Jakarta, Itech- Uni Eropa melalui program kerja sama untuk intrumen keselamatan nuklir (Instrument for Nuclear Safety Cooperation) memberikan bantuan teknis kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) . Program bantuan teknis tersebut akan dilaksanakan oleh RISKAUDIT, yakni konsultan internasional yang berdomisili di Perancis.
Sekretaris Utama BAPETEN Hendriyanto Hadi Tjahyono mengatakan, tujuan kerja sama ini antara lain untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas BAPETEN selaku otorita yang melaksanakan tugas pemerintah dalam pengawasan tenaga nuklir di Indonesia.”Program tersebut berlangsung selama tiga tahun, yang dimulai sejak pertengahan Juni tahun 2016 ini sampai Juni tahun 2019 mendatang,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (9/9). Hadir pula Perwakilan dari Uni Eropa Mr. Ulf Rosengard, Perwakilan dari RiskAudit Ms. Selma Kus dan Mr. Philip Metcalf.
Lebih lanjut Hadi Tjahyono menambahkan bantuan teknis yang diterima BAPETEN mencakup 7 area di antaranya, menyusun strategi dan rencana tindak untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas badan pengawas; mengembangkan sistem management yang terintegrasi; menetapkan rencana pengembangan SDM dan program pelatihan; mengembangkan prinsip dasar keselamatan, persyaratan, dan kriteria reaktor nuklir baru; meningkatkan kapabilitas dan kepakaran dalam kegiatan evaluasi tapak dan reviu perizinan tapak; mengembangkan strategi nasional dan kerangka kerja pengawasan terhadap pengelolaan limbah radioaktif; serta mengembangkan strategi komunikasi kepada masyarakat.
“Selain itu juga untuk mengembangkan strategi nasional dalam pengelolaan limbah radioaktif yang dihasilkan dari pemanfaatan radiasi dan zat radioaktif di bidang penelitian, industri, dan media,” tegasnya. Menurut Hendriyanto, program bantuan teknis dari Uni Eropa inidiharapkan dapat terlaksana secara optimal dan menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi BAPETEN, guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas BAPETEN dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap segala bentuk pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. (red/ju)














