ItWorks-Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, menerima kunjungan audiensi dari Wakil Ketua Badan Penyelenggara Haji (BPH), Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran di Kantor BSSN Ragunan, Jakarta.
Transformasi digital, khususnya penerapan sistem pemerintahan elektronik (e-government), telah menjadi keniscayaan bagi semua lembaga negara. E-government memungkinkan peningkatan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Transformasi digital ini juga untuk memfasilitasi pelayanan publik yang lebih baik dan mudah bagi masyarakat. Tak terkecuali untuk layanan masyarakat dengan sistem teknologi informasi oleh Badan Penyelenggara Haji (BPH) melalui transformasi digital.
Pertemuan yang dilakukan pada selasa (22/04) ini, merupakan langkah awal yang penting dalam rangka koordinasi dan penguatan keamanan siber di lingkungan Badan Penyelenggara Haji. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyampaikan komitmen untuk saling mendukung dalam menjaga keamanan informasi, khususnya dalam pengelolaan data jemaah haji guna terjaga keamanan, keaslian, dan ketersediaannya.
Kepala BSSN menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks.“Kami mendukung penuh upaya Badan Penyelenggara Haji dalam memperkuat sistem keamanan informasinya. Keamanan data jemaah adalah bagian dari menjaga kepercayaan publik dan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Nugroho sebagaimana dirilis Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN (24/04/2025), di Jakarta.
Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya peran BSSN dalam membantu pihaknya memastikan bahwa sistem teknologi informasi yang digunakan telah terlindungi dari potensi ancaman siber.
“Kolaborasi ini sangat penting, mengingat banyaknya layanan digital yang kami gunakan dalam proses penyelenggaraan haji, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ibadah di tanah suci,” ungkapnya.
Sinergi antara BSSN dan Badan Penyelenggara Haji ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sistem layanan ibadah haji yang aman, akuntabel, dan tepercaya.














