Program “Smart Precision Farming” yang digagas Petrokimia Gresik untuk pertanian Indonesia semakin baik mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian. Pupuk berteknologi nano tersebut, rencananya akan diluncurkan di hari ulang tahun ke-51 Petrokimia Gresik.
Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau kesiapan program “Smart Precision Farming” yang digagas Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, untuk mempersiapkan masa depan pertanian Indonesia, di Gresik, Jawa Timur, Selasa, 30/05/2023.
Menurut Mentan, pertanian adalah sumber daya yang saat ini paling siap untuk mendukung negara semakin kokoh, kuat, dan sejahtera. Apalagi pertanian juga bersentuhan langsung dengan masyarakat yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian beserta sektor lain.
“Petrokimia Gresik menjadi sangat penting bagi Republik ini. Petrokimia Gresik menjadi kekuatan yang utama. Tapi kita tidak bisa bertani seperti kemarin, tertinggal banget. Ongkosnya bisa mahal, hasilnya sederhana,” kata ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melalui siaran pers di Jakarta, Kamis, 01/06/2023.
“Oleh karena itu, Petrokimia tidak boleh kalah dengan produsen-produsen pupuk dari negara lain dalam memajukan sektor pertanian mereka seperti Thailand ataupun India,” tegasnya.
Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, program “Smart Precision Farming” akan dijalankan dengan mengembangkan teknologi baru pada pertanian Indonesia, seperti penggunaan produk pupuk dengan teknologi nano, serta pemanfaatan drone untuk pemupukan maupun pemantauan pertumbuhan tanaman.
“Pupuk Petrokimia Gresik berteknologi nano ini nanti akan menjadi yang pertama diproduksi oleh produsen pupuk Indonesia dan memiliki sejumlah kelebihan, diantaranya pengaplikasian yang jauh lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.
Pupuk dengan teknologi nano ini akan diaplikasikan ke lahan pertanian dengan menggunakan drone yang beberapa waktu lalu telah di uji coba oleh Petrokimia Gresik. Pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani, dimana salah satu unsur yang mahal dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja. Sedangkan drone cukup dioperasikan oleh satu orang, dan bisa menjangkau hingga 20 Hektare lahan setiap harinya.
Baca juga: TOP Digital Awards 2022: Digitalisasi Petrokimia Gresik Tingkatkan Kinerja dan Keberlanjutan Bisnis