ItWorks- Inovasi, kreatifitas dan investasi, plus teknologi informasi, menjadi kunci penting agar Indonesia makin kompetitif dan bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya inovasi dalam korporasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membuat Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). “Untuk keluar dari middle income trap, kita membutuhkan inovasi, kreativitas, investasi, plus teknologi. Resepnya kan begitu…,” ujar Wamen Nezar Patria dalam Peluncuran dan Diskusi Buku Sumber Daya Korporasi di Bentara Budaya Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (26/02/2025), dilansir dalam rilis pers.
Menurutnya, Indonesia memerlukan korporasi-korporasi yang tangguh untuk bersaing di era kompetisi global. Perkembangan teknologi dan ekonomi digital saat ini didorong oleh korporasi, terutama yang bergerak di bidang teknologi. “20 tahun belakangan ini, sejak perusahaan-perusahaan teknologi mengalahkan perusahaan-perusahaan industri ekstraktif, kalau di listing di bursa saham, di New York sana itu, top five-nya itu semuanya perusahaan teknologi, itu ada Apple, Amazon, Meta, dan lain-lain,” jelasnya.
Oleh karena itu, korporasi diminta untuk menjadi pihak yang berada di barisan paling depan untuk menghadapi dinamika global yang sedang terjadi.”Saya melihat gagasan dari Mas Bobby ini, korporasi itu harus menjadi lokomotif untuk bisa menavigasi dinamika yang sedang terjadi saat ini,” tandasnya.
Terlebih menurutnya, Indonesia saat ini memiliki visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi cita-cita bangsa di masa depan dan upaya untuk mewujudkan cita-cita ini membutuhkan dukungan dari korporasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja. (AC)














