Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengusulkan deklarasi analog switch off (ASO) nasional dilakukan pada peringatan Hari Penyiaran Nasional 2023.
Dikutip dari pemberitaan media nasional, 25/07/2023, Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia mengatakan hal tersebut bisa terealisasi, dengan melihat progres ASO atau migrasi ke tv digital yang sudah siap secara nasional.
Ia pun memaparkan sejumlah capaian positif terkait program ASO. Pertama, hasil pengukuran Nielsen di 11 kota besar (Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Makasar, Banjarmasin dan Medan) memperlihatkan bahwa sebelum ASO jumlah penonton analog sekitar 59 juta.
“Sedangkan setelah ASO per 1 Juli 2023 jumlah penonton tv digital sekitar 56 juta (95,2 persen). Sedangkan penetrasi tv digital secara nasional sebelum ASO berjumlah 130 juta penonton dan setelah ASO per 1 Juli 2023 penonton tv digital sekitar 124 juta penonton (95,4 persen). Artinya kondisi saat ini sudah menuju normal,” imbuhnya.
Melihat hal itu, Geryantika optimistis setelah ASO Sumatera Utara 1 (Medan dan sekitarnya) pada 30 Juli 2023 dilakukan, penetrasi tv digital seluruh Indonesia akan normal kembali.
Kedua, TVRI dan swasta sudah membangun infrastruktur multipleksing (MUX) di 112 wilayah layanan di 341 kabupaten/kota yang terdampak ASO.
Ketiga, sebanyak 676 stasiun tv sudah bersiaran digital, tersisa hanya 10 siaran tv yang masih analog dan sedang dalam proses migrasi ke tv digital.
Keempat, sebanyak 53 produsen tersertifikasi telah memproduksi lebih dari 73 tipe perangkat set top box (STB).
Terakhir, lebih dari 23 produsen tv telah memproduksi tv digital berbagai ukuran dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 20 persen dan disyaratkan dilengkapi Early Warning System (EWS) untuk peringatan dini kebencanaan.
Baca juga: Penetrasi Siaran TV Digital Mendekati Normal, Siaran TV Analog Makin Ditinggalkan














