Penulis: Irawan
Editor: Teguh IS
Menjawab perkembangan Teknologi Informatika (TI) dan kebutuhan publik, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan) sejak beberapa tahun terakhir, gencar menerapkan digitalisasi untuk meningkatkan layanan publik, pengawasan, transparansi dan mendukung kegiatan internal lembaga.
“Digitalisasi yang kami terapkan juga untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Karantina Pertanian yaitu mencegah masuk, keluar dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan serta keamanan pangan dari atau ke wilayah Republik Indonesia,” jelas Ir. Bambang, M.M., selaku Kepala Badan Karantina Pertanian, dalam penjurian TOP Digital Awards 2022, secara online, 03/11/2022.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
“Inovasi digital yaitu IQFAST, Indonesia’s Quarantine E-Cert System, dan I-Mace sebagai implementasi transformasi digital yang dijalankan Barantan, sejalan dengan tema TOP Digital yaitu transformasi digital harus memberi dampak strategis bagi layanan publik dan administrasi lembaga,” demikian rangkuman pendapat dari sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022. Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri yaitu Agnes Theres, Nurul Yakin SB., dan Ashwin Sasongko.
Inovasi Digital Unggulan
“Dalam menerapkan digitalisasi, kami telah mengembangkan sejumlah inovasi digital,” kata Ichwandi selaku Koordinator Kelompok Informasi Pusat Kepatuhan, Kerja Sama, dan Informasi Perkarantinaan (KKIP) Badan Karantina Pertanian.
Ia pun memaparkan inovasi digital unggulan Barantan, yaitu:
Baca: Andalkan IQ-FAST, Kementan Percepat Karantina dan Ekspor Komoditas Pertanian
IQ-FAST
IQ-FAST (Indonesian Quarantine Full Automation System), aplikasi dengan strategi pendekatan layanan publik yaitu front service, third party interface, backoffice service, core service dan decision making service.
Dengan IQ-FAST, layanan perkarantinaan menjadi lebih transparan, mampu tertelusur, interaktif, kepastian waktu dan biaya, dapat digunakan oleh pelaku usaha dalam dan luar negeri, pembayaran PNBP langsung, cashless integrasi dengan SIMPONI, simplifikasi bisnis proses dan sertifikat elektronik (paperless certificate), sertifikat ekspor yang terakreditasi BSSN, interkoneksi dan interoperabilitas lebih optimal (sinergitas antar K/L).
Manfaat IQ-FAST, Sistem layanan tunggal dan lebih efektif; Layanan publik transparan, tertelusur dan interaktif; Dapat berinteraksi dengan sistem K/L dan negara mitra; Digunakan untuk optimalisasi pelayanan dan pengawasan; Potensi ekspor (komoditas, daerah sentra dan negara tujuan) diketahui.
Indonesia’s Quarantine E-Cert System
Sistem sertifikat elektronik ini manfaatnya: Membantu perluasan market akses komoditi pertanian RI; Mempercepat keberterimaan sertifikat ekspor Indonesia karena langsung disampaikan ke Otoritas negara tujuan; Menjadikan IQFAST go Internasional & dijadikan rujukan oleh negara ASEAN lainnya; Menjadikan posisi Barantan sejajar dengan karantina negara maju dalam konteks kemampuan pertukaran sertifikat elektronik.
I-Mace
I-Mace (Indonesian Map of Agricultural Commodities Export) adalah peta komoditas unggulan pertanian Indonesia hasil dari analisa data lalu lintas komoditas pertanian yang berbasis web dan android. I-Mace didisain apik dan ringkas (simple), sehingga sangat memungkinkan direplikasi oleh instansi, lembaga atau pihak lain. Ia dapat menjangkau semua lapisan pengguna. Selain itu, ia juga didesain user friendly.
Manfaat I-Mace: Memberi kemudahan transferability pada semua platform, sehingga dapat di interoperabilitikan dengan sistem lain; Dibuat dan dibangun dari sumber dana dan sumber daya manusia berasal dari internal Barantan, sehingga mempermudah proses transfer knowledge.
Yang tidak kalah penting sebagai bagian dari digitalisasi Barantan, lanjut Ichwan lembaganya juga memperkuat infrastruktur dan keamanan TI.
“Pada infrastruktur, Barantan menghadirkan Fasilitas Datacenter dengan level Tier 3 (Concurrently Maintenable Site Infrastructure) dengan uptime 99%. Fasilitas Datacenter ini memiliki lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan (multi network link).”
“Untuk keamanan TI, Barantan menerapkan SMKI ISO 27001 dan menerapkan keamanan DC Tier 3 dengan sistem keamanan 24 jam,” tutur Ichwan.














