Jakarta, ItWorks- Dalam rangka mempererat hubungan tali silaturahmi antara karyawan dan jajaran manajemen, di bulan Ramadhan ini PT Xynexis International mengadakan acara berbuka pausa bersama (bukber). Selain kegiatan bukber, Xynexis Grup juga melakukan kegiatan CSR jelang Lebaran dengan memberikan santunan pada panti asuhan yatim piatu.
Dalam acara buka bersama PT Xynexis International Grup (Ignite, Noosc, Hax ), perusahaan juga mengundang kolega dan mitra kerja, dengan tujuan utama mempererat silaturahmi. Tak hanya dengan tim kerja internal Xynexis, namun juga dengan para mitra. “Terkadang karena banyaknya aktifitas pekerjaan kantor, hubungan sesama karyawan menjadi sekadar formal bahkan jarang bertemu. Apalagi ada juga yang kantor tidak seatap dan berbeda lokasi. Acara buka puasa inii bisa menjadi momen untuk saling bertemu, bertatap muka dalam suasana keakraban,” ujar Eva Noor, CEO PT Xynexis International dalam sambutan saat buka bersama dengan tim kerja dan mitra kerja pada (1/4/2024) lalu, di Resto Gran Via Hotel Gran Melia -Jakarta Selatan.
Selain untuk ajang saling bersilaturahmi, pertemuan semacam ini juga bisa menjadi wahana koordinasi dan me-review pekerjaan yang telah dilakukan dengan mitra kerja, serta membuat rencana pekerjaan kedepan yang bisa dilaksanakan bersama.
Ia berharap di bulan Ramadhan, selain meningkatkan ibadah, juga diharapkan pada paryawan tetap produktif dan tidak bermalas malasan. Karena bekerja dengan sungguh-sungguh dengan tujuan mencari keridhoan Alloh SWT, juga menjadi bagian dari ibadah. “Puasa bukanlah alasan untuk tidak beraktifitas. Sebaliknya, puasa harus menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan etos kerja. Dalam berpuasa, kita diharuskan untuk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, yang tentunya membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kedisiplinan yang tinggi. Karena itu, bagi umat muslim harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan mengatur jadwal kerja dan kegiatan sehari-hari secara lebih baik,” ujar Eva Noor.
Selain kegiatan bukber Xynexis grup juga melakukan kegiatan CSR jelang lebaran dengan memberikan santunan pada panti asuhan yatim piatu. Sebelum Ramadhan pun, XYnexis juga melakukan hal serupoa dari hasil penjualan buku Pelaku Bukan Pemimpi yang ditulis Eva Noor yang telah dilaunching sejak bulan Februari 2022. Hasil penjualan buku ini disalurkan untuk sosial pada pendidikan nasional persemester terutama pada sekolah pendidikan dasar yang membutuhkan perhatian khusus dengan memberi bantuan berupa gadget untuk menunjang proses pembelajaran siswa dalam proses belajar di salah satu daerah di Sulawesi.
”Dari hasil penjualan buku, Alhamdulillah sesuai komitmen saya di awal bahwa tujuan menulis buku itu selain untuk literasi bisnis dan tips dalam dunia usaha(entrepreneur), juga berbagai etape pengalaman usaha yang menjadi bagian dalam membangun membangun usaha/ bisnis untuk mereka yang ingin berwirausaha atau menjadi pengusaha,” papar Eva.
Ke depaan, lanjutnya, Xynexis tetap melakukan kegiatan sosial secara rutin. Di antaranya dilakukan dengan memberi santunan untuk panti jompo, yayasan anak dan Yayasan kanker . Selain kegiatan sosial, juga ada program mencari bakat Talent untuk para mahasiswa mahasiswi, khusus di dunia IT yaitu It Security. Program ini pernah dilangsungkan beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 dengan beberapa perguruan tinggi untuk mencari bakat di bidang siber sekuriti (Born To Protect).
“Untuk kelanjutan program kerja pencarian bakat di bidang cybersecurityi, Xynexis akan bekerja sama dengan berbagai institusi, baik pemerintahan maupun industri swasta serta berbagai perguruan tinggi. Ke depan program akan dilakukan secara online,” ujarnya .
Saat ini, Eva juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Women Cyber Security (Komunitas IWCS) yang bergerak dalam upaya mengedukasi dan mensosialisasi IT security, khusus pada kaum perempuan Indonesia. “Dalam waktu dekat di bulan April akan ada kegiatan gerakan perempuan untuk lebih banyak perhatian pada keamanan siber. Sehingga aktivitas dari dunia digital bisa berjalan lancer, terhindar dari aksi kejahatan dan bisa mendatangkan banyak manfaat untuk masyarakat luas.
Ia juga berbarap pada pemerintahan yang baru, agar lebih peduli pada peningkatan keamanan siber secara berkelanjutan. Sebab berbicara keamanan siber, hal ini sangat penting di tengah upaya pemeritah menggenjot pengembangan ekonomi digital. “Masyarakat luas kini sudah sangat bergantung pada perangkat digital. Indonesia juga telah memiliki perangkat dan payung hukum yakni UU PDP yang telah di buat pemerintahan Jokowi. Harapan kedepan pada pemerintahan baru, agar lebih tinggi perhatian dan pedulinya terhadap resiko keamanan siber dalam melindungi aktifitas digital masyarakat luas,” ungkap Eva. (AC)















