ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

BRIN Ungkap Tiga Kunci Utama Untuk Transformasi Digital

Ahmad Churi
12 September 2025 | 15:46
rubrik: Digital
BRIN Ungkap Tiga Kunci Utama Untuk Transformasi Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ungkap tiga kunci penting yang menjadi bagian penting bagi kelangsungan transformasi digital di Indonesia. Di antaranya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), rantai blok (blockchain), dan penguatan keamanan siber. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, Agus Eko Nugroho dalam kegiatan AI Development Seminar: Technical AI & Blockchain-Based AI Training, belum lama ini. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa adopsi AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Ia memproyeksikan bahwa teknologi ini dapat menyumbang hingga 10% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030, khususnya melalui sektor keuangan, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian presisi.  “Percepatan adopsi teknologi tidak dapat dilepaskan dari kerja sama lintas sektor, mulai dari kalangan akademisi hingga pelaku usaha. Hal tersebut agar riset dan implementasi berjalan seiring kebutuhan nyata masyarakat,” katanya dirilis Humas BRIN (11/09/2025), di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Lukas, Dosen Teknik Elektro Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya sebagai Ketua Indonesia Artificial Intelligence Society mengulas mengenai perjalanan AI dari tahap Artificial Narrow Intelligence (ANI) hingga menuju Artificial General Intelligence (AGI). “ANI adalah bentuk AI yang hanya menguasai satu domain terbatas, misalnya pengenalan wajah atau sistem rekomendasi. ANI sangat mahir dalam tugas spesifik, namun gagal jika dihadapkan pada konteks di luar rancangan awalnya,” urainya.

Dijelaskannya bahwa AGI yang mulai berkembang pada masa kini menawarkan kemampuan yang lebih umum. “Ia bisa melakukan penalaran lintas topik dan menjawab beragam pertanyaan yang sebelumnya tidak terprogram secara khusus. Namun, AI hanyalah asisten cerdas, manusia tetap harus menjadi pengambil keputusan akhir agar akuntabilitas tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga mengulas bagaimana Large Language Model (LLM) bekerja dengan mekanisme transformer. “Inti dari transformer adalah proses atensi yang memilih bagian penting dari kalimat manusia untuk kemudian diprediksi lanjutannya. Dari sinilah AI bisa merangkai jawaban yang tampak alami,” sambungnya.

BACA JUGA:  Paper.id Luncurkan PaperXB, Solusi Pembayaran Lintas Negara dengan Kartu Kredit

Lebih jauh, konsep Retrieval-Augmented Generation (RAG) dibahas sebagai pendekatan yang memungkinkan model tidak hanya mengandalkan data internal, melainkan juga mencari dahulu informasi eksternal sebelum memberi jawaban.“Multimodalitas, yaitu kemampuan AI memahami teks, gambar, dan suara sekaligus. Serta, konsep mixture-of-experts yang menggabungkan pakar-pakar internal model untuk meningkatkan ketepatan penalaran,” terangnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya edge computing yang didukung perangkat internet untuk segala (Internet of Things/IoT) untuk memastikan kedaulatan data dan kecepatan pemrosesan. Ia memberi contoh sistem tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE), di mana kamera di lapangan memproses data langsung tanpa harus bergantung sepenuhnya pada server pusat.

“Dibalik peluang besar ini, kami ingatkan adanya risiko serius, yaitu bias data, penyebaran disinformasi, potensi manipulasi melalui pemalsuan, hingga ancaman serangan peracunan data. Karena itu, validasi, pengujian ulang, serta pendidikan etika menjadi keharusan dalam membangun ekosistem AI yang sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN Zamroni Salim memperkenalkan konsep AGI terdesentralisasi yang dibangun melalui blockchain. “Selama ini pengembangan AI didominasi korporasi besar maupun negara tertentu, sehingga kontrol bersifat sentralistik. “Dengan blockchain, kontrol dapat berpindah ke tangan masyarakat,” tuturnya.

Ia memperkenalkan platform bernama Aigat, yang diklaim sebagai AGI berbasis blockchain dengan kemampuan pembelajaran mandiri. “Artinya, sistem ini mampu belajar dan memperbaiki dirinya sendiri tanpa harus terus-menerus diperbarui dari luar,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa dengan blockchain, siapa pun dapat berperan bukan hanya sebagai pengguna AI, melainkan juga sebagai pelatih. Sistem ini menggunakan pendekatan useful proof of work. “Energi komputasi yang biasanya hanya dipakai untuk memecahkan algoritma dan menghasilkan koin dalam blockchain konvensional, dimanfaatkan juga untuk melatih AI. Dengan begitu, proses mining tidak hanya menghasilkan mata uang kripto, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan kecerdasan buatan,” rincinya.

BACA JUGA:  Genjot Digitalisasi Layanan Publik, PDN 1 Ditarget Uji Coba Juni 2025

Selanjutnya, Dosen Magister Teknologi Informasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Nashrul Hakiem memaparkan ancaman siber di Indonesia kian meningkat. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hampir 120 juta serangan pada Desember 2024, 

“Evolusi keamanan siber kini telah memasuki tahap kelima. Dari sekadar antivirus dan firewall, berkembang menjadi keamanan berbasis AI. Ini mampu beradaptasi secara otomatis dan bahkan menyembuhkan dirinya sendiri,” bebernya.

Ia menggarisbawahi bahwa AI ibarat pedang bermata dua, bisa menjadi pelindung, namun juga bisa dipakai untuk menyerang. “Misalnya, melalui deepfake yang kian sulit dibedakan dari kenyataan. Karena itu, penting menerapkan prinsip zero trust atau selalu memverifikasi setiap akses, serta memperkuat pusat operasi keamanan dan tim respon insiden,” imbuhnya.

Blockchain, lanjutnya, dapat berperan menjaga integritas data karena sifatnya yang tidak mudah diubah. Dengan catatan-catatan transaksi yang permanen, blockchain bisa digunakan sebagai lapisan kepercayaan untuk berbagi informasi mengenai ancaman secara lebih transparan. Terakhir, ia juga menyinggung aspek regulasi dan etika, seraya menegaskan bahwa kebocoran data bukan lagi isu, melainkan kenyataan sehari-hari.

Tags: Transformasi Digital Pemerintah
Previous Post

Resmi Dibuka, Ini Penawaran Ekslusif di HUAWEI Experience Store Central Park Mall

Next Post

Wujudkan Bangunan Cerdas dan Hijau, Schneider Electric dan HAEI Perkuat Kompetensi Ahli Elektro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lenovo EdVision, Platform Bertukar Ide dan Belajar Penggunaan Teknologi Bagi Tenaga Pengajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Hadirkan Power Bank Ultra-Slim dengan Pengisian Magnetik Qi2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ingram Micro Indonesia Jalin HiAware Hadirkan Inovasi Solusi Keamanan Siber

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anchanto Singapura Meraih Investasi US$ 4 Juta Melalui MDI Ventures

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto