PT Surabaya Industrial Estate Rungkut atau SIER menjadi salah satu finalis ajang penghargaan TOP Digital Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah It Works. Untuk itu, Perusahaan baru saja mengikuti proses penjurian TOP Digital secara daring pada Selasa (15/10/2-24) lalu.
Sebagai Perusahaan yang mengelola kawasan industri, SIER ternyata sudah cukup maju dalam pengembangan digitalisasinya. Hal ini pun terungkap saat sesi wawancara penjurian tersebut. Salah satu kemajuannya, pihak SIER sudah menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam binsis ini.
“Kami sudah memanfaatkan data/content baru dari AI ini atau yang berbasisi AI. Beberapa yang sudah kami lakukan adalah AI untuk Security, AI untuk Operasional, dan AI untuk Bisnis,” ujar Dedi Apriyanto selaku Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi SIER menjelaskan di depan dewan juri.
Hadir mendampingi Dedi sekaligus beberapa kali membantu menjawab banyak pertanyaan dari dewan juri adalah Rudiyanto selaku Kepala Departemen Operasional, Infrastruktur, dan Tata Kelola TI.
Secara teknis, dijelaskan Dedi, AI untuk Security ini menggunakan metode Reinforcement Learning.
Sementara, AI untuk Operasional menggunakan metode, Time Series Analysis. Kata dia, SIER selalu mempertimbangkan jam aktif user ketika menggunakan aplikasi dalam menentukan jadwal maintenance perangkatnya.
“Sebagai contoh, pada aplikasi SSA (SIER Sport Arena), maintenance perangkat dilakukan di waktu malam, dimana berdasarkan hasil trend analysis, pengguna kecil kemungkinan melakukan order di atas jam tersebut,” katanya.
Dan terakhir, penggunaan AI untuk Bisnis. Dalam hal ini, SIER menggunakan metode, Optical Character Recognition (OCR). Antara lain, implementasi AI untuk bisnis ini SIER akan menggunakan teknologi CCTV dengan menggunakan AI untuk menunjang bisnis operasional dengan menerapkan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) dan dengan menggunakan OCR.
“Sehingga diharapkan dengan lebih tercatatnya lalu lintas kawasan atas kendaraan berat dan niaga, serta bisa mengukur tingkat biaya dan estimasi penarikan biaya fasilitas umum kepada tenant kami, sehingga hal ini menjadi lebih terukur dan tepat berbasis data,” jelasnya.
Kembangkan Banyak Aplikasi
Selain saat ini sudah memanfaatkan AI untuk mengembangkan bisnisnya, dikatakan Dedi, SIER juga sebelumnya sudah banyak menggunakan aplikasi dalam proses digitalisasinya. Beberapa inovasi yang sudah dikembangkan tersebut bahkan telah terbukti bisa meningkatkan pendapatan.
Dijelaskan Dedi, aplikasi tersebut adalah SIER Sport Arena (SSA) yang dikembangkan pada tahun 2023 oleh pihak eksternal. Aplikasi mobile ini digunakan untuk memudahkan penyewaan dan pengelolaan fasilitas olahraga secara online dengan fitur pembayaran terintegrasi, bisa melihat ketersediaan fasilitas real-time, serta mendapatkan notifikasi pemesanan.
“Berkat apilikasi ini ada peningkatan revenue sebesar 20% dari tahun sebelumnya,” ucap Dedi. Dengan beberapa fitur unggulannya adalah Pemesanan Fasilitas Online, Sistem Pembayaran Terintegrasi, Jadwal dan Ketersediaan Fasilitas Real-Time, Fasilitas Membership, dan Notifikasi Pengingat dan Konfirmasi.
“Aplikasi ini bermanfaat karena adanya monitoring transaksi lebih mudah dan realtime, adanya kemudahan akses dan pemesanan peningkatan, pengelolaan fasilitas dan efisiensi operasional, serta pembayaran cashless untuk mengurangi fraud,” katanya.
Selanjutnya, ada Smart Water Meter Air Bersih – Teknologi IoT. Dengan aplikasi ini, Tenant dapat memperoleh data penggunaan air yang akurat dan real time, sehingga mempermudah pengelolaan tagihan dan control penggunaan air bersih. Juga untuk monitoring distribusi debit air bersih lebih optimal, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta monitoring pelayanan apabila terjadi kebocoran atau kerusakan.
Lalu ada aplikasi Klinik, Sistem informasi yang terintegrasi dan disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen klinik. Aplikasi SPBU berupa aplikasi pengelolaan penerimaan dan penjualan BBM SPBU serta pencatatan pendapatan Perusahaan.
Kemudian, ada aplikasi HCMS yaitu aplikasi sistem informasi manajemen kepegawaian berbasis web dan mobile yang digunakan untuk mendukung proses penilaian kepegawaian dan pengembangan diri karyawan.
Dengan sederet perkembangan di sektor IT itu, lanjut Dedi, posisi IT Maturity level dari SIER sendiri per tahun 2023 di angka 2,89. Dengan target di 2025 nanti sudah ada di angka 3,00.
“Untuk ITMA (IT Maturity Assessment) PT SIER dilakukan secara berkala dua tahun sekali. Dan yang terakhir dilakukan di tahun 2023 dengan skor 2.89 atau kategori Managed Process. Hal ini menunjukan komitmen SIER untuk senantiasa berkembang dan memperbaiki diri dari tahun ke tahun,” katanya.
Adapun target di tahun 2025, lanjut Dedi, SIER menargetkan skor ITMA berbasis COBIT 2019 dengan skor 3.0. “Kami yakin, karena di tahun 2024 perbaikan atas domain keamanan informasi dan cybersecurity telah dilakukan dan untuk menjadi fokus perbaikan ITMA di tahun 2025 nanti,” terang dia.
“Dan tahun ini, kami berinvetasi besar di sektor IT. Sementara tahun lalu realisasi untuk anggaran IT sebesar Rp2,43 miliar. Tapi di tahun ini kita anggarkan sangat banyak untuk IT dengan total anggaran mencapai Rp13,83 miliar. Anggran ini (digunakan) untuk teknologi dan aplikasi, temasuk untuk meningkatkan cyber security. Sehingga kalau misal melihat rasionya, maka tahun ini anggaran untuk IT terhadap total laba sekitar 14,58%,” beber Dedi.
Kineja SIER sendiri memang sangat positif. Di tahun lalu total asset SIER sebanya Rp20,99 triliun, dan di tahun ini sudah terkumpul Rp21,33 triliun. Dengan total pendapatan di 2023 senilai Rp492,60 miliar dan hingga saat ini sudah di angka tahun Rp560,14 miliar.
“Dengan total opex (belanja operasional/operational expenditure) tahun ini Rp443,28 miliar atau naik dari realisasi 2023 yang sebesar Rp395,24 miliar. Adapun capex (belanja modal/capital expenditure) meningkat drastic dari Rp228,90 miliar menjadi Rp541,39 miliar. Termasuk untuk IT yang Rp13,83 miliar itu. Dengan laba bersih tahun ini Rp94,87 miliar atau meningkat dari realisasi di 2023 yang di angka Rp71,98 miliar,” tandasnya.
Keberhasilan SIER
Lebih jauh Dedi menjelaskan, SIER juga mencatatkan beberapa keberhasilan yang patut dibanggakan dalam hal pengelolaan IT ini. Bahkan belum ada di perusahaan-perusahaan pesaingnya. Beberapa keberhasilan itu, antara lain, pertama, SIER telah berhasil menyelesaikan sertifikasi Information Security Management System (ISO 27001:2022).
“Hasil dari assessment ini sangat memuaskan, dengan SIER mendapatkan rekomendasi ‘Recommended’ dari BSI,” katanya.
Kemudian, pada Juni 2024 lalu, Divisi ICT SIER mencatatkan pencapaian penting dengan menjadi kawasan industri pertama di Indonesia yang memiliki Tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) terdaftar di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Dan yang terbaru, di awal Oktober 2024 ini, Divisi ICT SIER berhasil meraih peringkat 9 nasional dalam National Industrial Cybersecurity Exercise yang diselenggarakan oleh BSSN di Yogyakarta.
“Jadi, PT SIER menjadi satu-satunya Kawasan Industri yang masuk jajaran top 10 bersama dengan Perusahaan Industri besar lain di Indonesia,” katanya.
Dan kemudian, SIER juga berhasil mencapai skor Tingkat 4 dalam penilaian Cyber Security Assessment oleh BSSN. Ini, ungkap Dedi, menjadikannya salah satu kawasan industri dengan skor tertinggi di Indonesia. Juga, menjadi satu-satunya kawasan industri di Indonesia yang mencapai tingkat 4. “Hal ini menunjukkan komitmen luar biasa PT SIER dalam menjaga kepuasan pelanggan yang optimal,” pungkasnya.
Editor: Fauzi














