ItWorks- Setelah berhasil diterapkan di 13 pelabuhan di Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia /Pelindo (Persero) akan memperluas penerapan sistem gerbang otomatis (auto gate) yang hingga akhir tahun ini ditargetkan menjadi 59 pelabuhan. Dengan dukungan sistem teknologi informasi, auto gate bisa memudahkan layanan, kecepatan, bahkan juga menghindari adanya praktik pungutan liar (pungli) di pelabuhan.
Perluasan penerapan gerbang otomatis (auto gate) di pelabuhan-pelabuhan milik PT Pelindo (Persero), dari 13 menjadi 59 diharapkan akan selesai pada tahun 2024. Sejak awal tahun 2024, sistem ini juga telah dilakukan perluasan secara bertahap di beberapa pelabuhan. “Dengan otomatisasi gerbang, pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara tunai berubah menjadi non tunai (cashless)” kata ungkap Direktur Pengelola PT Pelindo (Persero), Sri Muljanto, dilansir dalam portal web resmi Pelindo, di Jakarta, belum lama ini.
Pada tahun 2023, Pelindo telah mengimplementasikan gerbang otomatis di 13 pelabuhan di Indonesia, menyusul 5 pelabuhan yang sudah menerapkan sistem cashless sebelumnya, yaitu Banten, Tanjung Pandan, Sunda Kelapa, Banjarmasin dan Gresik, serta 12 Pelabuhan yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.
Menurutnya, pengoperasian gerbang otomatis dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan trafik kendaraan di pelabuhan yang akan diterapkan sistem autogate. Berdasarkan hasil evaluasi atas penerapan autogate di pelabuhan-pelabuhan terdahulu, sistem ini dapat meningkatkan performa dan layanan yang dapat dijadikan best practices.
Selain bertujuan melakukan standardisasi operasi pelabuhan, gerbang otomatis juga untuk mewujudkan pelabuhan yang bersih dari pungutan liar (pungli).
Adapun pelabuhan yang mengoperasikan gerbang otomatis pada 2023 di antaranya yaitu; Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) di Regional 1; Pangkal Balam (Bangka-Belitung), Jambi, Panjang (Lampung), dan Pontianak (Kalimantan Barat) di Regional 2. Selain itu, ada pelabuhan Celukan Bawang dan Benoa di Bali, Lembar di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Regional 3.
Putut menjelaskan lebih lanjut perluasan pengoperasian gerbang otomatis, di mana mulai Juli 2024 hingga akhir tahun, akan mengoperasikan gerbang otomatis di empat pelabuhan di Regional 1, tiga pelabuhan di Regional 2, empat belas pelabuhan di Regional 3 dan delapan pelabuhan di Regional 4. Dengan demikian, sampai akhir 2024, ditargetkan 59 pelabuhan mengoperasikan gerbang otomatis.
Empat pelabuhan yang akan mengoperasikan gerbang otomatis di Regional 1 yaitu Gunung Sitoli, Sibolga, Tanjung Balai Asahan, dan Lhokseumawe. Tiga Pelabuhan di Regional 2 yaitu Cirebon, Bengkulu, dan Palembang. Lalu 14 Pelabuhan berada di wilayah
Regional 3 mulai dari Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap, Jawa Tengah, Tanjung Tembaga di Probolinggo, Jawa Timur, Waingapu (Sumba), Maumere (Flores) di NTT, Bima, Ende-Ippi, Kalabahi, Labuan Bajo, Kotabaru, Batulicin, Sampit, Kalianget, Tegal, dan Tanjung Wangi.
Hingga akhir tahun, gerbang otomatis juga akan dioperasikan di delapan pelabuhan di Regional 4, yakni Manokwari, Jayapura, Biak, Fakfak, dan Merauke di Papua, Tolitoli dan Pantoloan di Sulawesi Tengah, serta Gorontalo. (AC)














