Pindad Medika Utama punya banyak ekspektasi dari sistem digital yang diimplementasikan perusahaan tersebut. Maka, Pindad Medika terus meningkatkan performa sistem digital.
“Kami terus melakukan perbaikan dan peningkatan berkesinambungan ke sistem digital,” kata Direktur Operasional Pindad Medika Utama, dr. Saji Purboretno. Ia mengatakan hal itu dalam presentasi dan tanya-jawab dengan Dewan Juri TOP Digital Awards 2025 (19/11/2025).
Besarnya perhatian Pindad Medika ke sistem digital juga terlihat dari struktur organisasi. Dalam hal itu, pimpinan bagian TI bertanggung jawab langsung ke direktur utama Pindad Medika.
Pindad Medika pun, Saji menambahkan, terus mengkaji model sistem digital yang bisa dikembangkan dan dikomitmenkan. “Dengan demikian, Pindad Medika bisa lebih mendapatkan manfaat seperti efisiensi, pelayanan cepat, dan kualitas terjaga.”
Ia pun memberikan contoh otomatisasi yang telah didapat Pindad Medika berkat sistem digital. Itu antara lain bahwa riwayat pasien termonitor dengan baik, sedari mendaftar berobat hingga rawat jalan. Semua hal itu terdeteksi dan termonitor oleh sistem digital.
RS (rumah sakit) milik Pindad Medika pun terkontrol dengan standar mutu tertentu. “Kami punya 120 standar mutu, dan semua itu sudah terkoneksi dengan sistem digital,” papar dokter tersebut lebih lanjut.
Dengan demikian, waktu untuk pelayanan pemberian obat pun bisa jauh lebih cepat. Standar waktu tunggu pasien pun, sudah diintegrasikan ke sistem digital.
“Jadi, bagi Pindad Medika, sistem digital sangat baik dan sangat membantu,” kata Saji.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Senior Vice President Pengadaan dan TI Pindad Medika Utama, Yosep Faturohman, mengatakan bahwa bagi perusahaan tersebut, kecepatan pelayanan sangatlah penting. Mitigasi risiko pun sangat penting.
“Maka, dalam paparan untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2025 ini, kami mengangkat topik ‘Data-Driven Management and Risk Mitigation pada Aspek Pelayanan dan Operasional’,” kata Yosep.
Adapun Kepala Bidang TI Pindad Medika Utama, Sani Safrizal, mengatakan bahwa perusahaan tersebut sudah mengacu ke IT Master Plan. Juga, dalam belanja/investasi TI, Pindad Medika selalu mengacu ke IT Master Plan tersebut.
Di tahun 2024, persentase anggaran TI ke total anggaran Pindad Medika, di 4,1%. “Untuk tahun 2025 ini, rasio tersebut di 2%,” kata Sani.














