ItWoks.id- Palo Alto Networks, perusahaan global di bidang keamanan siber, bersama Cyberlite, penyedia edukasi yang berfokus pada keamanan digital dan pembelajaran AI, meluncurkan “Keamanan AI Dalam Perlengkapan Ruang Kelas”. Program ini menjadi sumber daya edukatif untuk membantu siswa memahami penggunaan AI generatif secara aman dan beretika.
Program ini tidak terlepas masih belum meratanya pemahaman pelajar atas keamanan digital, dimana berdasarkan kajian Tech for Good Institute, dari enam negara ASEAN. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam), dan hanya Malaysia dan Singapura yang secara komprehensif memiliki kurikulum keamanan siber mulai dari usia sekolah, masa perkuliahan, hingga level doktoral serta ruang lingkup asosiasi.
Riset tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia tidak memiliki kurikulum yang memadai terkait keamanan digital untuk pelajar usia sekolah menengah, pascasarjana, dan doktoral. Padahal Dengan meningkatnya serangan digital memperkuat komitmen Palo Alto Networks dalam melindungi gaya hidup digital masyarakat serta berkontribusi pada peningkatan literasi keamanan siber di tingkat komunitas pelajar.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi AI yang memunculkan ancaman baru seperti deepfake dan rekayasa sosial, Palo Alto Networks menilai pendidikan sebagai garda terdepan dalam melindungi “faktor manusia” dari risiko manipulasi digital.
“Kami percaya keamanan siber dimulai dari kesadaran dan pendidikan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu guru dan siswa membangun pemahaman yang lebih kuat tentang bagaimana AI bekerja, sekaligus bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab dan aman,” ujar Lisa Sim, Vice President Marketing, Asia Pacific & Japan, Palo Alto Networks dalam rilis pers (10/11/2025).
Tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Keamanan AI dalam Perlengkapan Ruang Kelas memperluas kolaborasi strategis antara Palo Alto Networks dan Cyberlite, yang sebelumnya telah mendistribusikan lebih dari 100.000 Ready Get Set Connect! Buku ke sekolah-sekolah di berbagai negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Perlengkapan ini terdiri dari modul pembelajaran berdurasi 30 menit yang membantu siswa membangun keterampilan berpikir kritis serta menjadi pengguna AI yang cerdas, beretika, dan sadar risiko. Materinya disusun secara praktis berdasarkan situasi digital sehari-hari.














