Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam program integrasi sapi dengan sawit terus mengembangkan teknologi pengembalaan sapi terkontrol berbasis android, melalui aplikasi Sipintar untuk formula pakan dan Sipandai untuk penggembalaan. Selain itu, solusi alternatif yang dimungkinkan untuk peningkatan populasi sapi melalui pemanfaatan potensi perkebunan kelapa sawit, dimana limbah dan bagian dari kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.
“Program integrasi sapi dengan sawit atau sapi-sawit sebenarnya sudah lama dicanangkan. Hanya saja ada kekhawatiran, integrasi ini akan merusak sawit. Untuk itu, BPPT membuat inovasi teknologi formula pakan berbasis limbah sawit dan teknologi pengembalaan sapi,”ungkap Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Eniya Listiani Dewi, dalam dialog interaktif Perspektif Integrasi Sawit Sapi Dalam Mendukung Peningkatan Populasi Sapi di Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/4).
Dalam dialog BPPT melalui Pusat Teknologi Produksi Pertanian tersebut diharapkan masalah hilir seperti pendanaan perbankan dan kebijakan dapat teratasi termasuk dari segi teknologi yang dapat bersinergi. sehingga teknologi yang diaplikasikan dapat tepat sasaran. Sementara guna memwadahi komunikasi pelaku kegiatan program integrasi sait sapi melalui pembentukan Forum Pelaku Integrasi Sawit Sapi yang antara lain di gagas oleh Ketua Umum Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia, Darmono Taniwiryono.
Tak hanya itu, BPPT juga telah menguatkan kompetensi di sektor pakan ternak yang memanfaatkan limbah sawit. Pada tahun ini, pakan ternak akan dijadikan unggulan teknologi untuk dikembangkan, misalnya pakan campuran daun sawit. BPPT juga sudah mengembangkan program basis data sistem formulasi pakan yang dapat diakses petani dan peternak. Potensi kebun kelapa sawit di Indonesia 11 juta hektare, itu mendukung peningkatan populasi ternak sapi melalui program sapi-sawit. (red/ju)













