ItWorks.id- Menteri Perdagangan (Mendag), Dr. Budi Santoso resmi membuka IFRA Business Expo 2025 pada hari ini (29/08/2025), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Pameran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Dyandra Promosindo ini, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan kewirausahaan di Indonesia, dengan fokus pada peluang waralaba dan lisensi.
“Kami mengapresiasi AFI dalam menyelenggarakan pameran ini, di mana hal ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dengan mendorong tumbuhnya peluang usaha bagi masyarakat, dan calon wirausahawan baru,” ungkap Mendag, Budi Santoso.
Ditambahkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sejauh ini juga memiliki beberapa program untuk mendukung tumbuh kembangnya pelaku usaha, temasuk bagi pelaku UMKM. Salah satunya melalui business matching untuk UMKM agar bisa tembus ekspor, dengan menghubungkan UMKM dengan pembeli luar negeri dan memfasilitasi akses ke pasar global.
Business matching juga menjadi strategi mempertemukan antara pelaku bisnis untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, baik itu sebagai mitra distribusi, pemasok, investor, maupun untuk kebutuhan kolaborasi strategis lainnya. Tujuannya adalah untuk mempertemukan bisnis yang memiliki potensi kerja sama, seperti produsen dengan pembeli, atau industri demi memperkuat jaringan usaha, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing produk di luar negeri.
“Untuk mendukung program business matcing, Kemendag memiliki atase perdagangan di 33 negara yang bisa membantu untuk kelancaran program ini. Melalui pragram ini, sejak Januari hingga saat ini menghasilkan transaksi bisnis hingga Rp1,4 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum AFI, Anang Sukandar, menyatakan, “The 24th IFRA Business Expo ini menjadi kelanjutan dari bukti nyata komitmen AFI dalam mendorong pertumbuhan ekosistem waralaba dan lisensi di Indonesia demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sebagai salah satu pilar yang mendukung pertumbuhan tersebut, praktik waralaba harus dijalankan dengan beretika, berstandar, efektif, dan efisien. Selain itu, praktik ini juga harus dijalankan dengan ilmu manajemen yang mumpuni, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Anang menambahkan, dukungan dari pemerintah juga tidak kalah penting. Kita harus belajar dari pemerintah negara-negara tetangga yang telah sukses menjadikan industri waralaba sebagai salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi negaranya melalui dukungan langsung ke para pelaku industri.
the 24th IFRA Business Expo 2025 menghadirkan 240 perusahaan yang mewakili 350 merek terkemuka dari lebih dari 28 sektor industri, menjadikannya platform strategis yang menjanjikan peluang bisnis yang lebih besar bagi para pelaku usaha, investor, dan calon wirausahawan dengan berbagai latar belakang. Dengan mengangkat tema “Building Successful Business with Ethical Franchising,” IFRA Business Expo 2025 optimis dalam mendatangkan total 25.000 pengunjung selama dua kali penyelenggaraannya, offline maupun online dengan target transaksi sebesar Rp 1,5 triliun.














