Jakarta,ItWorks- Setelah membuka pendaftaran dengan partisipan dari seluruh dunia di awal tahun, Disaster Tech Innovation Competition (Kompetisi Inovasi Teknologi Bencana) yang diadakan oleh Prudence Foundation, lembaga sosial pelaksana program Community Investment Prudential di Asia, bersama AVPN, jaringan penyandang dana dari Singapura, kini mencapai puncaknya pada acara Live Pitch di Singapura. Sebanyak lima finalis dari berbagai penjuru dunia, saling berkompetisi di hadapan para juri ahli.
Para finalis menunjukkan bagaimana mereka memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi pencegahan dan pemulihan bencana di berbagai wilayah seperti Kamboja, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Filipina dan Taiwan. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian ketat, FieldSight menjadi pemenang kompetisi dengan solusi platform mobile yang mendukung kegiatan rekonstruksi bencana, dan berhak atas hadiah sebesar US$100.000 untuk mendukung implementasi dan meningkatkan solusi teknologi bencana mereka.
“Kompetisi Inovasi Teknologi Bencana ini makin menghubungkan kami ke jaringan kontak, keahlian teknis, dan dukungan keuangan yang lebih luas yang sebelumnya tidak kami miliki, Hal ini akan sangat penting bagi FieldSight untuk meminimalkan dampak bencana alam di Asia-Pasifik dan global,” Justin Henceroth, Director FieldSight dalam siaran pers yang di terima redaksi (27/6), di Jakarta.
Dikatakan, Platform yang dikembangkan FieldSight pertama kali diluncurkan di Nepal setelah gempa bumi dahsyat pada 2015. Sejak saat itu pihaknya menerapkannya di 60.000 lokasi di 16 region untuk memantau dan mengawasi proses penjaminan kualitas kegiatan infrastruktur kemanusiaan dan pasca bencana.
Kompetisi ini merupakan komponen inti dari Program Inovasi Teknologi Bencana (Disaster Tech Innovation Programme), yang berupaya untuk meningkatkan pentingnya teknologi inovatif dalam melindungi dan menyelamatkan kehidupan sebelum, selama dan pasca bencana alam (atau “Teknologi Bencana”).
Daftar lengkap pemenang sebagai berikut:
Pertama, FieldSight: Pemenang Kompetisi – US$100.000
Kedua, SeismicAI: Runner-up Pertama – US$30.000. Sistem peringatan dini yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) yang mendeteksi aktivitas seismik dalam dua detik
Ketiga, PetaBencana.id: Runner-up Kedua – US$20.000. Platform berbasis web gratis yang menghasilkan visualisasi bencana berskala megacity menggunakan pelaporan berbasis keramaian (crowd-sourced) dan statistik secara real time.
Dua finalis lainnya: sebagai pemenang Keempat, OpenAerialMap: platform citra drone yang dibagikan secara cepat selama bencana. Pemenang kelima, People in Need: Sistem peringatan dini untuk banjir yang menggunakan sensor berbasis Internet of Things (IoT). (AC)














