
Jakarta, Itech- Pemerintah mendukung perkembangan layanan/teknologi internet of things (IoT) ini antara lain dengan menyusun regulasi atau kebijakan pemanfaatan IoT . Dalam penerapannya, IoT perlu diikuti dengan penerapan teknologi keamanan yang mumpuni. (keamanan jaringan).
Demikian dikatakan Rudi Hendarwin, Kasubdit Strandardisasi Teknologi Informasi Direktorat Stardardisasi Perangakat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo dalam acara FGD yang digelar Pusat Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bertema Inovasi IoT Untuk Tingkatkan Kualitas Akses Informasi di gedung BPPT Jakarta, (8/8). FGD ini diharapkan untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan IoT dari sisi standard dan regulasi IoT, implementasi dan tantangannya skaligus merumuskan solusi dalam mengatasi keterbatasan akses informasi di Indonesia saat ini.
Dikatakan Rudi, IoT sebagai enabler beragam aplikasi TIK seperti smart city, smart public transportation system, digital payment, atau aplikasi baru yang dapat digunakan diberbagai sektor kehidupan seperti e-Health, pendidikan, asuransi user-based, aplikasi bisnis.Konektivitas IoT membutuhkan sumber daya spektrum frekuensi (broadband/IP Address). “Peneliti, perekayasa, praktisi di Indonesia diharapkan memberikan kontribusi dalam perumusan standar nasional dan internasional terkait IoT beserta aplikasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Achmad Wibisono dari BPPT menjelaskan tentang IoT untuk navigasi dan pemantauan indoor. Menurut dia, indoor navigation merupakan bagian salah satu komponen yang sangat penting dalam menunjang IoT-ubiquitous Computing. “Distance estimation dari sinyal yang stabil sangat diperlukan untuk sistem localization pada machine to machine communication,” tegasnya.
BPPT lanjut dia, tengah mengembangkan beberapa model indoor navigation dengan memperhatikan optimasi jumlah source beacon yang sangat penting dalam dukungan skalabilitas. Apalagi sistem indoor navigation sangat mendukung teknologi smart public services dan memiliki potensi pemanfaatan yang sangat luas. “Diperlukan kerjasama antara industri, swasta, Kominfo dan BPPT untuk mendeplay sistem indoor navigation yang luas,” ujarnya. (red/ju)














