Selama dua tahun terakhir, penipuan seluler menjadi salah satu jenis penipuan paling populer di Indonesia, dengan setengah (49,95 persen) pengguna menghadapi spam telepon dari Desember 2022 – Januari 2023. Selanjutnya, 7,4 persen menerima telepon dari nomor yang mereka anggap sebagai penipuan setidaknya sekali.
“Penipuan online melalui panggilan telepon spam terus menjadi taktik yang dipilih oleh penjahat dunia maya di negara ini,” kata Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, dalam keterangan tertulis, 19/06/2023.
Solusinya, Kaspersky meluncurkan Kaspersky Who Calls di Indonesia, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna melawan spam dan penipuan seluler, di pasar Indonesia. Programnya akan membantu pemilik ponsel cerdas mendeteksi penelepon dari nomor tidak dikenal – bank, layanan pengiriman, atau entitas lain, apakah itu berasal dari sumber yang sah atau tidak.
Adrian menjelaskan bahwa Kaspersky Who Calls menggunakan algoritme pembelajaran mesin yang membantu aplikasi mengidentifikasi spammer dan scammer potensial. Selain itu, pengguna dapat menambahkan sendiri nomor yang mencurigakan ke basis data spammer.
“Untuk mengidentifikasi panggilan tak dikenal, aplikasi diaktifkan tanpa memerlukan informasi sensitif seperti nomor telepon pengguna. Selain itu, untuk menggunakan Kaspersky Who Call, pengguna tidak perlu mendaftarkan nomor telepon, atau data sensitif lainnya,” imbuhnya.
Kaspersky Who Calls tersedia dalam tiga versi: versi gratis, berlangganan bulanan, atau berlangganan tahunan dengan masa percobaan gratis selama seminggu. Fungsionalitas dasar aplikasi – deteksi panggilan penipuan dan spam – tersedia dalam versi gratis.
Versi berbayar memiliki lebih banyak fitur. Misalnya, memungkinkan untuk memblokir nomor yang tidak diinginkan berdasarkan kategori. Untuk pemilik perangkat iOS, detail nama dan kategori organisasi juga tersedia. Selain itu pengguna tidak akan melihat iklan di dalam aplikasi.
Untuk pengguna Indonesia, aplikasi ini dapat diunduh dari App Store dan Google Play dengan biaya berlangganan bulanan adalah sebesar Rp.35.000,-.
Baca juga: Indonesia Alami Peningkatan Jumlah Telepon Spam Dua Kali Lipat Sepanjang 2021














