Midtrans merupakan perusahaan payment gateway yang berada di bawah naungan GoTo Group dalam hal ini GoTo Financial.
Sesuai perannya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan pemrosesan pembayaran digital Midtrans melayani para pelaku usaha di Indonesia terutama yang bergerak di bidang e-commerce untuk membantu mereka dalam menerima transaksi pembayaran di website mereka. Demikian seperti diungkap Head of Sales Midtrans, Rosanti Carolina, dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2025 yang digelar secara daring Kamis (27/11/2025).
“Sebagai bagian dari keluarga besar GoTo, Midtrans turut mengintegrasikan GoPay sebagai salah satu kanal pembayaran utama yang tersedia di platform mereka,” ujar Rosanti atau yang akrab dipanggil Santi.
Midtrans mengusung visi menjadi payment gateway yang inklusif bagi semua segmen pelaku usaha. Inklusivitas tersebut diwujudkan melalui akses teknologi pembayaran yang modern namun tetap mudah digunakan.
“Pembayaran digital yang kami berikan haruslah tetap andal, aman, tapi sederhana untuk memungkinkan pertumbuhan bisnis para pelaku usaha tetap optimal,” kata Santi.
Dalam misi operasionalnya, perusahaan berfokus menyediakan infrastruktur pembayaran yang kuat namun tetap mudah diintegrasikan. Hal ini dinilai penting mengingat percepatan transformasi digital yang terjadi di Indonesia. Midtrans berupaya menjawab kebutuhan ini dengan menghadirkan produk serta layanan yang mendukung transaksi digital secara efisien.
Midtrans menyediakan berbagai opsi pembayaran, mulai dari kartu kredit, virtual account, e-wallet, hingga layanan buy now pay later (BNPL). Semua proses diawali dari integrasi yang kemudian didukung oleh fasilitas monitoring transaksi melalui Merchant Administration Portal.
Dari sisi strategi, Midtrans menekankan ketersediaan bagi seluruh pelaku usaha serta kemudahan pengalaman pembayaran bagi pelanggan. “Kami menyediakan solusi integrasi kepada pebisnis agar mereka dapat menerima semua jenis pembayaran namun tetap terjaga,” jelas Santi.
Tata Kelola TI
Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor pembayaran digital, kepatuhan terhadap standar keamanan menjadi prioritas.
“Kami sudah comply terhadap semua dokumen atau kebijakan terkait IT yang diwajibkan Bank Indonesia,” tegas Rosanti.
Beberapa standar tersebut mencakup PCI DSS sebagai standar wajib bagi payment gateway serta ISO 27001 yang mengatur kebijakan keamanan informasi.
Sementara dalam hal pengambilan keputusan investasi TI dilakukan melalui rapat internal lintas tim, berdasarkan analisis data serta kebutuhan klien. Santi menyebut bahwa setiap kebijakan investasi harus selaras dengan strategi bisnis dan inovasi perusahaan.
Dalam proses pengembangan produk, Midtrans memulai dari identifikasi kebutuhan konsumen, bekerja sama dengan tim penjualan, produk, riset, dan IT. Setelah riset dilakukan, perusahaan menilai kelayakan serta kesesuaian produk dengan potensi pasar. Tahap berikutnya mencakup desain, pembuatan prototipe, pengembangan kode, hingga pengujian keamanan sebelum peluncuran.
Monitoring dan evaluasi berkelanjutan juga menjadi bagian penting. “Kami terus melakukan tracking apakah ada isu terhadap pelayanan yang sudah kami berikan, dan semua perbaikan ditindaklanjuti dengan SOP yang jelas,” jelasnya.
Tidak luput, pada kesempatan ini Santi juga mengungkap soal pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Dalam hal ini Midtrans menerapkan kultur kerja inklusif serta mendukung pengembangan karier lintas generasi. Program magang, pelatihan berkelanjutan, dan fleksibilitas kerja menjadi bagian dari strategi penguatan human capital.
Kolaborasi dengan Banyak Merchant dan Mitra Perbankan
Berbicara tentang Midtrans, solusi payment gateway saat berdiri di 2012 diberi nama Veritrans. Lalu, pada tahun 2016 akhirnya di-rebranding menjadi Midtrans. Perusahaan ini tergolong konsisten mengembangkan layanan yang memadukan keamanan, kecepatan, serta fleksibilitas bagi pelaku usaha di berbagai sektor.
Sebagai penyedia solusi pembayaran, Midtrans menawarkan dua fitur utama, yakni pay-in dan pay-out. Fitur pay-in memungkinkan merchant menerima pembayaran dari kartu kredit, virtual account hingga e-wallet. Sementara pay-out membantu klien mendistribusikan dana atau transaksi dengan lebih efisien.
“Sebagai perusahaan yang menyediakan solusi pembayaran, ada dua fitur umum yang kami berikan yaitu pay-in dan juga pay-out,” ujar Santi.
Inovasi ini kemudian diperkuat dengan kehadiran integrasi yang mudah melalui plugin, API, dan QR code, sehingga mempermudah proses onboarding usaha baru.
“Integrasi mudah dan cepat ini yang kami kedepankan karena sebagai pelaku usaha mereka butuh dukungan penuh agar bisa mengembangkan bisnis mereka,” tambahnya.
Bahkan, proses integrasi dapat selesai hanya dalam 10 hari kerja, atau sekitar satu bulan untuk kasus yang lebih kompleks.
Keberhasilan digitalisasi Midtrans tampak dari banyaknya merchant yang telah diproses secara nasional. Kolaborasi luas dengan berbagai mitra perbankan juga menjadi praktik bisnis yang layak direkomendasikan, karena membuka lebih banyak opsi pembayaran bagi merchant.
“Dengan semakin banyaknya kerja sama yang terjalin, semakin banyak pula opsi yang dapat kami berikan kepada para klien kami,” tutup Santi.














