ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Remote Work Kian Jadi Tren di Asia Tenggara

Ahmad Churi
19 December 2024 | 11:22
rubrik: Research
Remote Work Kian Jadi Tren di Asia Tenggara
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks- Tren kerja jarak jauh atau remote work semakin populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi para pekerja untuk mengejar karir internasional tanpa harus pindah secara fisik.

Berdasarkan laporan SEEK terbaru “Decoding Global Talent: Mobility Trends 2024 (SEA Edition)”, para profesional dari Indonesia semakin banyak yang mencari pengalaman internasional untuk mengatasi keterbatasan pasar kerja domestik.

Laporan dari SEEK juga menunjukkan bahwa tren untuk bekerja jarak jauh meningkat dari 62% pada tahun 2020 menjadi 71% pada tahun 2023. Angka ini melebihi rata-rata global sebesar 66% dan menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam persepsi terhadap peluang kerja internasional. Bahkan, lebih banyak orang (71%) terbuka untuk bekerja jarak jauh dibandingkan mereka yang bersedia pindah ke luar negeri (68%).

Demikian laporan yang dikeluarkan oleh SEEK, perusahaan induk platform pencarian kerja terkemuka seperti Jobstreet dan JobsDB di Asia, bekerja sama dengan Boston Consulting Group, The Network, dan The Stepstone Group, yang dirilis, di Jakarta, baru-baru ini.

Peningkatan Mobilitas Virtual

Tren peningkatan pekerjaan jarak jauh internasional memberikan keuntungan signifikan bagi para pekerja, yang bisa mengakses peluang dengan gaji lebih tinggi tanpa perlu pindah tempat tinggal. Sebanyak 55% pekerja di Hong Kong dan Asia Tenggara menyatakan kesulitan untuk pindah bersama keluarga sebagai hambatan utama untuk bekerja di luar negeri. Hal ini terutama terlihat di Hong Kong (68%), Singapura (66%), dan Malaysia (66%), di mana keharmonisan keluarga sangat dihargai.

Selain itu, biaya relokasi menjadi hambatan utama bagi 41% responden di Asia Tenggara dan Hong Kong, jauh lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 30%. Indonesia mencatatkan angka paling tinggi, yaitu 44% diikuti dengan Filipina (42%), dan Thailand (41%).

BACA JUGA:  Bangun SOC Kian Jadi Kesadaran Baru Keamanan Digital di Asia Pasifik

Hal ini menunjukkan bahwa biaya tinggi untuk pindah ke luar negeri membuat banyak profesional Indonesia lebih tertarik pada peluang kerja jarak jauh. Hambatan lainnya termasuk kurangnya pengetahuan tentang bekerja di luar negeri (35%) dan kekhawatiran tentang keselamatan dan keamanan pribadi (31%).

Bagi perusahaan, pergeseran ke arah kerja jarak jauh dapat menjadi solusi menarik, terutama ketika menghadapi kesulitan dalam mengisi posisi-posisi tertentu. Laporan ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan talenta berkualitas di kawasan Asia Tenggara dan Hong Kong tanpa perlu merepotkan proses relokasi.

Keberhasilan dalam memanfaatkan teknologi dan digitalisasi ini dapat memberikan solusi bagi banyak perusahaan yang kesulitan mengisi posisi tertentu. Perusahaan kini bisa menjangkau talenta berkualitas di Indonesia tanpa perlu merepotkan proses relokasi. Di sisi lain, ini juga membuka lebih banyak peluang bagi pekerja Indonesia untuk bekerja dengan perusahaan global dari kenyamanan rumah mereka.

Asia Tenggara Pusat Talenta

Meskipun minat untuk pindah secara fisik telah menurun sejak 2020, potensi mobilitas talenta di dalam kawasan ini tetap kuat. Singapura, khususnya, menjadi tujuan utama, dengan 30% pekerja Malaysia lebih memilih bekerja di Singapura, terdorong oleh reputasinya sebagai pusat bisnis multikultural. Secara global, Singapura menempati peringkat ke-8 sebagai tujuan paling diminati oleh talenta internasional.

Malaysia juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam peringkat global, dari posisi 33 pada 2018 menjadi 21 pada 2023, menunjukkan daya tarik yang semakin meningkat sebagai tujuan bagi para pekerja. (AC)

Tags: rEMOTE wORK
Previous Post

Logitech G Rilis PRO X TKL RAPID, Keyboard Gaming Berfitur Rapid Trigger

Next Post

Xiaomi Smart Display Max 100 Resmi Meluncur di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menuju Sovereign AI Indonesia, NeutraDC Siap Bangun AI Data Center Hingga 1GW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Human Capability Semakin Penting di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8.000 Pelari Ramaikan Garmin Run Indonesia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Hadirkan eufy Breast Pump S1 Pro dengan HeatFlow Technology

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto