ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kekuatan AI Sudah Terbuka

Fauzi
29 December 2023 | 14:00
rubrik: Expert

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ashesh Badani, Senior Vice President & Chief Product Officer, Red Hat

Jika Anda bergabung dengan saya di Red Hat Summit 2023, Anda mendengar Matt Hicks membuat pernyataan kuat tentang salah satu teknologi yang paling menonjol dan menarik dari momen artificial intelligence (AI) saat ini. AI adalah definisi sesungguhnya dari topik hangat saat ini, baik di dalam dan di luar komunitas IT, dan ini akan terus jadi bahan perbincangan. Pada setiap kesempatan, media, analis, pemimpin bisnis, pejabat pemerintah dan seperti semua orang yang Anda ikuti di dunia maya, memiliki pendapat mengenai AI, terlepas dari industri mereka.

Sifat AI yang beraneka ragam dan kompleksitas kasus penggunaannya yang potensial dan telah terbukti adalah beberapa alasan mengapa ia akan menjadi pembahasan diskusi yang bermakna dan di waktu yang tepat – dan mengapa enterprise sudah tidak boleh lagi mengabaikan ini jika mereka ingin mendorong organisasi mereka untuk maju, bahkan saat mereka tidak yakin kapan, bagaimana atau di mana memulainya.

AI saat ini, AI di mana saja
Kita tahu bahwa iterasi berikutnya dari teknologi yang tak terhitung jumlahnya akan didasarkan pada AI, baik dalam bentuk chat bot, kendaraan berbasis software, deteksi penipuan keuangan atau diagnosa pasien yang lebih cepat. Untuk bertahan dan maju dalam iklim ekonomi dan teknologi saat ini, para pemimpin bisnis harus memprioritaskan untuk mengimplementasikan AI secara strategis, holistik dan di waktu yang tepat, sehingga data scientist, pengembang, dan tim operasional IT bisa bersama mengoperasikan AI di seluruh bisnis dengan efektif.

Menurut Gartner, “AI memiliki potensi untuk membawa nilai besar bagi organisasi dengan menambah produktivitas, meningkatkan pengambilan keputusan dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan dan inovasi,” [1] walaupun beberapa enterprise masih memilih untuk membatasi cakupan AI dan belum mengadopsi AI di lebih dari satu fungsi bisnis.[2]

BACA JUGA:  Red Hat Academy, Upaya Red Hat Lahirkan Generasi Baru Talenta Teknologi di Indonesia

Enterprise sudah mempertimbangkan bagaimana AI bisa membantu meningkatkan produktivitas atau membantu mendorong pendapatan dan diferensiasi. Dengan tidak memanfaatkan secara penuh apa yang ditawarkan AI, enterprise ini melewatkan biaya operasional yang rendah dan kompleksitas serta peluang untuk mendapatkan engagement yang lebih mendalam dan insight yang membantu memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Jika organisasi ingin melengkapi diri mereka untuk menggunakan AI dengan efektif, mereka harus bisa:

  • Mengoperasionalkan kasus penggunaan AI dari gagasan hingga produksi dengan membawa tim-tim berbeda, seperti data scientist, pengembang dan IT ops, serta teknologi bersama
  • Menggunakan tool yang ada dan proses yang memungkinkan tim mereka dengan cepat mendorong kelincahan yang mempercepat pengimplementasian aplikasi AI ke dalam produksi
  • Memenuhi standar keamanan, peraturan, kepatuhan dan tata kelola, seperti yang mereka lakukan dengan aplikasi bisnis lain.

Secara sederhana, tanpa rencana tindakan yang komprehensif mengenai cara mengadopsi AI di seluruh bisnis mereka, kemungkinan enterprise akan bergulat untuk beradaptasi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah.

AI dengan Red Hat
Menggabungkan sifat kolaboratif open source dengan kekuatan AI memungkinkan Red Hat untuk membantu enterprise memecahkan masalah dunia dengan lebih efektif dan lebih cepat dibandingkan sebelum kemunculan AI. Tanpa ini, siapa yang tahu jika HCA Healthcare bisa menciptakan sistem produk analitik prediktif real time yang dengan lebih akurat dan cepat mendeteksi sepsis, atau bagaimana NTT East mengembangkan layanan AI video yang memberikan insight bisnis cerdas dan mengurangi biaya operasional layanan mereka sebesar 50%-60% dengan kendali manajemen dan versi yang lebih baik.
Untungnya, Red Hat tidak hanya melihat kekuatan yang bisa dibawa ke enterprise saat ini, namun juga peluang yang bisa dibawanya di masa depan.

Terkait dengan AI, fokus Red Hat adalah:

BACA JUGA:  Red Hat Umumkan Versi Terbaru Red Hat OpenShift 4.7

Mengintegrasikan teknologi open source untuk mewujudkan kasus penggunaan
Di Red Hat, kami yakin komunitas open source adalah tempat dimulainya inovasi, dan ini adalah hal yang benar jika terkait dengan AI. Hubungan mendalam kami dengan komunitas open source seperti Kubeflow, KServe, CodeFlare dan Ray, model open source dari perusahaan seperti Hugging Face dan pendekatan pertama upstream kami memungkinkan kami untuk menumbuhkan kontribusi yang terbuka dan transparan, yang menghasilkan inovasi downstream dengan para mitra kami. Hubungan kolaboratif Red Hat dengan mitra hardware dan software memungkinkan pengimplementasian model AI yang fleksibel – membantu pelanggan membangun solusi AI yang lebih lengkap – mulai dari akuisisi data dan persiapan, hingga pengawasan dan perawatan, dan akselerasi hardware – berdasarkan kasus penggunaan unik mereka.

Mempercepat time-to-value
Red Hat mengumpulkan data scientist dan pengembang untuk menyediakan aplikasi AI dengan lebih cepat dan lebih reaktif terhadap perubahan – membantu bergerak dari hipotesis ke pengembangan model ke pengimplementasian dan pengukuran, sekaligus mendorong efisiensi dan kolaborasi di semua tim.

Ada banyak persamaan antara pipeline yang digunakan untuk aplikasi tradisional dan yang digunakan untuk pengembangan model. Saat model dan aplikasi berubah, Red Hat OpenShift AI dan Red Hat OpenShift membantu praktisi MLOps maupun DevSecOps untuk dengan cepat melakukan iterasi melalui tool yang membantu membangun guardrail yang benar. Mengotomatisasi dan menyederhanakan proses ini bisa membantu organisasi Anda mendapatkan efisiensi dan efikasi yang lebih besar.

Mengimplementasikan aplikasi AI di mana saja
Red Hat membantu organisasi membangun, mengimplementasikan, mengelola dan mengoperasikan aplikasi AI di semua cloud – public atau private, di on-premise atau di edge – pada skala besar dan dengan kemampuan keamanan yang lebih besar, memberikan pelanggan kemampuan untuk menggelar platform komputasi yang lebih fleksibel dan konsisten. Fleksibilitas ini memungkinkan Red Hat untuk mendukung organisasi yang peduli dengan privasi, gravitasi atau kedaulatan data dengan memindahkan model AI lebih dekat dengan sumber data, membantu mereka membangun dan menggunakan model AI sejalan dengan persyaratan peraturan yang membatasi pergerakan data.

BACA JUGA:  Red Hat Tingkatkan Dukungan AI untuk Perusahaan Telko

Terkadang Anda harus merangkul gravitasi data, alih-alih melawannya, dan Red Hat OpenShift memungkinkan Anda untuk melakukan hal tersebut. Dengan Red Hat OpenShift dan Red Hat OpenShift AI, Anda bisa melatih di cloud dan membawa model tersebut kembali ke pusat data private jika Anda membutuhkan GPU dalam jumlah besar untuk waktu pelatihan yang lebih pendek – Anda bahkan bisa menyewanya di cloud.

Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
Red Hat menyediakan platform yang dibutuhkan untuk dengan cepat mengembangkan dan mengimplementasikan AI pada skala besar dan mengintegrasikan AI ke platform kami yang sudah ada untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi tim operasional dan tim pengembang, memudahkan penggunaannya. Ini sangat penting bagi organisasi yang harus berinovasi dengan cepat sekaligus menghadapi tantangan seperti kurangnya tenaga kerja. Contohnya, Red Hat Ansible Lightspeed dengan IBM watsonx Code Assistant memanfaatkan generative AI untuk menghasilkan kode Ansible yang sejalan dengan praktik terbaik Red Hat, unggul dan membantu menjembatani kesenjangan keterampilan otomatisasi IT.

Kemampuan untuk menskalakan dengan benar setelah mengintegrasikan AI ke dalam produk Anda juga pertimbangan penting bagi enterprise. Red Hat Openshift AI memperhitungkan hal ini dengan memungkinkan Anda menambah jumlah replika, atau bahkan mengimplementasikan beberapa replika, suatu model ke beberapa cluster di beberapa cloud.

Dibangun dengan transparansi dan pilihan, solusi AI yang siap tersedia untuk enterprise dari Red Hat memungkinkan Anda untuk mengaplikasikan AI ke bisnis sehari-hari. Kekuatan AI ada di sini, ini terbuka, nyata dan dengan Red Hat ini bisa jadi milik Anda.

Tags: Red Hat
Previous Post

Wujudkan Hilirisasi Digital, APJII Apresiasi Pengoperasian BTS 4G Bakti Kominfo dan SATRIA-1

Next Post

Mekari Talenta Jadi Solusi Ketaatan Perusahaan Terhadap Aturan Pajak Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar FGD, Telkomsel Berupaya Hadirkan Solusi Inovatif untuk Dukung Bisnis Ritel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Ungkap Melesatnya Tren Lari di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apple Watch Series 5 Resmi Masuk Indonesia 6 Desember, Ini Harganya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto