Jakarta, ItWorks-Memasuki tahun 2024, perbincangan mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) makin meningkat. Oleh karena itu, pengembangan pola pikir atau mindset yang adaptif dan inovatif sangat diperlukan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menyatakan bahwa pemanfaatan AI juga meningkat di sektor komunikasi. Sehingga pengembangan pola pikir atau mindset yang adaptif dan inovatif terhadap tren penggunaan teknologi ini sangat diperlukan.
“Kegiatan komunikasi menjadi salah satu sektor yang berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan AI. Oleh karena itu saya mengajak untuk memiliki mindset yang adaptif dan inovatif,” ungkapnya saat memberikan Keynote Speech dalam Seminar AI dan Transformasi Dunia Komunikasi, di Kantor Pusat Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia, Jakarta (24/2/2024) sebagaimana dirilis Biro Humas Kementerian Kominfo, baru-baru ini.
Mengutip data PRovoke Media Tahun 2023, Wamen Nezar Patria menyatakan setidaknya 61% pekerja di bidang komunikasi di tingkat global telah memanfaatkan Generative AI untuk menjalankan pekerjaan. “Saya rasa wajar pembahasan terkait AI semakin berkembang. Di sektor komunikasi, tidak hanya diskusi yang berkembang, namun juga pemanfaatan AI,” ujarnya.
Dia menyontohkan ChatGPT telah menjadi alat mencari inspirasi. Selain itu, generative AI yang digunakan untuk kegiatan pengumpulan informasi, membuat konten di sosial media dan artikel, hingga membantu media monitoring.”Dengan beragam fitur yang dapat dimanfaatkan, perkembangan AI membuka peluang bagi industri komunikasi,” tegasnya.
Bahkan AI juga bisa digunakan sebagai chatbots dan virtual assistant untuk memberikan respons real-time bagi konsumen, memberikan informasi yang telah dipersonalisasi agar sesuai dengan preferensi audiens, hingga membantu mendeteksi potensi krisis dan langkah mengatasinya sebagai bagian dari manajemen krisis. (AC)














