Di tengah percepatan perubahan teknologi pada industri keuangan, PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi digital secara bertahap namun terarah. Langkah ini tidak hanya berfokus pada modernisasi sistem internal, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.
Direktur Utama BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih mengungkapkan, proses digitalisasi menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing BPR daerah dalam ekosistem perbankan yang semakin kompetitif.
“Kami ingin BPR Bahteramas Kendari tumbuh dan berkembang sebagai perbankan yang mandiri, sehat, dan berdaya saing digital. Karena itu, transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk bertahan dan maju,” ujar dia saat presentasi TOP Digital Awards 2025, Rabu (19/11/2025).
Selain Suryaningsih, hadir menemani adalah Doli Indra Haerudin selaku IT Departement, Natalie selaku HRD Umum, dan staf yakni Pratiwi, Andi Dwi Arviana, Indra, dan lainnya.
Transformasi tersebut turut diperkuat melalui pembangunan dan renovasi gedung baru BPR Bahteramas Kendari, yang menurutnya menjadi simbol peningkatan kapasitas dan keseriusan perusahaan dalam beradaptasi dengan perkembangan era digital.
“Kami bangga karena tahun ini BPR sudah memiliki kantor yang terus dibenahi. Ini bukan sekadar bangunan, tetapi fondasi untuk menggerakkan layanan digital yang lebih modern,” tambahnya.
Digitalisasi Produk dan Layanan
Sejumlah inisiatif digital mulai diimplementasikan sejak 2022 hingga 2025. Salah satu langkah signifikan adalah kerja sama dengan Bank Permata melalui layanan Permata e-Business, yang memungkinkan BPR melakukan transaksi transfer antarbank secara online.
Fasilitas ini menjadi penopang penting karena BPR Bahteramas Kendari hingga kini belum memiliki jaringan ATM.
Layanan digital lainnya termasuk EDC Permata untuk pemotongan angsuran kredit secara otomatis, website resmi dengan fitur simulasi kredit, email domain kantor, serta WhatsApp Blast untuk mempercepat penyebaran informasi kepada nasabah.
Selain itu, penerapan Peruri Sign mempercepat proses tanda tangan dokumen penting tanpa keharusan berada di kantor.
“Digitalisasi ini kami lakukan bertahap namun pasti. Kami ingin setiap proses menjadi lebih efisien, lebih aman, dan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Peruri Sign, misalnya, sangat membantu kami ketika pengesahan dokumen harus dilakukan secara cepat meski kami tidak berada di kantor,” jelas Suryaningsih.
Lebih jauh ditegaskan, selain membangun produk digital, BPR Bahteramas Kendari juga menata ulang tata kelola teknologi informasi (IT governance).
Seluruh aktivitas TI kini dilengkapi dengan SOP dan pedoman penyelenggaraan TI yang terstruktur. Pengelolaan risiko, keamanan data, manajemen akses pengguna, hingga rencana pemulihan bencana (DRP) mulai diterapkan secara sistematis.
“Kami menyadari bahwa digitalisasi tidak hanya soal aplikasi dan fitur. Keamanan data dan tata kelola TI adalah fondasi utama. Karena itu, setiap langkah pengembangan TI kami sertai dengan mitigasi risiko dan audit internal,” kata Suryaningsih.
Digitalisasi Genjot Kinerja
Kinerja BPR Bahteramas Kendari menunjukkan tren positif setelah upaya transformasi dilakukan. Total aset meningkat dari sekitar Rp74,73 miliar pada 2024 menjadi Rp81,92 miliar pada realisasi Oktober 2025.
Pendapatan juga tumbuh dari Rp13,73 miliar menjadi sekitar Rp18,03 miliar, sementara laba bersih melonjak signifikan dari Rp4,41 miliar pada 2024 menjadi lebih dari Rp5,25 miliar pada Oktober 2025.
Suryaningsih menilai capaian ini tidak terlepas dari peningkatan efisiensi operasional serta perbaikan kualitas pengelolaan kredit.
“Saat kami masuk pada 2020, NPL berada di angka lebih dari 20 persen. Dampak pandemi memang sangat berat. Namun dengan disiplin manajemen risiko dan penataan ulang portofolio kredit, NPL berhasil kami turunkan hingga di bawah 5 persen pada 2024,” ungkapnya.
SDM Pilar Digitalisasi
Transformasi digital BPR Bahteramas Kendari juga dibangun di atas penguatan sumber daya manusia. Rekrutmen diarahkan kepada generasi muda yang melek teknologi, disertai pelatihan internal dan eksternal mengenai keamanan data, teknologi terkini, serta pengembangan soft skills.
Program mentoring antara pegawai senior dan karyawan milenial menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat kompetensi TI secara bertahap.
“Teknologi tidak akan berjalan tanpa SDM yang siap. Karena itu, kami fokus membangun tim yang adaptif, khususnya dari generasi milenial yang cepat memahami pengembangan digital. Kami ingin budaya kerja yang modern namun tetap menjunjung integritas,” ujar Suryaningsih.
Lebih jauh ditegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan, termasuk belum terisinya posisi Direktur Operasional sejak 2020, BPR Bahteramas Kendari tetap menunjukkan performa tata kelola yang baik dengan penilaian GCG berada pada peringkat 2.
Hal ini memberi keyakinan bahwa BPR daerah mampu bersaing selama terus berinovasi dan menjaga integritas pelayanan.
Menutup pemaparannya, Suryaningsih menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi menjadi strategi jangka panjang bagi BPR untuk tetap relevan.
“Kami ingin BPR ini semakin dekat dengan masyarakat, memberikan layanan cepat, aman, dan efisien. Penghargaan dan kemajuan yang kami raih menjadi motivasi untuk terus berkembang. Transformasi digital akan terus kami lanjutkan demi mewujudkan BPR Bahteramas yang modern dan terpercaya,” tegasnya.
Dengan fondasi digital yang semakin kuat, BPR Bahteramas Kendari berharap dapat memperluas layanan, memperkuat intermediasi keuangan daerah, serta memberikan kontribusi lebih besar untuk perekonomian Kota Kendari dan sekitarnya.
Editor: Fauzi














