ItWorks– Dukung kebijakan pemerintah tentang pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi pekerja migran, EF EFEKTA luncurkan dua program inovatif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar yang fleksibel dan efektif, yaitu Hyperclass dan All In One Course.
“Kami percaya bahwa kedua program ini tidak hanya akan membantu siswa dalam penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga memberikan dampak positif dalam karier mereka di dunia yang semakin kompetitif, sejalan dengan visi Kementerian P2MI untuk meningkatkan keterampilan pekerja migran,” ungkap Stefany Yacop, Marketing Director EF EFEKTA English for Adults Indonesia, dalam rilis pers, belum lama ini, di Jakarta.
Dijelaskan bahwa konsep All in One Course dirancang untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam menentukan cara dan waktu belajar mereka. “Sangat penting bagi setiap institusi pendidikan untuk terus berinovasi dalam menyediakan pembelajaran yang efektif bagi para siswanya. Di EF EFEKTA, kami memastikan program yang kami hadirkan memberikan fleksibilitas tanpa batas yang dapat mengakomodasi semua keterbatasan itu,” ujarnya.
Di tengah upaya Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mengirimkan 425.000 pekerja migran pada tahun 2025, pihaknya menekankan pentingnya peningkatan keahlian, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris. Bahkan, bahasa Inggris diusulkan menjadi bahasa kedua di Indonesia, dengan harapan agar orang Indonesia lebih kompetitif di pasar global.
Dikatakan, Hyperclass telah sukses menyelenggarakan lebih dari 1 juta sesi, menawarkan pengalaman belajar yang imersif dan interaktif. Program ini telah terbukti menarik perhatian banyak siswa, memberikan mereka cara baru yang menyenangkan untuk belajar bahasa Inggris.
Sementara itu, All In One Course memberikan fleksibilitas tanpa batas dan telah diminati lebih dari 10.000 siswa aktif. Dengan kebebasan untuk memilih pengajar, ukuran kelas, akses 24 jam, dan topik yang relevan, program ini dirancang khusus untuk para profesional yang ingin meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka dengan cara yang sesuai dengan gaya hidup mereka.
“Kami percaya bahwa kedua program ini tidak hanya akan membantu siswa dalam penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga memberikan dampak positif dalam karier mereka di dunia yang semakin kompetitif, sejalan dengan visi Kementerian P2MI untuk meningkatkan keterampilan pekerja migran,” ujarnya. (AC)














