Jakarta, Itech- Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan, Kebijakan Satu Peta (KSP) pada skala 1:50.000 yang melibatkan 19 Kementerian/Lembaga ditargetkan rampung pada 2019. Program KSP dimaksud mengacu pada satu sistem referensi, satu sistem standar, satu basis data dan satu geoportal, satu versi dan satu walidata.
“Hal positif dalam program KSP adalah bahwa Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang dihasilkan memiliki kualitas yang diharapkan relatif baik setelah melewati proses verifikasi yang dilakukan oleh tim Percepatan Kebijakan Satu Peta,” kata Hasanuddin Zainal Abidin saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Informasi Geospasial Tematik (Rakortek IGT) Tahap III bertema Peningkatan Sinergitas Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Implementasi Percepatan Kebijakan Satu Peta di Jakarta, Rabu (21/12).
Lebih lanjut Hasanuddin menambahkan, terdapat beberapa kendala dalam percepatan pelaksanaan KSP antara lain ketersediaan SDM bidang Informasi Geospasial (IG), kedua minimnya industri geospasial Indonesia yang kurang dari 100 perusahaan. Jumlah tersebut dirasa masih kurang jika dibanding dengan Singapura yang memiliki 300 industri geospasialnyperusahaan. Selain itu, menyangkut kualitas peta rupa bumi Indonesia yang heterogen. “Masih adanya inkonsistensi antara data-data tematik yang ada di kementerian dengan di IGD. Karena itu harus intergrasikan,” sambugnya. (red/ju)














