Jakarta, ItWorks- Transformasi digital kini menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindarkan, meski tantangannya juga masih besar dan membutuhkan kerja keras. Guna menghadapi tantangan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertekad menggalang kekuatan kolaboratif untuk mengejar ketertinggalan yang ada di sisa waktu hingga 2024 agar dampak dan manfaatnya dapat dirasakan luas dan berkelanjutan.
Guna mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan PDB terbesar ke-5 hingga ke-7 di dunia pada tahun 2045, penguasaan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan, selain memperluas akses informasi, Pemerintah juga mendorong pemerataan dan inovasi teknologi digital di berbagai sektor.
“Saya dan seluruh jajaran di Kementerian Kominfo memiliki tugas tidak hanya sebagai regulator, namun juga sebagai fasilitator dan akselerator transformasi digital. Kami berkomitmen untuk melanjutkan implementasi agenda transformasi digital nasional yang mencakup infrastruktur digital, tata kelola pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital,” ungkap Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam sambutannya saat pada acara “Opening Ceremony Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2023” pada (27/07/2023), di Grand Ballroom JIEXPO Convention Centre -Jakarta.
Dalam keynote speech-nya, Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa transformasi digital saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun global. Oleh karena itu, Kemkominfo berkomitmen untuk mendorong akselerasi dan memperluas akses infrastruktur teknologi digital ke seluruh wilayah di Tanah Air.
“Dengan penetrasi internet 78% dari populasi, kita masih merasakan adanya kesenjangan akses teknologi dan konektivitas digital di berbagai dimensi, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun spasial, Oleh karena itu, untuk menekan kesenjangan ini Kominfo mengajak seluru pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan mengatasi tantangan yang masih ada dalam melakukan hilirisasi teknologi digital,” ungkapnya.
Acara pembukaan ditandai dengan penekanan tombol digital cube oleh Menkominfo didampingi oleh Presiden Director DTI-CX Turangga Putra, Chairman MASTEL Sarwoto Atmosutarno, Ketua APPJI Muhammad Arif, dan Presiden Director Telkom Indonesia, Ririek Ardiansyah.
DTI-CX 2023, yang diselenggarakan di Conference Room I, Grand Ballroom JIEXPO Convention Centre & Theatre Jakarta akan berlangsung selama dua hari yakni pada Rabu dan Kamis, 26-27 Juli 2023. Selain menghadiri konferensi, para peserta juga dapat mengunjungi expo yang menampilkan berbagai macam produk dan layanan jasa digital. Beragam solusi dengan lebih 100 produk teknologi terbaru hadir dalam event ini. Mulai dari system integrator, cyber security, IT enterprise solution, data management, cloud, AI, HR technology, serta produk dan service esensial lainnya yang bisa mendorong akselerasi transformasi digital di Tanah Air. (AC)














