ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi Digital Patience oleh Twilio: Konsumen Indonesia Paling Sabar Dan Positif Terhadap AI

Ahmad Churi
18 November 2025 | 10:36
rubrik: Research
Studi Digital Patience oleh Twilio: Konsumen Indonesia Paling Sabar Dan Positif  Terhadap AI
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id-Studi Digital Patience oleh Twilio menunjukkan sebanyak 85% menunjukkan konsumen Indonesia termasuk paling sabar dalam interaksi digital, tertinggi di kawasan Asia Pasifik & Jepang (APJ) . Sebanyak 75% konsumen bersedia menunda untuk keamanan yang lebih baik, dan 53% akan urung menggunakan aplikasi atau layanan baru jika proses pendaftaran berhambatan.

Di tengah laju akselerasi digital yang menguji kesabaran konsumen di seluruh Asia Pasifik, konsumen Indonesia justru menunjukkan tren berbeda. Riset terbaru dari Twilio (NYSE: TWLO), platform interaksi dengan pelanggan dalam hubungan real time , mengungkap bahwa konsumen Indonesia memiliki tingkat kesabaran digital tertinggi dan pandangan yang sangat positif terhadap AI dalam layanan pelanggan.

“Dalam studi bertajuk “Decoding Digital Patience: Are Asia Pacific’s Digital Users Losing Their Cool?” (Mengurai Kesabaran Digital: Apakah Pengguna Layanan Digital di Asia Pasifik Mulai Kehabisan Kesabaran?), terungkap konsumen Indonesia merupakan yang paling sabar (85%) di kawasan Asia Pasifik & Jepang (APJ) dalam interaksi dengan brand melalui saluran digital atau saluran otomatis,” ungkap Robert Woolfrey, Vice President, APJ, Communications di Twilio dalam rilis pers (17/11/2025).

Disebutkan, Filipina menempati posisi berikutnya, dengan 76% konsumen yang menunjukkan kesabaran dalam interaksi digital. Statistik ini sangat bertolak belakang dengan temuan di Australia, Hong Kong, India, dan Jepang, di mana tingkat kesabaran berkisar antara 60% hingga 65%, apalagi jika dibandingkan dengan Singapura dengan konsumen yang paling tidak sabaran (59%).

Tingkat toleransi yang tinggi ini disumbangkan oleh konsumen berusia muda, khususnya Gen Z yang lebih sabar dalam mengakses layanan pelanggan berbasis digital atau otomatis (73%), dibanding Gen X dan Baby Boomers (64%). Kesenjangan antargenerasi ini menegaskan tingkat keakraban dan penerimaan yang lebih tinggi di kalangan konsumen usia muda terhadap layanan serba digital.

BACA JUGA:  Waspada, Terjadi Lonjakan Minat Penguras Kripto Di Dark Web

Kendati sabar secara umum, tingkat toleransi konsumen Indonesia juga bersifat kontekstual, meningkat tajam untuk masalah-masalah kompleks berisiko tinggi, tetapi cepat menurun untuk kerumitan layanan rutin. Ketika menghadapi masalah yang pelik atau penting seperti terkait layanan kesehatan, tingkat kesabaran amat tinggi. Tercatat, 81% konsumen mampu tetap sabar ketika mengajukan pertanyaan lanjutan setelah konsultasi dengan dokter, mencerminkan pemahaman bahwa masalah kesehatan memerlukan respons yang cermat dan mendalam.

Sebaliknya, toleransi konsumen Indonesia akan menurun ketika menghadapi masalah yang mendesak terkait ritel dan teknologi. Hanya 63% mengatakan akan tetap sabar, sedikit lebih rendah dari tingkat kesabaran konsumen Filipina (66%) yang paling sabar ketika menghubungi layanan pelanggan untuk melaporkan bahwa barang penting gagal dikirim tepat waktu. Meski begitu, konsumen Indonesia masih termasuk yang paling sabar di kawasan APJ. Bandingkan dengan 59% konsumen APJ yang berusaha keras untuk tetap sabar dalam situasi serupa. Di pasar yang sudah sangat matang seperti Jepang dan Singapura, tingkat kesabaran bahkan merosot ke angka 51% dan 52%.

Pola yang sama teramati ketika konsumen harus mengadukan gangguan layanan teknologi atau telekomunikasi. Tingkat kesabaran dalam situasi ini mencapai 69% di antara konsumen Indonesia – ini jauh lebih tinggi dari Jepang (51%) dan Singapura (54%), bahkan masih lebih tinggi dari rata-rata kawasan yakni sebesar 62%. Angka-angka ini menyoroti istimewanya tingkat kesabaran konsumen Indonesia, bahkan meski di beberapa situasi yang melibatkan transaksi penting dan mendesak ini tampak terjadi penurunan kesabaran.

Lebih lanjut, studi Twilio ini menemukan bahwa konsumen Indonesia memiliki toleransi rendah terhadap hambatan dalam tahap awal atau pendaftaran untuk suatu layanan. Lebih dari separuh (53%) konsumen Indonesia – tertinggi di APJ – mengaku akan mempertimbangkan ulang apakah mereka benar-benar butuh atau menginginkan suatu aplikasi atau layanan jika proses pendaftarannya terlalu panjang atau berbelit-belit. Kesan pertama yang buruk ini tidak hanya memengaruhi konversi, melainkan juga tingkat kepercayaan: seperlima (23%) dari 53% konsumen tadi mengatakan kepercayaan mereka terhadap kemampuan suatu brand menjamin keamanan dan data menjadi hilang akibat proses pendaftaran yang berbelit-belit.

BACA JUGA:  Report: 2028, 5G Diproyeksi Jadi Teknologi Terkemuka di Asia Tenggara

Toleransi Tinggi, Tapi Tidak Semua Puas Dengan AI

Konsumen Indonesia menunjukkan keterbukaan dan toleransi yang tinggi terhadap alat pendukung layanan pelanggan berbasis AI. Ada satu temuan yang membuat Indonesia benar-benar mencolok di antara negara lain di kawasan APJ: lebih dari separuh konsumen Indonesia (52%) mengatakan bahwa penerapan AI justru membuat mereka lebih sabar karena mereka “memahami bahwa AI dirancang untuk membantu, dan untuk itu diperlukan waktu lebih lama”. Ini sungguh sebuah sentimen yang amat positif, dan tingkat toleransi konsumen Indonesia ini jauh di atas rata-rata APJ yakni 30%, apalagi dibandingkan Jepang yang hanya 15% konsumennya memiliki pendapat sama.

Namun, toleransi yang tinggi ini tidak serta-merta berarti konsumen merasa puas. Dari begitu banyak konsumen Indonesia (78%) yang sudah pernah berinteraksi setidaknya sekali dengan alat layanan pelanggan berbasis AI, hanya 42% menyatakan puas. Sementara, 46% memiliki sikap netral, artinya bagi mereka pengalaman dengan alat AI ini biasa saja, tidak ada yang istimewa. Fakta ini dapat dipandang sebagai peluang bagi brand untuk memenangkan hati pelanggan dengan cara memperbaiki mutu interaksi berbasis AI, baik melalui percakapan suara maupun dengan chatbot.

Masalah utama terkait agen AI yang paling sering dikeluhkan masih berakar pada fungsi dasar dan empati: konsumen mengaku paling frustrasi saat diberikan respons yang terbatas atau generik (39%), saat interaksi terasa terprogram atau robotik (37%), dan saat AI gagal memahami pertanyaan mereka (27%).

Meskipun memiliki toleransi tinggi terhadap AI, preferensi kuat terhadap koneksi manusia tetap ada. Hampir setengah dari konsumen Indonesia (42%) memilih untuk memulai percakapan langsung dengan agen manusia, meskipun itu memakan waktu lebih lama, terutama saat isu tersebut pelik atau sensitif (43%) atau berkaitan dengan keamanan atau privasi (37%). Hal ini mengindikasikan adanya ketergantungan kuat pada agen manusia untuk interaksi berisiko tinggi atau interaksi yang membutuhkan nuansa emosional. (AC)

BACA JUGA:  Layanan Rich Communication Services dari Twilio Kini Tersedia Secara Luas
Tags: Twilio
Previous Post

TOP Digital Awards 2025: BP Batam Terus Permudah Perizinan Melalui Aplikasi Online

Next Post

Fortinet Luncurkan Solusi Secure AI Data Center

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stakeholders Plb Priok Berkomitmen Perkuat Sinergi, Tingkatkan Layanan Logistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Hot 30, Segera Rilis di Indonesia dengan Harga Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RDS dan HaliaLabs Luncurkan TrustDoc, Solusi Manajemen Kesehatan Berbasis Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Alasan Mengapa realme C100 dan realme C100x Cocok Bagi Heavy User

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto