PT Bank Index Selindo atau Bank Index terus memacu transformasi digital sebagai strategi utama memperkuat layanan perbankan, baik untuk nasabah ritel maupun korporasi.
Melalui pengembangan sejumlah aplikasi unggulan, bank ini menegaskan komitmennya menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan efisien di tengah kompetisi industri keuangan yang semakin ketat.
Salah satu tulang punggung digitalisasi Bank Index adalah platform Indexu, aplikasi internet banking dan mobile banking yang menjadi kanal utama nasabah.
Demikian seperti dikatakan Agus Candra Gunawan, IT Division Head Bank Index saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2025 yang digelar Majalah It Works secara daring, Kamis (20/11/2025).
Hadir menemani Agus Candra adalah, Iwan L Papulung – Digital Channel Management Division Head, Ahmad Sirajuddin – IT Security & Infrastruktur Department Head, Lya Santi Rahayu – IT Startegic Development Departmenet Head, Hari Kristanto – IT Operation Department Head, dan Humadiono Martin – Keamanan Cyber Function.
Diluncurkan sejak 2018 dan terus diperbarui, Indexu kini telah mendukung pembukaan rekening secara online, aktivasi mandiri layanan digital, hingga integrasi pembayaran yang kian komprehensif.
Bank Index juga menyiapkan sejumlah fitur baru yang sedang diproses perizinannya di regulator, mulai dari tabungan berjangka hingga deposito digital.
Selain IndexQu, bank ini juga mengembangkan IndexQu Bisnis, sebuah platform transaksi korporasi yang dirilis sejak 2019. Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha dapat mengakses fitur seperti payroll, sweep account, hingga pembayaran dan transfer berbasis BI-FAST. Semua layanan tersebut saat ini masih dalam masa promosi dan bebas biaya untuk meningkatkan adopsi pengguna.
Transformasi digital Bank Index juga diperkuat dengan hadirnya virtual account, layanan SMS Alert, serta WhatsApp Business yang baru diluncurkan tahun ini. Tidak hanya itu, situs resmi Bank Index turut diperbarui pada 2025 untuk memberikan pengalaman digital yang lebih informatif dan modern bagi masyarakat.
Di sisi infrastruktur dan keamanan, Bank Index menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya fokus pada kenyamanan layanan, tetapi juga penguatan sistem. “Kami sangat berhati-hati dalam perencanaan teknologi dan penggunaan anggaran,” tegas Agus Candra Gunawan, IT Division Head Bank Index.
Ia menjelaskan bahwa tim IT yang ramping tetap mampu melahirkan banyak inisiatif efisiensi, mulai dari otomatisasi sistem, optimalisasi jaringan, hingga penerapan fitur keamanan seperti message signing BI-FAST yang baru saja diselesaikan.
Transformasi Digital
Proses transformasi digital ini sudah berlangsung lama. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Bank Index yang terus fokus dalam mendukung bisnis sektor komersial. Dukungan ini dilakukan melalui pengembangan jangkauan layanan dalam rangka mendorong akselerasi pertumbuhan usaha.
Dan dalam proses transformasi digital ini, kata Agus Candra, Bank Index telah memiliki roadmap terkait pengembangan kanal digital. Di antaranya, pembukaan rekening secara mandiri oleh nasabah melalui fitur online onboarding, pembukaan rekening tabungan dan deposito secara mandiri oleh nasabah melalui aplikasi mobile banking milik Bank Index.
“Aplikasi ini secara bertahap juga mempersiapkan diri agar ke depannya nasabah dapat melakukan transaksi pembayaran pajak melalui IndexQu, di antaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) & MPN G3, top up e¬wallet seperti BNI Tapcash, E-money dan sebagainya,” katanya.
Selain itu juga, penambahan fitur transfer BI Fast melalui channel internet banking dan internet banking bisnis.
Bank Index juga akan melengkapi fitur QRIS yang sudah ada saat ini mengikuti dengan perkembangan dari regulator, seperti QRIS Tarik tunai, Transfer dan Setor Tunai (TUNTAS), QRIS CPM (Customer Presented Mode), QRIS TAP, QRIS Crossborder dan sebagainya.
“Lalu di sisi lending, Bank Index akan mengembangkan beberapa produk dan proses berlandaskan teknologi digital,” kata dia. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan competitive Bank Index dari sisi lending.”
Lebih jauh ditegaskan Agus Candra, transformasi digital Bank Index tidak sekadar mengikuti tren, tetapi diarahkan pada penciptaan sistem yang berkelanjutan.
“Kami terus memperkuat otomasi, keamanan, dan efisiensi teknologi. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pengalaman nasabah, tetapi juga memastikan operasional bank berjalan lebih efektif dan aman,” ujarnya.
Untuk mendukung operasional digital yang semakin kompleks, Bank Index juga memperkuat lapisan keamanan teknologi. Bank ini pun telah bersertifikasi ISO 27001:2022 dan sedang menyiapkan pengembangan Zero Trust Architecture sebagai standar keamanan jangka panjang.
“Dengan penguatan aplikasi unggulan dan tata kelola digital yang semakin matang, Bank Index menargetkan dapat memperluas jangkauan layanan serta mempercepat akselerasi pertumbuhan nasabah. Transformasi ini juga sejalan dengan visi bank untuk menjadi bank SME (UKM) pilihan yang mengutamakan layanan dan teknologi,” jelas dia.
Agus Candra menambahkan, pihakanya juga sudah mengimplementasikan kecerdasan buatan (AI), yakni berupa Robotic Checking SLIK, FDS System (Fraud Detection System), dan TanyaQu, sebuah mesin pencarian informasi internal.














