PT. Geo Dipa Energi (GeoDipa) kembali terpilih sebagai Finalis ajang TOP Corporate Social Responsibility Awards 2021, yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsutan bidang CSR.
GeoDipa merupakan perusahaan pengelola panas bumi yang memanfaatkannya sebagai salah satu sumber tenaga pembangkit listrik. Cakupan kegiatannya mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi lahan penghasil panas bumi, pembangunan sarana pembangkit (power plant) hingga menyalurkan hasil olahan panas bumi menjadi energi listrik ke jaringan transmisi listrik interkoneksi Jawa-Madura-Bali. Lapangan panas bumi yang dikelolanya antara lain berada di Dieng, Jawa Timur; Patuha, Jawa Barat; dan Candradimuka, Jawa Tengah.
Sebagai Finalis TOP CSR Awards 2021, GeoDipa telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara online pada Kamis, 4 Maret 2021. Hadir dalam sesi ini Riki Firmandha Ibrahim, Direktur Utama; Endang Iswandini, Corporate Secretary; dan sejumlah karyawan GeoDipa terkait CSR dari sejumlah wilayah kerja GeoDipa.
Baca: Ini Strategi Bukit Asam Optimalkan Program CSR di Masa Pandemi Covid-19
Dalam tahapan ini, GeoDipa memaparkan berbagai program Community Development yang telah dijalankannya untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. Utamanya program comdev yang berkaitan dengan Pandemi Covid-19 dan Era Kenormalan Baru.

Kebijakan dan Strategi CSR
Dalam presentasinya kepada dewan juri, Riki Ibrahim memaparkan kebijakan dan strategi yang dijalankan GeoDipa terkait CSR telah selaras dengan bisnis inti perusahaan, termasuk di masa Pandemi Covid-19 dan Kenormalan Baru saat ini.
“Kebijakan dan komitmen GeoDipa dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial, sejalan dengan ketentuan yang berlaku yaitu UU No. 19/2003 tentang Perseroan Terbatas, UU No. 40/2007 tentang BUMN, dan PP No. 47/2021 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PerseroanTerbatas.”
“Prinsip kami dalam pelaksanaan program Community Development, pertama, Meningkatkan kemandirian Masyarakat; kedua, Meningkatkan kesejahteraan; ketiga, Memperbaiki kondisi Lingkungan; dan keempat, Berjalan secara Berkelanjutan,” ujar Riki Ibrahim.
Baca: Asyik Nih, Bisa Lihat Rusa Jawa di Taman KEHATI Hasil CSR Polytama Propindo
Dirut GeoDipa itu memastikan bahwa perusahaannya punya komitmen tinggi dalam melakukan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik sesuai dengan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial perusahaan serta tata kelola perusahaan yang baik
“Kami berhasil membangun value creation melalui implementasi sustainability development pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi,” tegasnya.
Saat ini, lanjut Riki Ibrahim, ada 4 pilar program Community Development GeoDipa yaitu:
“Pertama, GeoDipa Peduli (Community Relations), komunikasi kepada para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan citra perusahaan dalam bentuk kegiatan donasi, sponsorship, sosialisasi, perayaan hari raya.”
“Kedua, GeoDipa Maju (Community Service & Infrastructure), komunikasi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum berupa pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur pemangku kepentingan.”
“Ketiga, GeoDipa Pintar (Building Capacity), komunikasi yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, baik secara pendidikan, pelatihan, kerjasama, konservasi, dan sosialisasi.”
“Terakhir, GeoDipa Hijau (Communication Empowerment & Conservation), komunikasi yang memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandirian berupa pemberdayaan dalam rangka mengelola sumberdaya alam dan masyarakat.”

Program CSR Selaras dengan Bisnis Inti
Endang Iswandini melanjutkan pemaparan dengan menjelaskan sejumlah Program CSR GeoDipa yang selaras atau mendukung strategi bisnis perusahaan.
“Kami menjalankan Program Sambungan Listrik Bagi Keluarga Prasejahtera untuk mendukung peningkatan rasio elektrifikasi yang juga jadi program pemerintah. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan PLN.”
“Program CSR kami berikutnya yang sejalan dengan bisnis inti yaitu elektrifikasi gratis masyarakat prasejahtera. Dengan diberikannya sambungan listrik gratis ini, kami harap dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat, terutama yang tergolong keluarga prasejahtera.”
“Kami juga melakukan kegiatan konservasi dan penghijauan, terutama di lokasi sekitar wilayah kerja GeoDipa. Tujuannya untuk membangun budaya peduli lingkungan masyarakat dan mencegah terjadinya bencana seperti tanah longsor dan banjir,” terang Endang kepada dewan juri.
Baca: Uniknya Inisiatif CSR Donggi Senoro LNG, Pelestarian Satwa Langka Burung Maleo
Kebijakan dan Strategi CSR
Endang juga menjelaskan di masa Pandemi COVID-19 dan Kenormalan Baru saat ini, GeoDipa juga telah menetapkan kebijakan dan strategi yang ditujukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
“Pertama, Optimasi Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19. Dengan program Bantuan Ketahanan Pangan dan Alat Kesehatan. Dilakukan dengan memberi bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19 serta alat kesehatan kepada tenaga medis/puskesmas dan masyarakat.”
Kedua, Optimasi Penanganan Dampak Sosial Covid-19. Dengan menggelar berbagai program Padat Karya yang mempekerjakan masyarakat atau warga di sekitar wilayah kerja GeoDipa.”
Endang mengungkapkan bahwa pemberian bantuan sembako dan peralatan medis dan kesehatan ini jadi program CSR unggulan GeoDipa di masa Pandemi COVID-19 dan Kenormalan Baru. Dengan total realisasi tahun 2020 sebesar Rp2,355,641,297,-.
Baca: Ingin Tumbuh Bersama Mitra, PTPN IX Selaraskan Program CSR dengan Bisnis Intinya
Adopsi CSV dalam CSR
Terkait adopsi konsep Creating Shared Value atau Kemanfaatan Bersama dalam program CSR yang dijalankan perusahaan, Endang memaparkankan sejumlah program CSR GeoDipa yang telah mengadopsi konsep CSV tersebut.
“Pertama, Pelatihan dan pembinaan UKM Unggulan melalui 2 komoditas yaitu kopi dan kentang. Berupa pelatihan dan pengembangan komoditas kopi kepada petani kopi tentang budidaya kopi dan melakukan pemasaran melalui berbagai event.”
“Juga pelatihan dan pengembangan komoditas kentang kepada petani kentang. Kami membuka peluang pemasaran lebih luas kepada UKM binaan yang melakukan pengolahan kentang seperti keripik kentang.”
Khusus untuk komoditas kentang, menurut Riki Ibrahim, GeoDipa sedang bekerja sama dengan LPPI terkait peluang ekspor kentang dari petani binaan GeoDipa.
“Program kedua, berupa pengembangan pengelolaan sampah menjadi komposter yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Diharapkan dengan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, dapat memberikan dampak positif mengingat wilayah kerja GeoDipa yang berdampingan dengan kawasan pemukiman dan wisata. Hal ini juga akan berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan,” tutur Endang.
Baca: Softex Indonesia Care Club Ikut Meningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia
“Ketiga, berupa pembangunan BTS dan penyediaan jaringan internet. Ini utamanya untuk mengatasi kendala telekomunikasi serta kebutuhan belajar jarak jauh siswa siswi sekolah selama pandemi Covid-19.
”Untuk pelaksanaan program ini, kami bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia, dengan GeoDipa membiayai Pembangunan Self Supporting Tower atau Base Transceiver Station (BTS) setinggi 4 kaki 42 meter di Patuha Desa Sugihmukti yaitu lokasi J milik GeoDipa. Dengan pembangunan BTS ini akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Bandung, Jawa Barat,” harap Endang.
Selain program CSR unggulan, dalam kesempatan ini, Endang juga memaparkan sejumlah program CSR yang telah dan sedang dijalankan GeoDipa di tahun 2019 hingga 2021.
“Di bidang Infrastruktur, kami melakukan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan melakukan perbaikan rumah masyarakat prasejahtera.”
“Kemudian bidang pendidikan, berupa pelatihan dan pembinaan bagi kalangan UMKM dan BUMDes setempat,” tutup Endang.
Baca: Patut Dicontoh, Program PKBL Pelindo IV Mendukung Kesejahteraan Masyarakat














