Jakarta, Itech- Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan dan difusi teknologi peternakan melalui model integrasi sawit sapi.
Selain itu, BPPT juga mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi melalui aplikasi yang didevelop sendiri yakni Sipintar dan Sipandai ke dalam sistem pakan atau budidaya sapi. Kedua aplikasi tersebut merupakan aplikasi recording ternak secara digital sehingga dapat memantau dan memberikan evaluasi mengenai status ternak di daerah tertentu termasuk pakan ternak yang sesuai dengan masing-masing daerah.
Meskipun aplikasi sistem integrasi sawit sapi telah dilakukan beberapa lembaga maupun kementerian namun dalam implementasi di lapangan terjadi resisten sehingga diperlukan solusi yang tepat guna mensosialisasikan program integrasi sawit sapi. Pemerintah cq Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Permentan No. 105/Permentan/PD.300/8/2014 tentang Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Budidaya Sapi Potong, sebagai dasar hukum kegiatan sawit sapi.
Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, BPPT, Eniya Listiani Dewi mengatakan, , potensi kebun kelapa sawit di Indonesia sekitar 11 juta hektar sangat mendukung perkembangan populasi sapi nasional melalui program integrasi sawit sapi melalui pemanfaatan potensi kelapa sawit sebagai bahan pakan untuk ternak sapi.
Limbah dari kebun sawit dan industri pengolahan sawit merupakan sumber bahan pakan yang tersedia banyak, murah dan tersedia sepanjang tahun.. Limbah industri bungkil sawit dan solid tersedia banyak sebagai sumber protein dan belum belum termanfaatkan dengan baik di Indonesia,” kata Eniya Listiani Dewi pada acara pembukaan FGD Sinergi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Sawit Sapi Dalam Mendukung Peningkatan Populasi Ternak Sapi Potong Nasional di BPPT, Jakarta, Rabu (14/12).
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Tengku Mukharuddin mengatakan, dengan adanya kerjasama dengan BPPT, limbah sawit bisa diolah menjadi pakan ternak. Apalagi, di Pelalawan terdapat 306 ribu hektar perkebunan sawit, ditambah 26 pabrik kelapa sawit. “Dari limbah-limbah pabrik kelapa sawit ini bisa dimanfaatkan jadi pakan ternak,” katanya. (red/ju)














