Baru sebesar 0.73 poin (menjadi 49.84) dan variabel Produksi yang menurun 2.07 poin (menjadi 50.01). Di sisi lain, variabel Persediaan mengalami kenaikan 2.67 poin (menjadi 54.90). Kondisi ini menunjukkan terjadinya penumpukan stok persediaan, sehingga perusahaan mengurangi produksi, di samping terjadinya penurunan pesanan. Pesanan domestik masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi indeks variabel Pesanan Baru.

“Mayoritas pelaku usaha menyatakan kondisi usaha secara umum di bulan Mei 2023 stabil, yaitu sebanyak 44.8% dan 28,1% menjawab kondisi kegiatan usahanya meningkat dibanding dengan bulan April 2023,” Febri menambahkan. Kondisi tersebut memang sedikit menurun dibandingkan bulan April 2023, namun tingkat optimisme pelaku usaha akan kondisi enam bulan ke depan meningkat signifikan.

Di bulan Mei, pandangan terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan tercatat sebesar 66.2% pelaku usaha lebih optimis. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 64.7%, dan menjadi angka tertinggi sejak IKI diluncurkan.

Mayoritas responden yang menjawab optimis menyampaikan keyakinannya akan kondisi pasar akan membaik dan kepercayaannya karena kebijakan pemerintah pusat yang lebih baik. Sedangkan 9,0% pelaku usaha masih pesimis dengan kondisi usaha enam bulan ke depan. Angka ini juga merupakan nilai terendah sejak peluncuran IKI pada November 2022.

“Jika dilihat nilai IKI per subsektornya, IKI Industri logam dasar pada bulan Mei menjadi terkontraksi, setelah sebelumnya selalu dalam tahap ekspansi. Kondisi ini dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia di triwulan pertama tahun 2023 yang sebesar 2,8%, atau menurun 0,5% dari tahun 2022 (3,3%) dan penurunan harga komoditas produk logam. Di samping itu, tidak beroperasinya salah satu perusahaan besar di bidang logam mengakibatkan rantai supply industri logam dasar ini terganggu sehingga mengalami kontraksi,” jelas Direktur Industri Logam Kemenperin Liliek Widodo.

BACA JUGA:  Menkeu Sri Mulyani: Performa APBN, Pajak dan Bea Cukai Makin Positif

Kondisi serupa terjadi pada Industri Pengolahan Tembakau yang pada bulan Mei terkontraksi setelah sebelumnya selalu dalam tahap ekspansi. Hal ini dikarenakan penurunan penjualan rokok golongan I (SKM dan SPM) meskipun penjualan rokok SKT mengalami peningkatan 20%. Sebagaimana diketahui rokok golongan I merupakan produk utama di kelompok industri ini. Kemenperin memperkirakan produksi di bulan Juni akan kembali naik.

Terkait Industri Tekstil, Indeks Keyakinan Konsumen-BI bulan April mengalami peningkatan, sehingga meskipun masih terkontraksi, Industri Tekstil, Produk Tekstil dan Alas Kaki masih terdorong produksinya dengan adanya momentum Hari Raya. Meski demikian, subsektor ini sangat rentan terhadap kondisi pasar Uni Eropa, sehingga kenaikan inflasi dan suku bunga yang terjadi di Uni Eropa menyebabkan konsumen menahan pembelian.

“Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara seperti Bangladesh, Vietnam dan Thailand. Terkait dengan kondisi ketiga subsektor tersebut yang selama ini masih terkontraksi, Kemenperin telah melakukan business matching di Amerika Serikat dan berupaya menjaga konsumsi dalam negeri,” ujar Direktur Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan.

Terkait industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional yang mengalami kontraksi, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin, Saiful Bahri menjelaskan, pangsa pasar produk ini cukup sensitif dan produksinya telah dioptimalkan pada bulan sebelumnya.

Selain itu, pasar produk ini didominasi oleh pemerintahan. Terjadinya perubahan pada proses pelayanan di Rumah Sakit (RS) dengan diterapkannya sistem integrated e-prescription mengakibatkan pasien rawat jalan hanya akan memperoleh obat dari instalasi farmasi RS tersebut. Hal ini berdampak pada penurunan penjualan retail di apotek/toko obat sehingga memberikan pengaruh pada penurunan pesanan baru subsektor ini. (AC)

BACA JUGA:  Komdigi Berhasil Putus Akses Judol Lebih Dari 5,5 Juta Konten
Tags: industri
Previous Post

Digital Leadership Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

Next Post

Acer Perkaya Laptop SpatialLabs Pro dengan Pengalaman 3D Stereoskospik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jasa Marga Siapkan Sistem Penerus e-Toll

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • iPad Air Baru Resmi Diperkenalkan, Usung Chip A14 Bionic

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalin Dukung Bank DKI Hadirkan Layanan Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BSN Manfaatkan Aplikasi IT Unggulan untuk Memudahkan Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto