Jakarta, ItWorks- Kementerian Kesehatan (Kemkes) terus melakukan inovasi pada aplikasi SATUSEHAT (sebelumnya Peduli Lindungi) sebagai ekosistem teknologi kesehatan nasional. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses data kesehatan dan mengelola kesehatan pribadi secara mandiri.
Guna mengoptimalkan peran, tugas dan fungsinya, Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI terus berupaya menghadirkan inovasi layanan untuk kesehatan masyarakat melalui strategi inovasi digital (transformasi digital) berkelanjutan. Terutama untuk menopang tugas utama Kemkes sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang Kesehatan. Berdasarkan PMK No.5 Tahun 2022, pasal 5 dalam melaksanakan tugas, Kementerian Kesehatan RI, di antaranya menyelenggarakan fungsi: perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan, kefarmasian, alat kesehatan, dan tenaga Kesehatan.
Dalam kaitan ini, (Kemkes) juga telah menetapkan strategi pengembangan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja layanan kesehatan masyarakat dengan menyusun IT master plan dan cetak biru strategi digitaliasi kesehatan. Upaya akselerasi digitalisasi teknologi kesehatan ini, dipusatkan atau ditangani oleh Digital Transformation Office (DTO) dan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dengan mengacu pada cetak biru strategi Transformasi Digital Kesehatan Kemkes.
Dalam upaya menghadirkan layanan kesehatan yang efektif dan efisien bagi masyarakat, inisiasi dan inovasi transformasi digital ini juga terus ditingkatkan dengan dukungan anggaran yang memadai. Tahun lalu misalnya Kemenkes telah mengeluarkan biaya pengembangan TI sebesar Rp 667,3 miliar dan tahun ini tajk jauh beda, dianggarkan sebesar Rp667,3 miliar,
Demikian beberapa poin penting yang disampaikan Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes RI, Setiaji ST. M.Si saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2024” yang di selenggarakan Majalah ItWorks pada (11/11/2024) secara virtual melalui aplikasi video conference zoom meeting. Selalu ada inovasi baru dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), unuk kinerja dan layanan kesehatan masyarakat, tahun ini Kemkes kembali masuk dan terpilih menjadi salah satu finalis di ajang penjurian untuk penghargaan “TOP Digital Awards 2024”.
Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Tiomaida Seviana – Keoala Pusat Data & TI Kemenkes RI, Winne Widiantini – Ketua Tim Kerja Layanan Dukungan Teknis Pusdatin Kemenkes RI, Karina Kusumawardani – Head of Communication, Marketing & Help Desk, dan beberapa tim lainnya.
Dalam kesempatan ini, Setiaji yang juga sebagai Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan RI, membawakan materi presentasi berjudul “SATUSEHAT sebagai Ekosistem Teknologi Kesehatan Nasional”. Di antaranya memfokuskan pembahasan inovasi aplikasi SATUSEHAT yang akan ditingkatkan dengan inovasi-inovasi baru untuk layanan kesehatan yang kebih baik, terintegrasi dan berkualitas melalui pemanfaatan data dan informasi dengan inovasi teknologi baru yang lebih canggih. Seperti big data analytic, IoT, hingga pemanfaatan data/content baru berbasis teknologi Artificial Inteligence (AI).
Sesuai materi paparan yang disampaikan, saat ini transformasi digital Kemkes, di antaranya fokus untuk integrasi dan pengembangan data untuk mendukung pengembangan eko sistem layanan kesehatan masyarakat melalui SATUSEHAT. Aplikasi SATUSEHAT terus dikembangkan menjadi ekosistem digital kesehatan nasional untuk memudahkan masyarakat mengakses data kesehatan dan mengelola kesehatan pribadi secara mandiri.
Terdapat SATUSEHAT Mobile sebagai transformasi serta pengembangan dari aplikasi PeduliLindungi yang akan menjadi gaya hidup baru masyarakat agar #TetapSEHAT dan #MakinSEHAT.
Melalui aplikasi ini, masyarakat akan mendapatkan layanan kesehatan dengan dukungan data dan informasi yang terintegrasi. Sehingga misalnya mereka akan berobat dari satu rumah sakit pindah ke rumah sakit lain, tidak perlu lagi membawa rekam medis fisik, karena data sudah terintegrasi yang juga bisa diakses di rumah sakit atau fasyankes lain, sehingga layanan berobat juga bisa cepat ditangani.
Aplikasi SATU SEHAT terus dikembangkan dengan teknologi terkini seperti teknologi big data analytic, Artificial Inteligence (AI), IoT, dan lainnya untuk mendukung aplikasi ini sebagai platform utama untuk memberikan layanan kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan.
Teknologi AI di antaranya dilakukan untuk pengembangan Deteksi Dini Risiko Hipertensi pada seseorang tanpa alat pengukuran tekanan darah langsung. Selain itu, ada pengembangan Analisis Prediksi Risiko Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 per Wilayah di Indonesia melalui model AI/ML. Model AI yang dikembangkan ini mampu mengidentifikasi individu berisiko tinggi hingga tingkat wilayah terkecil di seluruh Indonesia berdasarkan data skrining PTM, yang akan membantu tenaga Kesehatan memfokuskan skrining fisik lanjutan hanya pada mereka yang berisiko tinggi.
Dalam paparannya, Setiaji juga menjelaskan banyak hal terkait inisiasi dan inovasi digital di Kemenkes. Sesuai IT masterplan DTO Kemenkes, digitalisasi dilakukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Indonesia berbasis data, efisiensi layanan, dan ekosistem Kesehatan.
Diakui salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia saat ini adalah data kesehatan yang terfragmentasi karena banyaknya aplikasi dan keterbatasan regulasi dalam standardisasi dan pertukaran data. Karena itu integrasi dan interoperabilitas aplikasi kesehatan yang dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah akan dipriorotaskan. Sehingga kebijakan kesehatan bisa dilakukan sepenuhnya berlandaskan pada data yang menyeluruh uintuk pelayanan kesehatan yang lebih efisien.
Secara umum, strategi pengembangan digitalisasi di Kemkes dilakukan untuk meningkatkan proses bisnis dan kinerja manajemen di internal, serta eksternal untuk mendukung peningkatan layanan Kesehatan masyarakat. Di internal dilakukan dengan mengacu atau diselaraskan dengan tuntutan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 Tentang SPBE, serta Peraturan Presiden Nomor 132 tentang Arsitektur SPBE Nasional.
Secara teknis untuk akselerasi implementasi SPBE di Kemenkes juga telah dikeluarkan kebijakan tersendiri melajui Keputusan Menteri Kesehatan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/1559/2022 tentang Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Bidang Kesehatan dan Strategi Transformasi Digital Kesehatan.
Terkait layanan kesehatan masyarakat, SATUSEHAT dikembangkan sebagai ekosistem pertukaran data kesehatan (Health Information Exchange/HIE) yang menghubungkan sistem informasi atau aplikasi dari seluruh anggota ekosistem digital kesehatan Indonesia. Termasuk fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), regulator, penjamin, dan penyedia layanan digital. Hal ini di antaranya diperkuat dengan Keputusan Menteri Kesehatan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/133/2023 tentang Integrasi Data Kesehatan Nasional Melalui SATUSEHAT. Sebagai enabler juga diperkuat Surat Edaran Nomor HK.02.02/D/7093/2023 Tentang Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik Yang interoperable dengan Platform SATUSEHAT.
“Jadi aplikasi ini kita kembangkan dan dirancang sebagai bagian Sistem Informasi Kesehatan Nasional. Tujuannya antara lain memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Kemenkes berupaya mengembangkan produk-produk ekosistem SATUSEHAT untuk memudahkan masyarakat mengakses data kesehatan dan mengelola kesehatan pribadi secara mandiri. Dengan adanya ekosistem dalam aplikasi ini, diharapkan pertukaran data kesehatan dapat lebih efisien dan efektif. Dan masyarakat Indonesia bisa mengakses untuk merasakan manfaat melalui SATUSEHAT Mobile, SATUSEHAT Platform, SATUSEHAT SDMK, SATUSEHAT Logistik, dan lainnya.
SATUSEHAT Mobile adalah aplikasi kesehatan masyarakat yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Platform. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur dan layanan kesehatan, di antaranya pengingat minum obat, terkoneksi dengan wearable device, dan sertifikat imunisasi. Kemudian, SATUSEHAT Platform merupakan platform integrasi data kesehatan individu antar-fasyankes. Platform ini menghubungkan sistem informasi atau aplikasi dari seluruh anggota ekosistem digital kesehatan Indonesia.
SATUSEHAT SDMK dimanfaatkan untuk mengintegrasikan dan mengelola data profil tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung kesehatan lainnya. Sistem ini bertujuan memfasilitasi pencarian dan integrasi profil, pembaruan data pribadi dan keprofesian, serta layanan registrasi dan perizinan.
TOP Digital Awards merupakan kegiatan corporate rating atau ajang penilaian untuk penghargaan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital terbesar di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan/ instansi yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital (transformasi digital). Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan atau masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah ItWorks sejak 2016, bekerja sama serta didukung beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT & TELCO di Indonesia (AC)














